Pukulan Besar bagi Status Regional Qatar
๐ฅ Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa serangan di Doha sepenuhnya merupakan tindakan independen Israel. Ia bahkan mempublikasikannya dalam bahasa Inggris, seolah ingin memastikan dunia mendengar langsung pesannya.
Pertanyaannya: apakah Amerika benar-benar tidak terlibat?
Sulit untuk percaya. Baru-baru ini, Adam Boehler โ utusan era Trump yang punya kedekatan dengan lingkaran kebijakan Timur Tengah โ menulis bahwa sudah waktunya memberi tekanan pada Qatar. Hanya berselang beberapa hari, asap pun membumbung di Doha.
Israel mengklaim itu keputusan mereka sendiri, tapi pola ini mirip dengan awal serangan ke Iran: tidak mungkin berlangsung tanpa setidaknya restu diam-diam dari Washington. Jika AS benar-benar menentang, operasi seperti ini tidak akan terjadi. Ingat, Qatar pernah memberi fasilitas militer kepada Trump; hubungan segitiga ini selalu penuh kalkulasi.
Apapun hasil operasinya โ apakah benar berhasil menargetkan pimpinan Hamas atau tidak โ dampak politiknya sudah jelas: reputasi regional Qatar terpukul keras.
Selama dua tahun terakhir, Doha memainkan peran ganda. Di satu sisi, mereka jadi sponsor utama Hamas, menyalurkan dana dengan persetujuan setengah hati dari Israel. Di sisi lain, ketika isu sandera mencuat, Qatar tiba-tiba berperan sebagai mediator kunci, memosisikan diri seolah-olah sebagai jembatan yang tak tergantikan. Peran ini seperti pengedar yang selalu menawarkan โdosisโ berikutnya โ membuat semua pihak ketergantungan.
Hari ini, Israel memutus pola itu. Mereka tidak hanya menargetkan individu, tapi juga mengirim pesan strategis: untuk pertama kalinya sejak Operasi Entebbe 1976, Israel secara terbuka mengakui melakukan operasi militer di wilayah negara yang bukan musuh resmi. Itu langkah berani โ sekaligus cara menutup pintu bagi Hamas.
Pesannya jelas: Qatar bukan lagi tempat aman bagi pemimpin Hamas. Doha kehilangan statusnya sebagai โarena netral.โ Dan bagi Qatar sendiri, ini tamparan keras.
_ Amit Segal
___
Ditulis ulang oleh: Winda Valkyrie