🔕🍷Multifandom Indonesian yume radfem fed up with classic & neo-patriarchy and her gov 🍷Mydei girlie🍷Gynophobes & Fujoshits DNI

Joined May 2025
477 Photos and videos
Pinned Tweet
Kind reminder: none of your ship is canon, everything is bait from dev to lure you to buy merch and ingame currency, so be happy delusional in your own fucking lane and try not to throw a tantrum when people accross fandoms are publicly SICK of your goddamn slop of a community ❤️
6
5,333
Wailanda's Antinomy retweeted
Data yang bilang Singapura itu investor terbesar Indonesia ternyata cuma ilusi. Uang itu sebenarnya modal taipan lokal yang diparkir di perusahaan cangkang nya di Singapura, lalu diputar balik ke Indonesia seolah-olah modal asing. 🌚 Tujuannya? Biar dapet insentif investasi, pajak rendah, dan anonimitas aja 🐧🐧 Para konglomerat ngeruk SDA pakai biaya operasional Rupiah (gaji buruh, alat), tapi ngejual hasilnya ke luar negeri pakai Dolar AS. Jadi, tiap kali Rupiah nyungsep dan Dolar naik, margin profit mereka auto-meroket tanpa perlu nambah produksi atau kerja keras. Kita meringis, mereka party. 🤣🤣🤣🤣 Monopoli kapitalnya udah nggak main-main. Cuma lima grup konglomerat (Sinarmas, Indofood, Wilmar, Sukanto Tanoto, Adaro) disebut menguasai lebih dari 40% perputaran uang di seluruh Asia Tenggara. Uang yang muter di kawasan ini pada dasarnya dikontrol sama segelintir elite doang.
Guys, ada satu pengakuan dari akademisi yang menurut gue paling penting dan paling jarang diungkap secara terbuka tentang siapa yang sebenarnya mengendalikan ekonomi Indonesia. Setiap tahun kita merayakan data bahwa Singapura adalah investor terbesar di Indonesia. Tepuk tangan. Bangga. Wah, investor asing makin percaya sama kita. Tapi ada satu kemungkinan yang jarang dibahas: sebagian besar uang itu bukan uang Singapura. Itu uang kita sendiri yang pulang kampung pakai kostum bule. Modusnya bernama round trip investment. Begini caranya: pengusaha super kaya Indonesia eksploitasi sumber daya alam nikel, batu bara, sawit. Operasionalnya pakai rupiah. Gaji buruh pakai rupiah. Semua biaya produksi pakai rupiah kita. Tapi keuntungannya disisihkan dan ditransfer ke perusahaan cangkang di Singapura. Di sana uang itu "dicuci" jadi modal asing. Lalu dibawa balik ke Indonesia sebagai investasi asing alias FDI. Lima taipan terkaya Indonesia menurut riset yang dikutip narasumber menguasai lebih dari 40% perputaran uang di seluruh kawasan Asia Tenggara. Big Five-nya: Sinarmas Group, Indofood Group milik Antoni Salim, Sukanto Tanoto, Wilmar, dan Adaro milik Garibaldi Thohir. Dan ini bagian yang paling bikin emosi: produksi mereka pakai rupiah, tapi mereka jual hasilnya ke luar negeri dibayar dolar. Kalau kita mau beli balik dari mereka kita juga harus bayar dengan dolar. Artinya begitu dolar naik dari Rp17.000 ke Rp18.000 mereka otomatis untung. Tanpa kerja tambahan apapun. Sementara rakyat menjerit karena harga naik ada kelompok yang justru tepuk tangan karena keuntungan mereka otomatis melonjak. Kenapa Singapura jadi surga buat mereka? Pajak rendah. Identitas pemilik dilindungi tidak akan pernah diungkap siapa pemiliknya. Kepastian regulasi dikunci puluhan tahun. Dan yang paling penting tidak ada perjanjian ekstradisi dengan Indonesia. Logikanya sederhana: cari duit sebanyak-banyaknya dari Indonesia, bawa ke Singapura, dan di sana kamu dilindungi. Selama ini tidak diubah Singapura akan terus jadi investor nomor satu di Indonesia sampai kiamat. Kelompok ini juga melakukan political funding ke partai-partai politik. Tidak ada bukti tertulis tapi semua orang yang paham ekonomi politik tahu denyutnya ada. Itulah kenapa kalau pemerintah mau pajaki mereka dengan pajak besar selalu ada yang namanya ewuh pekewuh. Dan kelompok ini paling masif dan paling makmur justru di era pasca-SBY, terutama era Jokowi. Kenapa? Omnibus Law. Undang-undang yang cacat dari awal dan kecacatan itu yang mereka manfaatkan untuk ekspansi kapital ke seluruh Asia Tenggara. Bedanya dengan era Soeharto: dulu konglomerat