ใ
ค
ใ
ค
Alastair menoleh ke arahnya, tertawa kecil mendengar pertanyaan yang membungkus keraguan. Kemudian, ia membalas, "Jangan dipikirkan. Soal keamanan, Sevrin akan selalu mengurusnya hingga selesai. Bukan begitu?"
"Semuanya sesuai rencana. Mereka menerima bagian masing-masing, langsung setuju begitu saja karena nilai yang kita tawarkan tinggi sekali," Sevrin menjawab tanpa khawatir.
"Jadi, kita mengulang bulan depan?" Adelheid menimpali.
Alastair mengangguk pasti, "Sudah rindu menyambut tamu baru, 'kan? The Grand Conclave akan kita adakan sekali lagi."
๐๐๐ ๐๐๐ผ๐๐ฟ ๐พ๐๐๐พ๐๐ผ๐๐.
Untuk pertama kalinya setelah sekian lamaโnama itu kembali digaungkan bagai asap yang merayap perlahan melalui cerobong. The Grand Conclave dibuka seperti tulisan yang digoreskan di atas kertas kosong. Jauh di luar sana, Enclavore dan ORVALENCE mungkin telah dikubur bak arsip yang tidak lagi dapat disentuh, seolah-olah waktu menjadikannya pudar hingga tidak lagi seperti ingatan utuh.
Namun, di bawah langit yang sama sekali berbeda, masa lalu tidak akan pernah benar-benar pergi. Ia diawetkan, dijaga, dan tibalah masa bagi keenam orang itu untuk menjemputnya kembali.
ใ
ค
ใ
ค