Start over again my life at 30 and its okay ✨
Hi ☺️
Aku sudah melalui banyak hal.
Pernah gagal dalam urusan pernikahan, mengalami mental breakdown, trauma, hidup sebagai people-pleaser, fatherless, mother wound, dan sandwich generation.
Rasanya hidup seperti direnggut paksa, terisolasi dari dunia sendiri, waktu aku memutuskan untuk masuk ke dunia baru. Berharap hal baik akan datang karena aku berusaha taat dan menjalani dengan ikhlas ☺️
Aku menjauhkan diri dari banyak hal yg aku bangeeet, bahkan sempat tak berani mengangkat kepala karena malu — meski itu bukan sepenuhnya akibat perbuatanku 🥺🤔
Bahkan ada saat kepalaku selalu ramai. Pernah sampai di titik di mana aku gak sanggup kalau gak mendengar musik atau suara apa pun, karena keheningan sedikit saja sudah terasa menyiksa. Aku juga sempat tidak bekerja karena memilih mengalah dan berkorban banyak untuk keluarga.
Sampai saat aku beranikan mengambil keputusan besar dan tanggung jawab yang berat.
Dan kemudian aku sampai di titik di mana aku bilang ke diri sendiri:
“Aku nggak pantas diperlakukan seperti ini.”
Tak ada yang bisa menolong aku selain diriku sendiri.
“Kalau aku nggak gerak, hidupku nggak akan pernah berubah.”
Lebih baik berjuang daripada menderita seumur hidup, toh no body promise tomorrow, right ?!! Pelan-pelan aku mulai mencintai diri sendiri, lagi.
Achievement terbesarku sampai saat ini adalah menemukan diriku lagi — mengembalikan Ribka yang dulu percaya diri, yang bisa mengangkat kepala dengan bangga di depan teman-teman.
Hidupku sekarang pelan-pelan pulih dan lebih stabil, meski mental masih naik-turun. Tapi aku sudah jauh lebih baik dari dulu.
Dan aku bangga dengan perjalanan ini.
18! How do you restart your life at 30s?
From break ups, financial loss, mental and physical drain. 😮💨☕️