Filter
Exclude
Time range
-
Near
A V retweeted
JUST IN: 🇮🇳 India’s “Eye in the Sky” is about to go fully combat-ready Netra AEW&C is set for final clearance on June 25 This changes the game from “flying radar” to real-time war command in the sky It pushes India deeper into network-centric warfare where speed decides survival Why it matters: whoever sees first controls the battlefield tempo Is this the biggest leap in India’s air power in years? 🚀
1
21
134
1,753
Replying to @Netra

Morte de Maria Eduarda, jogada da ponte sem cordas de segurança: Seis homens foram inicialmente detidos. Três foram presos por eventual dolus homicidius: • Um bombeiro voluntário de 32 anos (líder do grupo) • Dois homens de 42 e 27 anos. Os outros foram liberados após declarações. Dois tentaram fugir e foram capturados.
1
9
Replying to @nikster007 @Netra
See 3 held for preplanned homicide
1
5
Paman Wedha dan Kang Sukri selamat. Dia kemudian melihat Gandaria kebingungan di dekat Cendana. ‘’Celaka! Gandaria bisa mati!” Teriak Kang Sukri Gandaraka mengeluarkan peti mati lewat Pusaka Asura. Sebuah siluman keluar untuk menjadi penukar tubuh. ‘’Semoga masih sempat!” Ucap Paman Wedha saat mengetahui rencana yang harus dia lakukan demi menyelamatkan Gandaria. Prak! Cendana membuka matanya. Dia melihat area pertempuran sedikit kosong karena banyaknya orang-orang yang melarikan diri. Senyumnya menyeringai mengerikan. Dia kemudian berucapkan sebuah mantera yang berbunyi…. ‘’Mantera…. Netra Kusuma….’’ BRAK! BRAK! Orang-orang yang berada di sekitar area langsung terjatuh dengan ledakan darah yang berada di dalam tubuhnya. Tidak terkecuali, para tawanan perang dan orang-orang ningrat gugur banyak hanya dalam kanuragan milik Cendana yang sangat mengerikan. Cendana melihat di sekitaran. Banyak manusia yang tumbang. Tanah menjadi lautan darah. Orang-orang yang tumbang bergelimpangan dimana-mana akibat kebengisan dari Cendana. Kabut tebal menyelimuti seluruh area pertempuran. Dia menapaki tiap langkah dengan menginjak mayat-mayat yang terbunuh akibat kanuragannya. ‘’Ternyata, inilah kehidupan yang aku pilih. Aku sangat menikmatinya.’’ Ucap Cendana sambil tertawa Orang-orang yang berada di atas sana melihat banyak mayat yang bergelimpangan di area 100 hasta akibat terkena mata bangsawan milik Cendana. ‘’Wanita itu sungguh gila!’’ ‘’Dia adalah senjata dari Kerajaan Cendana. Kanuragannya sangat diperhitungkan.’’ Cendana pikir, semuanya telah usai. Dia kemudian berniat untuk kembali ke posisinya semula yang ada di atas sana. Akan tetapi, telinganya mendengar pergerakan kaki yang sangat cepat dari arah belakang. Cendana langsung waspada. Dia kemudian memejamkan matanya, lalu, keluar tetesan demi tetesan darah segar dari matanya. Cendana berniat untuk membunuh penyerang itu hanya dengan satu tatapan mata. Tapi tiba-tiba, dari balik kabut yang tebal, keluar seorang wanita dengan Pusaka Garumbawanya. Matanya berubah menjadi mata elang. Dari tangan kirinya, sudah terkepal sebuah benda untuk menjadi pengecoh dari mata milik Cendana. ‘’Mantera…. Netra Kusuma….’’ ‘’MEMBUSUKLAH KAU DI NERAKA PALING DALAM, CENDANA!’’ Teriak Gandaria Gandaria melemparkan benda itu ke atas langit. Saat Cendana membuka matanya, tiba-tiba, dia melihat secercah cahaya yang menyilaukan lewat benda itu. Mendadak matanya tidak berfungsi. Cendana langsung menutup matanya dan melarikan diri. ‘’Sial! Wanita Elang itu….’’ Saat Cendana berbalik arah, Pusaka Garumbawa milik Gandaria sudah menusuk perut Cendana hingga menembus ke depan. Mulut Cendana mengeluarkan darah. Gandaria berhasil mengalahkan Cendana hanya dengan menghindari kanuragan milik Cendana itu sendiri. ‘’Ba—bagaimana kau bisa selamat?” Tanya Cendana ‘’Aku berterima kasih kepada teman-temanku yang segera membantuku saat berada dalam keadaan yang sangat menyulitkan.’’ Jelas Gandaria ‘’Te—teman?” ‘’Kami datang ke sini tidak hanya membawa tekad. Kami benar-benar saling utuh dan melindunginya.’’ Gandaria kemudian menjelaskan bagaimana dirinya bisa selamat dari ledakan mata bangsawan yang pertama. Saat itu, dia sangat kesulitan untuk lari. Pilihan dalam pikirannya saat itu adalah membunuh Cendana dengan melemparkan bom cahaya ke arah Cendana. Tapi, saat keadaan terdesak itu, tiba-tiba, tubuhnya terseret jauh dan ditukar oleh siluman milik Gandaraka. Aksi ini dilakukan atas kerja sama dari Paman Wedha dan Gandaraka untuk menyeamatkan Gandaria. Barulah, saat Cendana dalam kondisi yang meyakinkan bahwa dirinya menang, Gandaria melesat maju dengan menggunakan keringanan tubuh yang diberikan oleh Paman Wedha. Sehingga, dalam kejauhan pun, langkah kakinya tidak terlalu terdengar dengan jelas. Barulah, saat berada di dekat Cendana, langkah kaki Gandaria terdengar dengan sangat jelas. Cendana yang mendengar penjelasan itu hanya bisa terdiam. Dia kemudian menatap Kama dan Para Ganendra Ratri lainnya yang tampak kecewa. ‘’Ular welingnya sudah tertangkap Elang. Padahal, dia seharusnya bersembunyi di antara rerumputan. Tapi, dia memilih untuk keluar dari persembunyian. Seekor Elang yang menukikkan sayapnya tidak akan bisa didengar walau besarnya deruan angin yang menerpa.’’ Ucap Kama saat membaca takdir kematian dari Cendana. Cendana tewas. Dia kalah tepat di hadapan para pembesarnya sendiri. Tak ada satu pun dari Ganendra Ratri yang ingin turun ke medan peperangan guna menyelamatkan Cendana. Baginya, yang lebih utama adalah menyelamatkan tubuh dari Cendana. Gandaraka dan Paman Wedha segera bergerak cepat. Dia ingin mengambil tubuh Cendana untuk diteliti. Pergerakannya tiba-tiba berada di dekat Gandaria. ‘’Mundur, Gandaria!’’ Ucap Paman Wedha Gandaria segera menarik Garumbawa. Gandaraka mengeluarkan peti kosong dari dalam tanah. Lalu, tubuh Cendana di masukkan ke dalam sana. ‘’Celaka! Ambil tubuh Cendana!” Perintah Pemimpin Ganendra Ratri Beberapa Kaditula Ratri, yaitu pasukan tangan kanan dari Ganendra Ratri tiba-tiba maju ke depan. Mereka berniat untuk mengambil tubuh Cendana. Tapi saat peti tertutup dan masuk ke dalam tanah, Paman Wedha langsung berbalik mundur sambil membawa Gandaria dan Gandaraka yang ditukarnya dengan dua siluman panggilan dari Pusaka Asura. ‘’Sialan!” Teriak mereka saat hanya menebas dua siluman yang tidak berdaya. Cendana sudah diambil tubuhnya oleh Gandaraka. Baginya, ini adalah pukulan telak yang sangat menampar dari pemimpin Ganendra Ratri. Dia kemudian turun ke medan pertempuran dan berdiri di hadapan para pasukan tawanan. Aura mematikannya sungguh terasa. Raden Muda berjalan perlahan sambil menggenggam kuat Pusaka Kerangkeng Sukmo. Guratan di wajahnya kembali keluar. Mata Raden Muda memerah menyala. ‘’Raden Rahardian Artonegoro atau Raden Muda, Penerus dari Raden Sepuh dan pemilik Kanuragan Pangaweruhan. Bentukanmu yang merubah menjadi macan ketawang adalah harta yang harus digantikan untuk menembus kematian para anggota Ganendra Ratri.’’ Jelas Pemimpin Ganendra Ratri Tiba-tiba, Raden Muda tertawa. Suaranya menjadi berat. Ada sesuatu yang merasuki tubuhnya. Paman Wedha khawatir kalau itu terjadi seperti kejadian yang terulang saat melawan Nala, salah seorang Ganendra Ratri yang melihat bentukan asli dari sosok yang merasuki Raden Muda. ‘’Duryodhana… Ternyata kau tumbuh menjadi manusia yang sangat kurang ajar!” Orang-orang yang mendengar suara berat dari Raden Muda langsung terkejut. Mereka meyakini bahwa itu bukanlah Raden Muda. ‘’Paman Wedha? Apa yang sedang terjadi dengan Raden Muda?’’ Tanya Gandaraka ‘’Dia dirasuki oleh sesuatu. Semenjak dia membuka Siti Kawaruhan , banyak hal-hal yang sulit dijelaskan.’’ Jelas Paman Wedha
1
15
Kebetulan, hari itu, Keluarga Cendana sedang melakukan pertemuan tertutup. Gandaria yang pintar dan cerdik, dia memata-matai lewat jendela ruangan, lalu dengan kemampuan kanuragannya, Gandaria menempelkan telinga ke tembok dekat jendela. Dia akhirnya bisa mendengarkan obrolan dari dalam ruangan tersebut. ‘’Aku harap, anak perempuan anda bisa bergabung dengan Ganendra Ratri. Walau dia tidak memiliki kanuragan, tapi, kami akan melatihnya.’’ Jelas seorang Ganendra Ratri ‘’Kau sungguh merendahkan keluarga kami, tuan. Keluarga Cendana adalah salah satu dari keturunan dengan mata terbaik di negeri ini. Penglihatannya bisa menembus tembok, melihat aliran darah dan membuat kerusakan saraf di dalamnya.’’ Jelas Kepala Keluarga Cendana ‘’Oh, ya. Sekarang, apa kau bisa melihat seekor tokek yang sedang merayap di luaran ruangan ini?” Tanya Pemimpin Ganendra Ratri Gandaria langsung menyadari. Bahwa dirinya yang sedang menguping, diketahui oleh mereka yang berada di luaran. ‘’Cendana… Gunakan manteramu…’’ Ucap Kepala Keluarga Cendana Cendana kemudian memejamkan matanya. Dia mengeluarkan darah dari matanya, lalu merapalkan sebuah mantera yang berbunyi, ‘’Mantera…. Netra Kusuma….’’ Cendana melihat ada seorang wanita yang sedang merayap di tembok dan mencari informasi penting terkait dengan pertemuan keluarganya dengan Ganendra Ratri. ‘’Ada musuh di sana.’’ Ucap Cendana Gandaria langsung turun. Dia kemudian melarikan diri sekuat mungkin tanpa memperhatikan sekitarannya. Tiba-tiba, Ganendra Ratri sudah berada jauh di depannya, ‘’Mau lari kemana kau, Tikus ningrat?’’ Tanya Pemimpin Ganendra Ratri ‘’Pergerakannya sangat cepat. Apakah ini kemampuan dari Pemimpin Ganendra Ratri?” Tanya Gandaria ‘’Apa kau menyadari bahwa kekalahan umatmu sudah dekat?’’ Tanya Pemimpin Ganendra Ratri ‘’Cih! Apakah kau takut sampai merekrut lagi anggota Ganendra Ratri?” Tanya Gandaria ‘’Aku ingin mengumpulkan sebanyak-banyaknya sekutu demi mendapatkan ambisi dan keinginanku.’’ ‘’Pangaweruhan?’’ ‘’Wah. Kau memang cerdas. Aku sangat tertarik untuk menjadikanmu sebagai anggota dari kelompok kami.’’ ‘’Cuih! Lebih baik aku mati menjadi bangkai di banding harus merendahkan harga diriku untuk tergabung bersama sekelompok manusia pembunuh.’’ Jelas Gandaria Pemimpin Ganendra Ratri itu sedikit tersinggung. Gandaria mengeluarkan pusaka Garumbawanya. Dia kemudian melemparkannya ke langit, mendadak, pusaka itu mengeluarkan cahaya yang sangat cerah hingga menyilaukan mata. Saat itu juga, Gandaria berhasil melarikan diri dari kejaran Pemimpin Ganendra Ratri dengan mengantongi banyak informasi penting. Tapi tetap saja, hati dan pikirannya sangat kacau karena kematian Kang Waris sudah diperhitungkan oleh banyak pihak karena keberadaannya sangat berbahaya. Gandaria akhirnya kembali ke Siti Udapiyan dan mengatur sembah kepada Nyi Kanthi. Dia kemudian memberitahu bahwa kematian Kang Waris sendiri adalah kematian yang disebabkan oleh permainan politik dari Keluarga Cendana yang terkenal licik akan keinginan ambisinya. Tidak cukup sampai di situ, Gandaria juga memberitahu bahwa salah seorang putri raja yang berasal dari Keluarga Cendana telah bergabung dengan Ganendra Ratri. ‘’Anak itu memiliki sebuah kanuragan yang bernama Netra Kusuma, yaitu Kanuragan yang penggunanya dapat melihat apapun bahkan aliran darah seseorang. Tapi ada yang lebih mengerikan dari itu….’’ Jelas Gandaria ‘’Katakan, Gandaria….’’ ‘’Cendana mampu merusak saraf bahkan aliran darah hanya dengan kemampuan Netrakusumanya.’’ Jelas Gandaria Nyi Kanthi kemudian mengatur pernafasannya. Dia sadari, bahwa dunia sudah berubah. Banyak sesekali sesuatu yang di luar batas benar-benar tidak diketahuinya. ‘’Gandaria… Bagaimana dengan anak dari Kang Waris? Apakah dia baik-baik saja?” Tanya Nyi Kanthi ‘’Aku menitipkannya kepada padepokan pendekar. Di sana, dia mempelajari Kitab Bala Bumi .’’ Jawab Gandaria ‘’Untuk apa dia mempelajari Kitab Bala Bumi? Apakah ada sesuatu yang sedang direncanakan Kang Waris?’’ Tanya Nyi Kanthi ‘’Kang Waris ingin agar Badru menjadi teman bagi penerus Raden Sepuh dari keturunan Trah Artonegoro. Dia harus mengabdi setia.’’ Jelas Gandaria Nyi Kanthi mengangguk paham. Dia mengerti mengapa alasan Kang Waris menitipkan anaknya ke padepokan para pendekar. Di sana, Kitab Bala Bumi hanya dipelajari sekali dalam seumur hidup oleh manusia yang berjiwa kuat. Selain itu, mereka tidak akan bisa mempelajarinya. Badru adalah harapan baru bagi Siti Udapiyan dan juga seluruh orang-orang ningrat lainnya. ‘’Gandaria….’’ ‘’Saya, Nyai….’’ ‘’Maukah kau kuberi tugas? Tampaknya, kau akan kembali setelah 15 tahun setelahnya. Apakah kau siap?’’ Tanya Nyi Kanthi ‘’15 Tahun setelahnya?’’ ‘’Kau satu-satunya abdi yang sudah mengikuti banyak jejak kehidupanku di sini. Peperangan ningrat di masa lalu adalah pembuktian nyata bagimu. Aku ingin, kau jadi satu-satunya abdi yang bisa menjaga seluruh rahasia kita pada hari ini. Negeri ini sedang tidak baik-baik saja. Jika Keluarga Cendana mengirimkan anaknya ke Ganendra Ratri, berarti, ada tujuan lain yang mereka incar.’’ Jelas Nyi Kanthi Nyi Kanthi berdiri dari duduknya. Dia kemudian mendekati Gandaria yang sedang menunduk sembah terhadap Nyi Kanthi. ‘’Pergilah mengembara kemana pun kau inginkan. Pantau selalu Badru. Aku yakin, anak itu memiliki potensi besar di masa yang akan datang. Kelak, jika ada pergerakan besar untuk penangkapan penerus dari Raden Sepuh, kau harus ikut dan berada di garda terdepan demi melindungi penerusnya.’’ Perintah Nyi Kanthi Gandaria hanya mengangguk seolah mengiyakan perintah resmi dari Nyi Kanthi. Perintah itu seakan menjadi perintah terakhir bagi Gandaria untuk meninggalkan sejenak Siti Udapiyan dan mengembara untuk nantinya dia kembali hadir di medan pertempuran Peperangan Ningrat-3.
1
24
key retweeted
Guys, siapa tau ada yang ketemu Bapak ini dibeli aja guys penitinya, Bapaknya jual 2 ribu, maaf bapaknya tuna netra. Aku kemaren”ketemu di halte Rawa Buaya, nah beberapa hari ini gak liat, kurang tau bapaknya kemana 🙏🏻 Semoga gak ada yang jahatin ya Pak Guys plis do your magic🙏🙏🙏 Kalo bukan sesama kita yang peduli Siapa lagi guys🥲 sc:threadssantaclaudiasitepu
89
6,059
14,742
217,938
Hariharan retweeted
👁️🙏 Blessed are those who witness Sri Venkateswara Swamy's Netra Darshan—the divine sight of the Lord's compassionate eyes, radiating infinite grace and protection. May His sacred glance illuminate our lives with faith, peace, and prosperity. #NetraDarshan #Tirumala
13
66
593
3,124
ᅠ ᅠ Tiba di seberang jalan, jemala ditolehkan untuk kemudian netra berpendar mencari apa saja yang bisa digunakan untuk isi perut. ᅠ ᅠ
1
19
ㅤㅤLembaran kertas kembali berpindah tanpa kalian sadari, sebab raut wajah yang masih terpampang manis pada lebarnya layar kini. Terlebih kala diikuti dengan gemerlap yang terpantulkan dari netra kembar si pewara ini. It’s time to party! Waktunya MBG, Moonclub Burik let’s Go!
