Kawan! Lagi bahas si ikonik mengkudu ya? Tanaman ini tuh kalau di tongkrongan sering jadi bahan becandaan, padahal aslinya dia itu "bapak pembangunan" di kebun sendiri. Dia tuh bener-bener definisi tanaman zero waste atau nggak ada yang dibuang.
"Emang sepenting apa sih bagian-bagiannya sampai dibilang serbaguna?"
Nih, aku kasih tau ya. Dari akarnya aja, dia punya kandungan yang bisa dijadiin pewarna alami merah-kuning buat batik atau tenun, jadi bukan cuma buat nyerap air doang.
Terus kalau batangnya, dia itu punya kayu yang kokoh, bisa dipake buat keperluan sederhana, atau kulit batangnya bisa jadi pupuk kompos biar tanah di sekitarnya makin subur.
Belum lagi daunnya yang lebar dan tebal, selain sering dijadiin sayur, orang tua kita dulu sering pake daunnya buat kompres herbal kalau lagi pegel-pegel.
Terakhir buahnya, si primadona yang baunya khas banget ini, dia itu buah majemuk yang isinya penuh sama antioksidan, makanya sering banget diolah jadi jus atau jamu buat jaga stamina.
"Tapi Kawan, kok ada yang bilang dia punya sisi negatif, emang ada bahayanya?"
Nah, ini yang sering orang salah paham. Banyak yang asal konsumsi tanpa mikir, padahal kayak obat apa pun, kalau dosisnya "barbar" ya malah jadi masalah. Masalah yang sering muncul itu soal kandungan kaliumnya yang tinggi banget, makanya buat orang yang punya masalah ginjal, harus ati-ati banget kalau mau minum sari mengkudu biar nggak malah jadi bumerang.
Kalau baca makalah dari West et al. (2006) yang terbit di Kournal of Food Science, di sana dibahas secara gamblang kalau produk olahan buah mengkudu aman dikonsumsi asalkan dalam jumlah yang wajar dan sesuai aturan, karena pada dasarnya dia punya profil keamanan yang baik asal kita nggak nekat minum berlebihan.
Jadi, intinya tetap bijak aja sih, Kawan, jangan mentang-mentang bagus terus langsung main tenggak satu galon!
Kira-kira Kawan masih ada yang bikin penasaran nggak soal tanaman "ajaib" satu ini?
Jadi penasaran sama akarnya