Saya engga tahu di sklh lain gmn. Saat SD, anak sy terpilih mengikuti program Leksam Bedas tantangan literasi 10 bln. Selain membaca, Jati jg diajari mengulas buku.
Skr di SMP setiap kali literasi selalu maju ke dpn lapangan membicarakan buku yg dibacanya.
Kadang sekolah terlalu sibuk membuktikan bahwa ada “program” keren di media sosial, sampai lupa mengkaji apakah program itu benar-benar mengubah pengalaman belajar anak menjadi lebih baik dan bermakna.
Ada program literasi.
Ada program karakter.
Ada program digitalisasi.
Ada program kewirausahaan.
Ada program anti-bullying.
Ada program ini dan itu.
Di atas kertas, semuanya bagus.
Beberapa pertanyaan patut untuk ditanyakan:
- Ini anak-anak benar-benar membaca atau hanya mengisi jurnal?
- Ini karakter benar-benar tumbuh atau hanya jadi slogan?
- Ini digitalisasi membantu belajar atau hanya memindahkan tugas ke platform?
- Ini kegiatan bermakna atau hanya dokumentasi?