1
9
245
Netra gelapnya mengunci tatapan Ruka. Kedua tangan Julian bergerak naik, berpindah untuk bertumpu di pinggang Ruka, memastikan istrinya tetap seimbang di atas tumpuan kaki tersebut. ​"Tapi ...." Julian sengaja menjeda kalimatnya, kilat jenaka mendadak muncul di matanya.
1
18
Replying to @Netra
Ye this was planned murder
1
9
Manoj Pal ( मोदी जी का परिवार ) retweeted
🚨 BREAKING: India's DRDO to grant Final Operational Clearance to indigenous Netra AEW&C — the nation’s own "Eye in the Sky" on June 25 at Bengaluru. 🇮🇳 After successful trials, this homegrown system on Embraer ERJ-145 jets is now fully combat-ready, boosting the IAF’s airborne surveillance prowess.
15
809
4,188
88,024
Ideaforge gets frequent orders All its platforms are almost inducted in army :- Switch v1 Switch v2 Netra v3 Zolt All these products have recieved orders
1
1
87
🚨The Engineer Who Lost His Job After Pokhran Helped Build India's First AI Chip that Can Operates Without Internet In 1998, when India conducted the historic Pokhran-II nuclear tests, the world responded with sanctions. Technology restrictions tightened, foreign companies became cautious, and many Indian engineers working abroad suddenly found themselves facing barriers they had never expected. One of them was engineer Jyotis Indirabhai. At the time, he was working in Japan's semiconductor industry on advanced chip technologies. But after the sanctions that followed Pokhran, projects involving Indian engineers were disrupted, and his career path took an unexpected turn. Nearly three decades later, that same engineer has helped India achieve a breakthrough of its own. His startup, Netra Semi, has developed India's first 12-nanometer Edge AI chip, the A2000, a milestone that could significantly strengthen India's position in the global semiconductor race. To understand why this matters, one must first understand what Edge AI is. Most artificial intelligence systems rely on cloud servers located far away from the device using them. Data is collected, sent to a server, processed, and then returned. Edge AI changes that model entirely. Instead of depending on distant data centers, the AI runs directly on the device itself. Imagine a smart surveillance camera that can instantly identify suspicious activity without sending video to a remote server. Or a military drone that can analyze battlefield footage in real time and make decisions without waiting for instructions from a data center thousands of kilometers away. That is exactly what Edge AI chips are designed to do. Countries such as the United States, China, Japan, and South Korea have already deployed such chips across industries ranging from defense and robotics to smart cities and advanced manufacturing. Now India has entered that arena with an indigenous design of its own. The journey behind the A2000 chip is equally remarkable. After leaving Japan, Indirabhai spent nearly two decades in the United States, working with some of the world's most advanced semiconductor companies. During that period, he contributed to the development of processors, wireless technologies, GPUs, and AI hardware while building a portfolio of valuable patents. But in 2017, he returned to India with a larger mission. Rather than seeing India remain dependent on imported chips, he wanted the country to build its own semiconductor ecosystem. That vision led to the creation of Netrasemi in 2020. Over the next several years, the company developed its own AI processor architecture, vision-processing technologies, and supporting software stack. The design was eventually fabricated using advanced manufacturing facilities, culminating in the launch of the A2000 in 2026. From smart surveillance systems and industrial automation to robotics, autonomous platforms, and defense applications, the chip opens the door to a wide range of indigenous innovations.
89
350
8,038
Replying to @heyitsoh
JANGAN PAKE UMI E JUGA LAH SOH AERGEGHGG KAU SAKITI AKU HINGGA NETRA INI SUDAH BERLINAG AIR MATA—SIAP TURUN UNTUK BASAHI WAJAH BERSAMAAAN DENGAN RINTIK HUJAN HMPHHH
1
1
106
First India Voice 🇮🇳 retweeted
Replying to @DefenseNewsIN
🚨🇮🇳 Excellent thread! Netra AEW&C finally getting Final Operational Clearance on 25 June is a massive milestone. An indigenous AESA radar, 240° coverage, real-time battle management and seamless networking with Rafale, Su-30MKI, Tejas & S-400 through IACCS — this is how India builds information dominance. The side that sees first wins first. DRDO has delivered again. Proud moment for Mission Sudarshan Chakra & our push for complete indigenous AEW&C capability. Share this thread! Jai Hind! 🛡️⚡ #ModiKaParivar #Netra #DRDO #AtmanirbharBharat #IAF #BharatFirst
1
2
3
216