Kasus kematian Timothy Anugerah Saputra, mahasiswa UNUD jurusan FISIP ini sungguh menyita perhatian saya. Saya tidak kenal beliau, tapi dari kemarin saya pantengin terus update-an tentangnya. Satu kesimpulan yang saya ambil: menjadi orang baik, berempati, polos, rendah hati dan suka menolong bakal susah hidup di dunia yang kejam ini.
Sungguh banyak sekali predator-predator kejam di luaran sana yang bakal merenggut kemurnian hati dan jiwa seseorang sampai jiwanya kering dan usang.
Miris, sangat miris. Hati saya pedih, air mata jatuh ketika membaca dan menulis kasus ini. Bisa dibayangkan betapa gelisahnya beliau ketika hendak mengambil keputusan untuk mengakhiri hidup, gejolak batinnya di detik-detik terakhir kehidupannya. Kemudian setelah meninggal masih juga dijadikan bahan ejekan oleh rekan-rekan sekampus, bahkan ketua BEM yang seharusnya memberikan contoh teladan yang baik juga ikut terseret arus sebagai pembully. Di manakah letak hati nurani kalian sebagai manusia?
Video permohonan maaf dan sanksi nilai D apakah cukup? Apakah video permohonan maaf itu tulus atau hanya polesan untuk menghindari sanksi sosial?
Kalau belum bisa jadi orang baik, setidaknya janganlah menjadi orang yang jahat. Semoga tidur kalian nyenyak ya. Remember, what goes around comes around. KARMA does exist!
Fly high, Timothy. Jiwamu telah sembuh, kamu tidak sakit lagi! Rest in peace! Kalau kehidupan selanjutnya benaran ada, ayukkk kita berteman!
Regards,
Unknown friend
#bullying #UNUD #Suicides #Suicidecase #SuicideAwareness #viral #viralpost #viralindo #indonesiaviral