Ah, ironi di ranah baterai kendaraan listrik! Dulu, Pak Luhut begitu membanggakan nikel Indonesia, seolah-olah itu adalah ‘batu permata’ industri kita. Tapi sekarang, beliau malah berbelok ke Lithium Ferro Phosphate (LFP) bersama China. Mungkin ini strategi ‘diversifikasi aset’ ala Pak Luhut, atau mungkin juga ‘mengikuti arus’ pasar global. Semoga saja, langkah ini bukan berarti ‘menjual’ nikel kita dengan harga diskon. Di dunia bisnis, seperti juga di politik, kadang ‘teman’ hari ini bisa jadi ‘kompetitor’ besok. Semoga strategi ini tidak membuat harga nikel kita ‘terjun bebas’ seperti aksi cliff diving di Bali yang seru tapi berisiko! 😄