Joined March 2025
Photos and videos
Riandy Saputra retweeted
Setuju banget. Titik tertinggi HABIT adalah IDENTITAS. Contoh orang yg bilang, "Aku bukan perokok." Dia tak akan merokok, walaupun ditawarkan rokok paling mahal. Sama seperti Ramadan sekarang. Siapa sih yg gak suka makan? Siapa sih yg pengen laper? Tapi, semuanya berhenti karena bilang, "Aku lagi puasa." Nah, untuk membentuk IDENTITAS ini perlu PEMBIASAAN. Kebiasaan berulang-ulang. Dalam waktu yg lama. Jadi, bisa terbayang kan kenapa masih ada muslim yang tidak puasa? Saat ada muslim bertahun-tahun latihan menahan lapar & haus sampai menjadi IDENTITAS, ada mereka yang bertahun-tahun biasa saja makan nasi uduk di tengah hari. Sampai berpuasa pun terasa asing. Sampai menjadi identitas: "Aku tak bisa berpuasa." Mungkin ada yg nanya, "Kalo udah jadi identitas gak bisa diubah dong?" Jawabannya: BISA ✨ Meski sulit, tapi ada satu TEORI PERILAKU yg bisa menggerakkan seseorang. TEORI ini kugunakan juga dalam dunia digital marketing. Supaya yang gak pengen jadi pengen, dari lihat-lihat jadi transaksi. Kalau banyak yg mau, boleh SAVE & RETWEET ✨ Kalau rame, Nanti aku kupas tuntas 😊
Gw punya temen yang dua tahun lalu hidupnya berantakan secara rutinitas. Bangun siang. Makan seadanya. Olahraga nol. Dan tiap kali liat orang yang rajin gym dan hidup sehat dia selalu bilang hal yang sama 'enak ya mereka bisa disiplin kayak gitu. Gw mah gak akan bisa.' Sampai suatu hari dia tanya ke gw gimana caranya bisa sampai di titik itu? Dan gw kasih jawaban yang waktu itu dia gak mau denger. Gw bilang rahasianya bukan motivasi. Motivasi itu bohong. Motivasi datang dan pergi. Hari ini semangat besok males. Minggu ini rajin bulan depan libur total. Yang bikin orang beneran berubah bukan motivasi. Tapi identitas. Orang yang konsisten gym bukan karena mereka selalu semangat. Tapi karena di kepala mereka udah ada label gw adalah orang yang olahraga. Bukan gw lagi coba coba olahraga. Tapi gw emang orangnya. Bedanya tipis tapi dampaknya beda banget. Gw kasih dia satu tantangan. Jangan target langsung gym sejam. Jangan target langsung makan bersih 100 persen. Mulai dari satu hal yang paling kecil yang hampir gak mungkin gagal. Bangun jam 6. Itu aja. Gak perlu ngapa ngapain setelah itu. Cukup bangun jam 6. Seminggu pertama dia lakuin itu. Minggu kedua dia mulai iseng jalan pagi karena udah bangun duluan. Minggu ketiga dia mulai masuk gym karena ngerasa sayang udah bangun pagi tapi gak ngapa ngapain. Tiga bulan kemudian rutinitasnya udah terbentuk sendiri. Bukan karena ada rahasia besar. Bukan karena tiba tiba dapat motivasi dari langit. Tapi karena dia mulai dari yang paling kecil sampai otaknya gak punya alasan untuk menolak. Ketagihan itu bukan titik awal. Itu hasil dari konsistensi yang udah cukup lama sampai lo gak bisa bayangin hidup tanpanya
23
799
4,882
227,960
Riandy Saputra retweeted
Prediksi Professor Jiang adalah Iran akan berhasil mempersatukan umat muslim. Bukan cuman Syiah tapi juga Sunni untuk membangun Pax Islamica. Pax Islamica akan menjadi satu-satunya gerakan perlawanan melawan Pax Judaica. So far prediksi beliau masih sangat akurat hahaha.
163
2,023
15,610
730,960
Riandy Saputra retweeted
Soal femisida ini ya, aku baca beberapa buku soal bedanya lelaki dan perempuan ketika marah. Karena emang penelitiannya lumayan banyak, soal faktor evolusi cara kerja otak sampai norma sosial. Salah satunya buku ini. 1️⃣ Marah = bias gender Jika lelaki marah/ekspresif, maka society melihatnya sebagai tanda maskulinitas, superiority. Jika perempuan marah >> histeris, nggak rasional, dst. Jadi dalam masyarakat pun sejak kecil secara nggak sadar perempuan itu supress (menahan) marah dan masking menjadi kesedihan atau kekecewaan. 2️⃣ Perempuan cenderung jadi reformis ketimbang revolusionis Nyambung sama yg pertama, jadi perempuan menyalurkan marahnya tu bertahap, dan mereka mempertimbangkan risiko (bisa fatal). Jadi amarahnya dikeluarkan pelan (ada strategi), lalu tujuannya lebih luas (perubahan sosial, misalnya). 3️⃣ Slow burn & emotional labor Nahan amarah >> berkontribusi pada penyakit mental dan fisik. Selain itu meregulasi emosi kuat kayak gitu supaya nggak meledak juga melelahkan. 4️⃣ Penulisnya bilang: amarah itu nggak destruktif, itu menegaskan boundaries dan bisa jadi katalis perubahan jangka panjang. Tapi apakah defaultnya gitu? Nggak juga, coba cari sejarah suffragist movement dan suffragettes. Atau dalam konteks Indonesia, model Dewi Sartika & Kartini yg beda banget dengan Cut Nyak Dien atau Gerwani.
5
202
536
13,444
Riandy Saputra retweeted
Saya akan memberikan perspektif berbeda. β€œOrang semarah apapun justru bisa berbuat kekerasan.” Setidaknya hal ini dibuktikan lewat statistik dari laporan @hariankompas Juga dijelaskan secara kriminologis lewat subkebudayaan kekerasan dari Wolfgang dan Ferracuti [Sebuah Utas]
Akar masalahnya itu adalah pelaku memiliki masalah dalam meregulasi dirinya. Orang pada umumnya semarah apapun tidak akan sampe berbuat spt itu. Jadi, stop shifting the problem. This is a real case not a drama. This is supposed to be deadly serious not exciting.
13
183
519
153,955
Riandy Saputra retweeted
17 Nov 2025
127
1,743
34,663
1,944,001