kalau ditanya apa musuh terbesar dalam pernikahan? Jawabannya simpel banget: berhenti peduli.
Banyak yang terjebak dalam mindset kalau sudah sah, pakai cincin, dan tinggal serumah, artinya tugas sudah selesai. Pasangan dianggap sudah pasti gak bakal ke mana-mana. Akhirnya, fokus energi dipakai buat urusan anak, kerjaan, atau hobi masing-masing. Pernikahannya sendiri? Ya dicuekin, ditaruh di nomor sekian.
Coba ingat masa-masa awal pacaran dulu. Pasti kita bela-belain banget melakukan hal-hal kecil biar si dia merasa dicintai dan diperhatikan, kan? Kita pengen kelihatan menarik di mata mereka, dan kita juga beneran tertarik sama hidup mereka. Sayangnya, begitu kata "sah" sudah diucapkan, kebiasaan manis itu malah sering hilang total.
Efeknya apa? Hubungan langsung masuk ke negative spiral alias lingkaran setan.
Saling menyalahkan pun dimulai. Yang satu bilang, "Aku males romantis karena kamu cuek," terus pasangannya ngebalas, "Lah, aku cuek juga karena kamu gak pernah ada waktu buat aku!" Ujung-ujungnya, dua-duanya merasa paling benar, tapi sama-sama sengsara.
Padahal, buat membalikkan lingkaran setan itu jadi lingkaran yang positif tuh gampang banget. Gak butuh modal gede, dan gak butuh waktu lama juga. Cuma butuh beberapa detik.
Misalnya, sesederhana ninggalin catatan kecil di meja sebelum berangkat kerja, "Semalam seru banget ya nonton barengnya. Aku beruntung banget punya kamu."
Berapa lama waktu yang dibutuhin buat nulis kayak gitu? Gak sampai 10 detik, kan? Biayanya? Gratis! Tapi efeknya buat pasangan tuh luar biasa banget, bikin mereka merasa seen and loved.
hubungan/pernikahan itu persis kayak tanaman. Gak bisa cuma ditanam sekali terus ditinggal gitu aja berharap dia bakal tumbuh subur sendiri. Kalau kita berhenti menyiramnya dengan perhatian dan kasih sayang setiap hari, ya tinggal tunggu waktu aja sampai tanaman itu layu... lalu mati.
What’s the quickest way to end a marriage, and what's the simplest way to bring love back to life?
In this clip, leading divorce lawyer James Sexton (
@nycdivorcelaw) reveals the behaviours that destroy relationships and the small shifts that can bring love back.