diasuh oleh kekuasaan. Mereka dikendalikan, dipagari, tidak bisa seenaknya. Pasca reformasi terbalik. Konglomerat yang mengasuh pemerintah. Era Orde Baru, konglomerat masuk istana tapi masih di pagar. Pasca reformasi, mereka sudah di dalam, bikin pagar sendiri, ngatur semuanya. Dan ini yang paling mengkhawatirkan untuk situasi sekarang: ketika pemerintah mulai serius dengan agenda transparansi audit tambang, NGO minta data, mahasiswa minta keterbukaan itu mengganggu rasa aman kelompok ini. Reaksinya? Tarik dana yang sudah ditanam di Indonesia. IHSG turun terus. Rupiah melemah. Dan civil disobedience yang muncul di masyarakat bisa jadi termasuk belanja isu yang dikehendaki oleh pemain-pemain besar ini. Kalau rakyat sudah tidak percaya pada pemerintah, situasi kacau mereka bisa eksploitasi lebih banyak lagi. Tidak ada keamanan, ambil saja, ambil saja. Stabil mereka profit. Rusuh mereka tetap profit. Itulah kapitalisme super. Potensi kerugian negara dari praktik ini diperkirakan lebih dari Rp500 triliun itu baru dari estimasi pajak yang mereka bayar di Singapura dibanding yang seharusnya masuk ke Indonesia. Nilai sebenarnya di belakang jauh lebih besar dari itu. Solusinya sudah jelas: investigasi round trip investment, audit berdampak dengan sanksi pengembalian dana, dan ubah undang-undang investasi supaya modal asing harus benar-benar asing bukan uang Indonesia yang dicuci di luar lalu dibawa balik. Prabowo punya pengalaman hidup di kawasan itu cukup lama dan tahu praktik ini. Tapi sampai sekarang ini baru sebatas belanja masalah. Belanja isu. Kapan akan dieksekusi tergantung siapa yang menentukan prioritas. Dan pertanyaan terakhir yang paling mengerikan: apakah ada kaki tangan kelompok ini di dalam pemerintahan Prabowo sekarang? Jawabannya: sepertinya tahu karena Prabowo sudah bergaul dengan keluarga Cendana puluhan tahun dan sudah hafal pola-polanya. Artinya Prabowo mungkin tahu siapa mainin apa. Tapi apakah dia akan, atau bisa, bertindak itu pertanyaan yang sampai sekarang belum ada jawabannya. selama Indonesia merayakan Singapura sebagai investor nomor satu tanpa pernah bertanya berapa persen dari uang itu sebenarnya milik orang Indonesia sendiri yang dicuci lewat Marina Bay kita akan terus jadi negara yang dieksploitasi oleh dirinya sendiri. Bukan dijajah asing. Tapi dijajah oleh segelintir keluarga sendiri yang lebih nyaman menyimpan kekayaan negara di luar negeri daripada membangun negaranya. Dan setiap kali rupiah melemah, BBM naik, dan rakyat menjerit ada segelintir keluarga yang justru otomatis lebih kaya tanpa perlu berbuat apa-apa.
19
169
493
26,880
Wailanda's Antinomy retweeted
Larangan berdemonstrasi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia tak memiliki dasar hukum. Mengapa? #TempoPlus
51
978
2,256
22,577
Wailanda's Antinomy retweeted
🚨 JUST IN : Aksi #Demo Mahasiswa, 15 Juni 2026. Tolong di share ‼️‼️ Saya sedang berkomunikasi dengan Para Team Cyber untuk membuat Laporan Valid kepada Netizen seputar kondisi di lapangan. hasil yg didapat adalah : 1. Banyak Mahasiswa yg tertahan Blokade di Bendungan Hilir & Jalan Sudirman. 2) Yang lolos hanya ke gedung DPR itu pun hanya 3 universitas Mahasiswa 3) Titik aksi terbagi ada yg di depan gerbang Pancasila, ada yg tertahan Blokade, ada yg di gedung DPR 4) UHAMKA saat ini pindah tujuan menuju gedung DPR. Source: presiden.netizen.indonesia
18
2,976
4,371
54,898
Wailanda's Antinomy retweeted
warga, ini keliatan yg bikin macet bukan mahasiswa ya hehe
273
9,723
26,223
307,921
Wailanda's Antinomy retweeted
Sebenernya kita dipersulit cari kerja biar kita sebagai rakyat mau menerima kerjaan apa aja yg gajinya kecil, kalo ngeluh dibilang ga bersyukur, trs kita di gaslighting "masih untung punya kerjaan walau gajinya kecil drpd nganggur" padahal buat kebutuhan sehari-hari aja ga cukup.
di Indonesia ada kalo ada sarjana lulus di umur 35 tahun dibandingin terus sama tetangga yg 35 tahun udah jadi PNS. belum lagi kepentok sama syarat umur lowongan yg maksimal 24 tahun.
