Tahun 1932, militer Australia kalah perang. Musuhnya? Bukan negara lain, tapi 20.000 burung Emu.
"The Great Emu War" bermula saat kawanan Emu menginvasi lahan gandum veteran PD I di tengah krisis ekonomi. Putus asa, pemerintah menerjunkan Royal Australian Artillery lengkap dengan senapan mesin Lewis dan 10.000 peluru.
Plot twistnya Emu ternyata punya taktik gerilya alami. Begitu ditembak, mereka langsung pecah formasi jadi kelompok kecil dan lari 50 km/jam. Bulu mereka yang tebal bahkan bikin mereka tahan peluru layaknya tank mini.
Hasil akhirnya ribuan peluru habis, reputasi militer hancur, dan pasukan ditarik mundur. Emu menang mutlak.
Uniknya, masalah ini baru kelar setelah pemerintah bikin sayembara berhadiah uang buat warga lokal. Taktik ini jauh lebih efektif karena dalam waktu singkat, lebih dari 57.000 Emu berhasil diburu oleh warga sendiri tanpa perlu menurunkan senapan mesin militer.
Melihat situasi kita per Juni 2026 ini, dengan harga BBM yang baru naik dan kondisi ekonomi yang mulai bikin ketar-ketir, mungkin ada satu pelajaran penting dari kawanan Emu.
Sekecil atau seremeh apa pun kita di mata pembuat kebijakan, insting bertahan hidup 'rakyat kecil' itu jauh lebih tangguh dari tekanan sistem yang paling berat sekalipun.
Tetap bertahan, ya!
ALT Seorang pria yang memegang burung emu dibunuh oleh tentara Australia.
Source: https://trove.nla.gov.au/newspaper/article/104212702#
ALT Sebuah artikel surat kabar yang dicetak selama "Perang Emu"
Source: NewsBytes