Awalnya aku hanya ingin mengganti foto ini, tetapi berkali-kali gagal terunggah dan terus disambut pesan galat yang sama. Setelah beberapa percobaan yang sia-sia, akhirnya aku menyerah dan memutuskan untuk membagikannya di Instagram saja.
Beginilah caraku menyampaikan “Te Amo” dalam beragam ekspresi. Ada yang terdengar supportif, marah, penuh haru, sendu, hingga dipenuhi kebahagiaan. Meski berbeda-beda, maknanya tetap sama. Apakah aku sudah cukup baik dalam menyampaikannya?
Awalnya aku tidak tahu kenapa senyumku selebar ini. Lalu aku melihat lagi fotonya. Oh, benar. Aku sedang merangkul gadis yang berhasil memenangkan hatiku, dan dia berdiri di sampingku sambil memberikan kedipan manis ke kamera.
Saat itu cuaca di Meksiko begitu cerah, ditemani semilir angin yang membuat suasana terasa semakin menyenangkan. Atau mungkin alasannya bukan itu, mungkin aku memang terlalu antusias karena tak lama lagi akan menyaksikan Piala Dunia.
Seperti bunga yang sedang merekah, rupanya senyum membuatku terlihat sedikit lebih manis. Tidak heran jika beberapa foto ini membuatmu ingin melihatnya lebih dari sekali.
Aku terlihat bahagia, ya? Tentu saja. Bagaimana mungkin tidak? Di antara semilir angin, rindangnya pepohonan, dan semburat cahaya yang menari di sela daun, aku menemukan begitu banyak alasan untuk tersenyum.
Sekilas mungkin kami terlihat seperti Anneliese dan Erika yang sedang berlibur. Bedanya, kami tidak bertukar tempat ataupun menjalani kehidupan kerajaan. Kami hanya sepasang kekasih yang sedang menikmati cerahnya hari dan kebersamaan sebelum euforia Piala Dunia dimulai.
Sebelum stadion dipenuhi gemuruh dan peluit pertama dibunyikan, aku memilih menikmati ritme Meksiko yang lebih tenang. Menyusuri sudut-sudut kota, menikmati hangatnya cuaca, dan mengabadikan beberapa potret bersama pacarku yang cantik.
“Bed selfie while feeling pretty.” Sudah lama aku tidak mengambil foto dengan pose seperti ini. Meski rambutku sedikit berantakan, kurasa itu bukan masalah. Pesona terbaik hadir saat kita tidak berusaha terlihat sempurna.
Ada telepon masuk? Maaf, aku dan @Minjeonw sedang tidak bisa diganggu. Saat ini seluruh perhatian kami sedang tertuju pada lapangan, mengikuti setiap debar, sorakan, dan momen yang membuat jantung ikut berlari. Untuk urusan lain, silakan tunggu setelah Piala Dunia selesai.
Beginilah saat aku dan @Minjeonw di Piala Dunia. Sebelum pertandingan membuat suasana memanas, kami sudah lebih dulu larut dalam semangatnya. Bergoyang sebentar, lalu mengangkat minuman untuk merayakan keseruannya. ❤️⚽🥤
Aku tidak tahu mana yang lebih memikat saat itu: cahaya matahari yang menyelimuti stadion atau antusiasme yang tak henti memenuhi hatiku. Yang pasti, aku ingin mengabadikan keduanya dalam satu bingkai, agar debar dan euforianya bisa kusimpan lebih lama.
Sejujurnya, Piala Dunia kemarin menjadi salah satu pengalaman yang paling mendebarkan bagiku. Untuk pertama kalinya, aku menyaksikannya secara langsung. Di tengah segala gugup dan antusias yang bercampur, aku bersyukur bisa memberikan dukungan langsung untuk Tim Nasional Korea.
Masih sulit percaya bisa menikmati suasana seistimewa ini. Riuh sorak memenuhi stadion, sementara Korea menutup pertandingan dengan kemenangan 2-1. Di antara euforia yang mengalun dari tribun, aku menyimpan banyak potret dan kenangan bersama pacarku.
notice to the public: one (1) winter is still at large. if your existence feels like a happy little accident, and if your sq or oa happens to be friendly, people begin to miss you the moment you leave. thou hast likely met the requirements. perhaps thou art the lemonade. ★
notice to the public: one (1) winter is still at large. if your existence feels like a happy little accident, and if your sq or oa happens to be friendly, people begin to miss you the moment you leave. thou hast likely met the requirements. perhaps thou art the lemonade. ★
Kalian benar-benar keren hari ini. Aku juga semangat banget memberi dukungan, dan rasanya terharu melihat semuanya. Untuk para atlet, kalian sudah bekerja keras. 🥺🤍😈