Indonesia punya ideologi fasis.
Ideologi itu adalah Fuhrerprinzip dengan Ciri Khas Jawa.
Bentuknya adalah totaliterisme militeristik. Tidak ada diskusi. Asal Bapak Senang.
"Izin."
"Siap laksanakan."
Abaikan segala teori fasisme luar negeri. Ideologi fasis *kita* adalah ini.
Kalau disuruh lompat ke jurang, lompat. Kalau disuruh gila mmbuang uang ratusan triliun buat MBG, buang. Perintah atasan adalah perintah Allah.
Budaya ini berasal dari militer. Budaya ini cocok jika diterapkan di operasi tempur militer. Ketika militer malah memerintah, budaya ini malah diterapkan di seluruh masyarakat. Padahal, itu sangat tidak cocok dan buruk, sebagaimana budaya debat demokratis sangat tidak cocok diterapkan untuk operasi tempur militer.
Keduanya harusnya dipisah.
Ospek adalah cargo cult yang secara primitif dan liar mencoba meniru-niru kebudayaan fasis totaliter ini.
Ada partai politik yang menganut ideologi fasis ini. Mereka sangat marah ketika UUD 1945 diamendemen untuk menyetop ideologi militeristik itu dan menggantinya dengan Negara Hukum yang pasti, rasional, dan ilmiah.
Ada partai politik nasional yang ingin menghapus amendemen I-IV dan menghapus Pasal 1 ayat 3, "Indonesia adalah negara hukum."
Agenda itu ditetapkan langsung di AD/ART partai itu.
Parahnya, agenda itu menolak memasukan bagian Penjelasan UUD naskah asli.
Mungkin kamu tidak tahu bahwa sebelum amendemen, UUD 1945 secara resmi terdiri dari tiga bagian; pembukaan, batang tubuh, dan penjelasan.
Masalahnya, bagian penjelasan baru ditambahkan dan ditetapkan pada 1946. Ia bukanlah bagian dari ketetapan Sidang PPKI 18 Agustus 1945.
Jadi, yang partai ini inginkan hanyalah pembukaan dan batang tubuh UUD naskah asli saja. Penjelasannya dibuang.
"Murni dan konsekuen."
Kalau kalian pernah membaca bagian penjelasan UUD, konsekuensi yuridis agenda ini menjadi jelas. Secara formal, partai ini berambisi membubarkan negara hukum dan mengembalikan Indonesia menjadi negara preman.
Apabila partai ini berhasil, kalimat pembuka naskah skripsi tiap mahasiswa fakultas hukum akan berubah menjadi seperti ini: "Indonesia adalah negara preman."