Ada tetanggaku pasutri jadi imigran di arab saudi, pulang-pulang ekonominya berhasil naik. Kalo nenek lo masih miskin aja, berarti ada yg salah dg pengaturan keuangnya atau malah dititipin ke saudara yg ga bisa dipercaya ya? Nilai rupiah itu rendah loh, bagi mata uang asing
Yang ini aku bisa bantu jawab, Kak. Maaf kalau agak panjang ya, ini dari sudut pandangku pribadi.
- Pertama, gak semua orangtua punya kesempatan untuk punya usaha sendiri atau bisa jadi pengusaha. Kebanyakan dari mereka kerja sama orang lain dan pekerjaan kayak gitu biasanya ada batas umurnya.
- Kedua, gak sedikit juga orangtua yang punya keterbatasan skill, terutama di bidang teknologi. Beberapa bahkan gak sempat sekolah tinggi.
Contohnya ayahku sendiri. Beliau cuma lulusan SMP dan dulu kerjanya sebagai OB (Office Boy). Kenapa gak lanjut sekolah? Karena beliau yatim dari kecil. Ibunya (nenekku) sampai harus merantau jadi TKW demi bisa menghidupi anak-anaknya. Jadi waktu itu, pendidikan memang jadi sesuatu yang gak terjangkau buat ayahku.
Sementara ibuku juga yatim dari kecil. Keluarganya turun-temurun sebagai petani, dan bisa sekolah sampai SMEA aja udah luar biasa waktu itu. Setelah lulus, beliau kerja di toko, bagian pembukuan, manual, tulis tangan, sesuai yang dipelajari waktu sekolah. Tapi begitu tokonya bangkrut, mau kerja di mana lagi, sedangkan beliau gak terbiasa pakai komputer.
Nah, begitu aku mulai mapan, aku gak tega liat orangtuaku terus bekerja sebagai โpesuruhโ seumur hidupnya. Jadi aku yang menyanggupi untuk biayain hidup mereka. Dan aku gak merasa itu beban, apalagi โscam.โ
Dan yaudah, aku yang bertanggung jawab nguliahin adik-adikku. Lalu aku bikinin ortuku usaha, yang mudah mereka jalanin sesuai kapasitas mereka. Lebih ke biar mereka ada kegiatan dan gak cepat jadi pikun.
Dan untuk adik-adikku juga aku kasih pemahaman klo tanggung jawab ini harus dijalanin bersama. Mereka harus fokus kuliah, begitu mereka udah kerja, mereka juga ikut patungan semampunya, jadi gak semuanya dibebankan ke aku sekarang. Alhamdulillah sejauh ini Tuhan mudahin jalannya.