Rupiah menguat bukan karena MBG distop.
Rupiah menguat karena tekanan eksternal mereda.
Tarif resiprokal Trump sempat picu kepanikan global.
Setelah ada sinyal negosiasi, dolar AS melemah.
Semua mata uang Asia menguat bukan cuma rupiah.
Ini bukan kausalitas. Ini korelasi yang dipaksakan.
Logika "distop MBG = rupiah menguat" itu seperti bilang:
"Hari ini aku pakai baju biru, rupiah menguat."
"Berarti kalau terus pakai baju biru, rupiah kuat terus."
Itu bukan analisis. Itu takhayul ekonomi.
Yang benar-benar menggerakkan nilai tukar:
• Kebijakan suku bunga The Fed (AS)
• Arus modal asing masuk/keluar
• Harga komoditas ekspor Indonesia
• Ketegangan geopolitik global
• Intervensi Bank Indonesia di pasar valas
Tidak ada satu program domestik yang bisa menggerakkan kurs dalam hitungan hari.
Boleh kritik MBG soal efisiensi, alokasi dari anggaran pendidikan, atau tata kelola.
Itu diskusi yang sah dan perlu.
Tapi menghubungkan MBG dengan pelemahan rupiah tanpa dasar?
Itu bukan kritik. Itu disinformasi.
Embege distop beberapa hari aja udah begini apalagi selamanya 😋