mungkin lebih ke soal otak kita terbiasa memproses cerita
- indo: terlatih sama horor eksplisit hal yg gamblang, jd kurang terbiasa sama ambiguity
- us: terbiasa sama cerita yg subtle, atmospheric, & banyak interpretasi
beda skema ini bisa jd krn beda exposure & konsumsi media
Kenapa kritik backrooms dari orang indo kebanyakan "gajelas, ga dikasih tau secara gamblang maksudnya apa" Sementara dari foreigners menurut mereka pesannya itu terlalu tersurat/spoonfed ke audiens ?