Devotion LTD & Petai Belalang KL present:
NOTHING
Cannibal World Tour 2026
22 July 2026 (Wednesday)
Petai Belalang KL
With special guests:
Piri Reis & heavëner
Presale: RM138.00 pentasnasional.com
Door: RM160.00 (subject to availability)
Special thanks to GWU & RFC.
dulu ak paling gbs makan cumi, petai cina, kupang, nanas, pepaya, keju, tape singkong, tape ketan, daun bawang, sate ayam tp sekaraaaang ak sueneng bgt sm semua iku, emang makin lu gede semua bakal kemakan asal ga beracun😔
@limlouiss sudah pasti kakak accept petai ijo royo royo yang bikin nafasku jadi bau wangy. 😆 timakasi, dd. kamu tau darimana sih veggie fav kakak yang terhidden ini? 😭
@limlouiss karena dd sudah berbagi petai yang sangat lezatos itu, sekarang giliran kakak berbagi ke dd. :p kakak abis panen toge nih. dd bawa pulang yaa.. sekalian sama tahu lontongnya. i hope dd enjoy it. :3 terimakasi buat petainya tadi, adiks!
Orang kita jual petai atas motor pun kena halau tau, laju pulak tu diorang bertindak
Cuba kau fikir betapa bangsat dan celaka nya staff2 government , pegawai dan kementerian dekat Malaysia ni
#NSTnation Police have clarified that a structure allegedly built illegally by foreigners in Hulu Langat, which recently went viral on social media, was raided last year, with 42 undocumented migrants detained.
bit.ly/4vB7QSO
Kevin dari production berhenti di pintu pantry. “Nasi liwet, Mas Gala?”
Naya mengintip dari belakang Raka. “Pakai petai?”
Gala menatap mereka satu per satu. “Kalian mau meeting di sini?”
Raka tersenyum, sekarang ledekannya mulai naik lagi setelah jeda kecil itu lewat.
“Kami cuma menyambut kembalinya salah satu sistem operasional penting Vanta Haus.”
“Sistem apa?” tanya Gala sambil mengambil sendok.
“Supply makan siang lo,” jawab Raka. “Lima bulan kemarin kantor ini kehilangan satu divisi tidak resmi.”
Gala membuka botol jus itu, membaca catatan kecil yang menempel di sisinya.
Jusnya diminum. Jangan cuma makan sambal.
Sudut bibirnya bergerak sedikit.
Raka langsung menunjuknya. “Nah. Itu. Senyum karena diancam minum jus.”
Gala meliriknya. “Lo mau gue suruh minum?”
“Enggak, makasih. Gue masih sayang lidah gue.”
Gala keluar dari ruangannya dengan wajah yang lagi-lagi berusaha biasa saja.
Usaha yang sia-sia.
Raka menyandarkan pinggul ke meja terdekat, menatap paper bag itu, lalu menatap Gala. “Wah.”
Gala mengambil paket dari tangan Naya. “Apa?”
Raka menggeleng pelan. “Nggak. Cuma… akhirnya ada lagi.”
Gala tidak menjawab. Ia membawa paket itu ke pantry, lalu membukanya di meja panjang kecil yang dulu hampir setiap hari jadi tempat anak-anak VH pura-pura lewat hanya untuk mengintip Dita masak apa hari itu.
Aroma nasi liwet langsung keluar begitu tutup kotak pertama dibuka. Hangat, gurih, dan terlalu familiar.
Ada ikan teri dan petai di satu sisi, ayam goreng yang masih kelihatan renyah, sayur asem dalam wadah terpisah, sambal terasi kecil yang ditutup rapi, dan satu botol jus sehat yang diletakkan di sampingnya seperti pengingat bahwa Dita akan selalu menyelipkan satu hal yang membuat Gala tidak bisa sepenuhnya bahagia tanpa syarat.