Akhirnya Qatar bisa bernapas lega.
Qatar datang ke Amerika Serikat dengan beban tersendiri.
Tampil di Piala Dunia untuk pertama kalinya empat tahun lalu, mereka tercatat sebagai tuan rumah terburuk sepanjang sejarah turnamen.
Tuan rumah pertama yg kalah di laga pembuka. Tuan rumah yg gagal mencatatkan satupun poin di fase grup.
Terbang ke Piala Dunia 2026 lewat jalur kualifikasi, Julen Lopetegui mengigatkan pasukannya bahwa mereka telah mencatat sejarah.
Mengingatkan mereka bahwa ada perbedaan antara meraih tiket lewat jalur kualifikasi dengan lolos ke Piala Dunia karena status tuan rumah.
Menghadapi Swiss di bawah terik matahari California, Qatar yg sama sekali tidak diunggulkan terlihat berani sejak menit pertama.
Lopetegui tetap menerapkan lowblock melawan negara yg 37 peringkat di atas tim asuhannya, namun bahasa tubuh Akram Afif dan kawan-kawan tidak terlihat kaku. Tidak lagi demam panggung seperti saat menjadi tuan rumah di edisi sebelumnya.
Qatar bahkan menjadi pihak yg mencatat peluang pertama dalam pertandingan lewat Edmilson Jr, di menit ketiga.
Eksekusi penalti sempurna dari Breel Embolo (17') pun tak bisa menyurutkan semangat juang Qatar.
Penjaga gawang Mahmud Abunada berkali-berkali menggagalkan peluang Swiss untuk menambah keunggulan, dan mengunci pertandingan.
Meski terus-terusan diserang, dan hanya sesekali ada di sepertiga akhir lawan, Qatar selalu berhasil menjaga asa mereka.
Akhirnya, perjuangan itupun terbayarkan pada injury time. Umpan matang Homam Elamin ditanduk keras Boualem Khoukhi untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Meraih poin pertama di Piala Dunia, Qatar pun berhasil melepaskan beban mereka!