orang yang sudah menikah lalu berzina adalah pengkhianatan ganda terhadap Allah, pasangan dan juga anak. kalau mau menimbang dampak sistemik dari zina muhshan, they indeed deserve hudud (death penalty). hudud exist untuk lindungi masyarakat dari kerusakan nasab, keluarga dan fondasi masyarakat. bukan hal sepele, kerusakannya berat. hudud juga ngasih efek jera (deterrence) yang kuat, jadinya orang takut berbuat hal tersebut. di sistem hukum sekuler, deterrence ini gak ada atau sangat lemah, makanya jadinya “biasa aja” dan dampak kerusakannya terus berulang.
-dimulai dari dampak psikologis, korban selingkuh sering kali kena trauma berat, contohnya kena PTSD, depresi kronis, kecemasan yang parah, bahkan suicidal thoughts atau bahkan sampe melakukan itu. yang paling ancur biasanya anak-anaknya, mereka ngerasain betrayal dari orang tua yang seharusnya jadi tempat aman. akibatnya? trust issues seumur-umur, low self esteem, struggling buat bangun hubungan sehat, anger issues, dan punya risiko lebih tinggi buat mengulang pattern ini pas dewasa. jadinya trauma yang diturunkan antar generasi
-sistemically, infidelity itu salah satu pemicu utama perselisihan yang berujung ke perceraian, bikin broken home naik. anak-anak yang terdampak lebih rentan melakukan kenakalan remaja, kena masalah mental, prestasi sekolahnya drop, bahkan bisa terjerumus kriminalitas jangka panjang
-divorce akibat zina juga bikin daya ekonomi household langsung turun drastis. banyak ibu yang jadi single parent dengan penghasilan kecil, sementara biaya hidup anak dan rumah tangga tetep tinggi. akhirnya tugas negara buat ngasih bantuan sosial, kesehatan mental, dan program kesejahteraan makin berat.
jadi ya, it make sense mereka deserve death penalty, soalnya luka yang ditimbulkan gak pernah sembuh total dan dampaknya nyebar kemana-mana ke anak, keluarga, sampe jadi beban moral ekonomi sosial masyarakat luas
semua opini tentang perselingkuhan: