We started off the discussion with powerful opening remarks from two youth activists Quorrota & Nasywa from @Seruni_ID Indonesia „our reality, impacted by climate change, fuels us with climate anxiety. we are demanding gender just climate solutions and international solidarity!“
Pernyataan Nasional Front Perjuangan Rakyat (FPR) 20 Oktober 2024 - Dalam Rangka Pelantikan Presiden Terpilih Prabowo Subianto Sebagai Presiden Republik Indonesia 2024-2029 (1)
SERUNI participated in the 16 Days of Global Action on Agroecology 2024, by showcasing our organic farm formed and maintained based on agroecology practices as a climate solution.
This September, world leaders will gather for several important events, including the 79th UN
General Assembly and the Summit of the Future. Climate and social justice movements are
launching coordinated actions across the globe from September 13 to 20 to push governments.
Especially those in the global North, to end fossil fuels and to provide climate finance that is
adequate, new and additional, predictable, public, and grant-based.
SERUNI together with students movement amplify issue of climate justice and promote Agroecology as climate solution led by the people. #ClimateReparations#RealSolutions#PayUp
PANAP and Seruni as ARWC secretariat were hold "Women Rise Up: Agroecology Practices of Rural Women in Asia" workshop at the 4th Asia Pacific Feminist Forum (APFF)!
Organisations like Vikalpani Sri Lanka, Society for Rural Education and Development - SRED India, and Amihan Women Philippines will share their inspiring agroecology initiatives that are making a real impact to the community.
Diskusi update situasi terkini #kawalputusanMK dan mengapa perempuan dan mahasiswa harus ambil bagian dalam aksi kampanye ini.
Membongkar akar persoalan sistemik mengapa kemarahan rakyat tak lagi bisa dibendung, mengapa rezim boneka Jokowi semena-mena atas negeri ini, dan-
-industri manufakturnya. Maka sudah menjadi tugas borjuasi kecil intelektual dengan disiplin ilmunya utk membalikkan situasi. Memberi pengetahuan pada kaum tani, menciptakan teknologi maju dan kapital utk produksi pertaniannya.
Tidak ada jalan selain mengorganisasikan diri dalam organisasi demokratis nasional melawan tindasan tiga musuh rakyat Imperialisme, feodalisme, dan kapitalis birokrat.
Proses menjelang Pilkada 2024 yang melibatkan partai politik tentang syarat pencalonan hingga batas usia calon kepala daerah membuktikan lagi bahwa tidak ada demokrasi sejati di Indonesia. Pertarungan tersebut terjadi antar klas reaksioner yang lebih lemah dengan yang lebih kuat.
Persatuan rakyat tertindas dan terhisap di Indonesia harus menemukan jalan perjuangan yang baru, untuk demokrasi sejati. Tidak lagi terilusi oleh politik elektoral, bukan juga dengan menitipkan nasih kepada parlemen, bahkan tidak akan berubah hanya dengan melalui Pemilu/Pilkada.