Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate) sebesar 25 bps menjadi 5,50% lewat Rapat Dewan Gubernur (RDG) mingguan (off-cycle) pada tanggal 9 Juni 2026. Langkah agresif mendadak ini diambil di luar jadwal rutin bulanan untuk menahan kejatuhan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh rekor terlemah di atas level psikologis Rp18.000 per dolar AS akibat tingginya gejolak geopolitik global
kenaikan yield ini dilakukan untuk penyelamatan rupiah oleh BI agar menguat dari USD, Bloomberg memprediksi BI masih bisa naikan suku bunga 25 pts lagi bulan Juni ini dan ini akan menguatkan rupiah tapi menaikan yield SBN pada pertemuan RDG bulanan terjadwal berikutnya di tanggal 17–18 Juni 2026
kenaikan Yield SBN akan menekan harga jual SBN lama ber kupon rendah, menurunkan nav RDPT, dan menaikan kupon SBN baru, namun meningkatkan daya tarik investor masuk ke SBN Indonesia dan menguatkan rupiah. rupiah yg kuat akan menurunkan harga barang impor dan beban subsidi energi (oil),
bunga KPR floating juga mungkin akan naik karena total kenaikan bunga 2026 sudah 0.75 akan 1%