Berbicara Tentang Sejarah Juga, Kamis Nanti Bertepatan Dengan Hari Solidaritas Tahanan Anarkis Sedunia. Di Bandung, Dena Dikabarkan Akan Melanjutkan Sidangnya Pada 11 Juni
Jadi Sampai Berjumpa Disana, Komrad ✌🏻
instagram.com/p/DZXLw2EE9uN/…
Penahanan dan kriminalisasi aktivis ini adalah preseden buruk bagi negara yang baru punya kementrian HAM sendiri di luar kementrian hukum (kayanya negara ini doang yang begini).
Tahun 1927 dua orang imigran Italia dan "anarkis" didakwa hukuman mati dengan kursi listrik oleh penjara di massachusetts, as. Mereka adalah Niccola Sacco dan Bartolomeo Vanzetti, kuli pasar ikan dan kang sol sepatu yang dituding membunuh satpam dan staff TU pabrik sepatu.
Dakwaan dan proses tersebut dituding oleh banyak pakar baik itu hukum, sejarawan, politikus dll sebagai prejudice terhadap gerakan kiri. Sedang banyak kasus serupa dan lebih sadis prosesnya tidak sengasal kasus mereka.
Banyak pihak yang memberi tekanan dan aksi solidaritas sebelum mereka dihukum mati juga setelah eksekusi dari seluruh dunia. Dari new york sampai sao paolo, dari tokyo sampai auckland, dari london sampai johannesberg, bahkan salah satunya dari fasis paling fasis perdana mentri italia saat itu, Benito Mussolini. Case tersebut merupakan contoh salah satu causes celebre terbesar dalam sejarah modern.
Hingga 1970an, nama mereka akhirnya dipulihkan dan dianggap tidak bersalah setelah adanya investigasi lebih lanjut. Mereka dieksekusi hanya berbasis akan sentimen akan pegangan ideologis yang bertentangan dengan nilainilai penguasa.
Eksekusi tsb memicu aksi solidaritas dan teror balik terhadap kekuasaan sewenangwenangan lebih lanjut seperti pemboman bank sentral maupun percobaan pembunuhan presiden, dll.
Kasus ini berdampak ke produk kultural yang beragam salah satu yang paling tenar adalah film giulamo montaldo dengan judul sacco & vanzetti yang scoringnya mantep bgt fak, dan di creditnya ditutup dengan balladnya joan baez yang juga jadi referensi scoring gamegame mantep macam metal gear solid.