Gue pernah average down saham yang sudah turun 30%.
Lalu turun lagi.
Gue average down lagi.
Lalu cut loss di harga yang bikin gue gak bisa tidur tiga malam.
Kalau ada sertifikasi resmi untuk itu, gue sudah lulus dengan nilai tertinggi.
Tapi dari semua itu, gue sampai pada satu kesimpulan yang mungkin tidak populer:
Sebagian besar edukasi investasi di Indonesia mengajarkan hal yang benar tapi dengan urutan yang salah.
Orang diajarkan chart sebelum diajarkan berapa besar loss yang sanggup mereka tanggung.
Diajarkan cara entry sebelum diajarkan kapan harus exit.
Diajarkan cara beli saham sebelum diajarkan bahwa cut loss itu bukan kekalahan, cutloss itu skill yang butuh latihan.
Akibatnya, banyak yang masuk pasar dengan analisis teknikal yang cukup bagus tapi gak punya manajemen risiko.
Dan ketika IHSG koreksi, bukan chartnya yang menghancurkan mereka, tapi keputusan yang dibuat di tengah panik.
Akun ini ada karena gue gak mau orang lain bayar harga yang sama untuk pelajaran yang seharusnya bisa dipelajari lebih murah.
Di bawah, gue kumpulin semua yang pernah gue tulis:
dari money management, psikologi cut loss, cara membaca kondisi IHSG dari sudut pandang ritel, sampai kenapa banyak strategi yang viral itu berbahaya tanpa konteks yang benar.
Bukan karena gue lebih pintar.
Tapi karena kesalahan dan kebodohan yang udah pernah gue alami dulu terlalu mahal dan sayang kalau pelajarannya cuma buat gue sendiri.