13
60
226
5,876
Wailanda's Antinomy retweeted
Jadi penasaran, tugas Sekretaris Kabinet itu apa? Kayanya Seskab sebelumnya gak pernah segininya? Pramono Anung di jaman Jokowi gak keliatan lo? Apakah waktu itu Seskab: 1) Selalu ikut kunjungan ke luar negeri, tidak pernah tidak 2) Memberi pernyataan waktu BBM naik, padahal tidak terkait dengan menteri ESDM 3) Menjawab kritik ke Menteri Luar Negeri 4) Melakukan koordinasi dengan para menteri, padahal dia eselonnya di bawahnya 5) Mengklarifikasi biaya perjalanan dinas, dengan talangan dana pribadi presiden 6) Merespons jurnalis TVRI dengan "Kamu kenapa tanya begitu? Siapa yang suruh?" Dia itu Sekretaris Kabinet apa Perdana Menteri? Itu masih ditambah lagi dengan: 7) Ikut pendidikan di militer, tiba-tiba dapat karya tulis terbaik 8) Kuliah S3 di Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB Kalian gak mencium sesuatu yang fishy di sini secara politik?
68
255
601
15,292
Wailanda's Antinomy retweeted
‼️Kami mengecam kerja-kerja busuk yang dilakukan oleh seorang bedebah bernama tedy indra wijaya ‼️
258
11,608
33,018
501,097
Wailanda's Antinomy retweeted
Kepala BGN: MBG tidak bisa dibubarkan karena semua partai politik dan TNI-POLRI punya dapur SPPG. Kesimpulan: Secara tidak langsung, ini mau bilang bahwa program MBG ini ya buat kalangan mereka aja, bukan buat rakyat. Betul?
49
1,001
1,794
21,057
Wailanda's Antinomy retweeted
men who are in a bad mood piss me off. what could you possibly be salty about? too many rights?
16
364
1,991
28,594
Wailanda's Antinomy retweeted
Kaka kaka yang belum tau ini namanya blokade aparat yang menyebabkan lalu lintas terganggu ya..
Adanya blokade oleh petugas karena adanya konfoy demonstran mengarah ke titik lokasi. 📍simpang benhil, Jakarta Vid: martinasarmauli
108
7,408
13,428
155,878
Wailanda's Antinomy retweeted
Doctor here. This is bullshit. But I’ll tell you, a bad sperm causes morning sickness, preeclampsia(high bp), increase risk of miscarriage, premature delivery, anomalies. So a normal pregnancy is a result of a father’s unseen efforts🥹
A normal delivery is not luck It's the result of a mother's strength, consistency, and countless unseen efforts... 😍..
65
1,055
8,429
475,635
Wailanda's Antinomy retweeted
3
187
980
12,722
Wailanda's Antinomy retweeted
A living wage is not a luxury. Shelter is not a luxury. Food is not a luxury. Healthcare is not a luxury. These are the conditions required to be alive. And America turned all of them into things you have to earn. If you can't earn enough then you don't get to participate. There is no floor. There is no safety. There is just the market. And the market does not care if you survive.
251
226
582
10,509
Wailanda's Antinomy retweeted
JUST IN: Rapat Komisi IX DPR dan BGN Digelar Tertutup
587
2,639
8,334
224,728
Wailanda's Antinomy retweeted
Not all parents are supportive. Not all siblings share a strong bond. Families can be more toxic than strangers. Normalize accepting this.
5
51
231
3,386
Wailanda's Antinomy retweeted
Ellos: "los hombres también sufren" También ellos cuando un hombre sufre: "jajaja, que suertudo 😭" "ojalá hubiera sido yoo 🥺", "re gay porque no aguantó 😅" El sufrimiento masculino les importa solo como excusa para desviar el tema. Hipócritas
34
327
2,757
15,249
Wailanda's Antinomy retweeted
kalau kamu tidak bisa ikut berdiri bersama pendemo, minimal jangan diolok-olok, jangan mengeluh jalanan kena imbas macet, jangan pernah bilang demo gajelas dll. THR, upah minimum mu, hak lembur yang kamu dapat, cuti hamil dan melahirkan, hingga reformasi 1998 itu hasil perjuangan orang-orang yang berani bersuara turun ke jalan.
15
1,406
2,513
25,669
Wailanda's Antinomy retweeted
Replying to @diangelo01
皿洗うのに女も男もないですよね。 いつの時代生きてるんだか。冗談と思って言ってるなら面白くないから。 ナイス反論ですよ🤣
8
424
73,464
Wailanda's Antinomy retweeted
Replying to @diangelo01
正論 「男なんだから私より金稼げよ」 と言ってやりましょう。
15
1,320
122,290