Ini sudh clear bgt. Memng pada prinsipny feminism itu menjunjung tinggi free will cewe, sementara agama yaa patokannya syariat. Di sebagian hal bisa sejalan, Di sebagian lain tidak. Harusnya bisa Dinormalize dukung 1 hal, dan menolak Di issue lain. Ngg perlu smuanya sejalan.
Sangat mudah dipahami, tp itu semakin membuktikan bahwa payung feminismenya punya t&c.
Dlm hal ini, seperti yg anda bilang, harus percaya bahwa perempuan bebas memakai pakaian apapun.
Again thanks for the honesty. Sy sangat mengapresiasi twit spt ini lho, jgn salah sangka hehe