Kadang yang nolak lo hari ini, bisa jadi yang nerima lo tahun depan.
Serius, jaga hubungan baik dengan HR dan recruiter itu underrated banget.
Gw liat banyak kandidat cuma aktif selama proses rekrutmen. Begitu ditolak? Ngilang.
Padahal, peluang itu bisa muncul jauh setelah sebuah “terima kasih, tapi belum cocok”.
Beberapa hal yang bisa lo lakuin:
1. Ucapin terima kasih setelah proses selesai.
Sampaikan lo apresiasi atas waktu mereka dan kesempatan interview. Banyak kandidat skip ini.
2. Follow up dengan sopan kalau ditolak.
Tanyakan feedback singkat, bukan buat debat, tapi buat improve.
3. Connect di LinkedIn, tapi jangan nge-spam.
Cukup message singkat: senang bisa belajar dari proses rekrutmen bareng mereka.
4. Update progress lo.
Beberapa bulan kemudian, lo bisa share milestone: kursus baru, project baru, atau perubahan karier. Recruiter jadi inget nama lo.
5. Engage konten mereka.
Like atau comment sesekali kalau ada post relevan. Ini cara simple buat tetep terlihat.
6. Tetap humble dan profesional.
Dunia HR itu kecil. Reputasi lo muter cepet.
Gw sendiri sering liat cerita kayak:
“Gw ditolak tahun lalu, tapi HR masih ingat cara gw ngobrol dan attitude gw. Akhirnya gw dipanggil buat posisi baru.”
Makanya, penolakan bukan titik akhir. Kadang itu cuma jeda sebelum kesempatan berikutnya.
Bukan selalu soal skill, tapi juga soal hubungan.