hurt me so bad that i started pulling away because what do you mean bertahan hidup bertahun2 karena penyakit dan tau usaha gua tiap harinya but proceed to say “nyepelein sih.” thank you, but no. you hurt me multiple times, but this time got me real bad.
udah di titik nangisnya sambil megang dada sampe kaos gua kayak black hole dan kusut. nyeri serongga dada ini penyakit gua atau emang gua nya aja yang kelewat sedih ya?
CINTA MEMANG DAHSYAT
“makan yang banyak, kalau kurang bilang aja” (padahal diri sendiri juga belum makan)
“aku call ya” (lagi sibuk kerjaan sampe lembur)
“weekend mau qtime? nonton yuk” (capek weekdays lembur mulu)
DAHSYAT SEKALI YA ALLAH
gua kenapa selalu ngemis kabar ya? orang kalau pacaran emang begini kah? ngemis kabar terus? gua tiap ngejalin hubungan kenapa jadi cosplay pengemis mulu ya
Dua tahun lalu, aku pernah menulis dengan lega:
“Akhirnya, aku sembuh dari kanker.”
Hari ini, aku menulis lagi… tapi dengan napas yang berat.
Karena kanker itu datang lagi
Tepat seminggu setelah kakak perempuan gua menikah, 1 Maret 2025 ayah gua dicurigai kena kanker. Tepat tanggal 27 Maret 2025 ayah gua divonis kena kanker stadium 3B dan udah metastase ke-tiga organ lainnya. Operasi ditunda karena cuti bersama, dan berakhir operasi—
Ya Tuhan… Saya belum siap untuk mendengar suara monitor yang selalu menyala tiap detik, suara ambulance yang nusuk ke jantung, dan suasana IGD yang berantakan. Bisa tolong kuatkan lagi hatinya?
Sesungguhnya saya percaya atas jalan Tuhan, apapun jalannya. Tapi saya ga sanggup untuk menjalani kehidupan yang seperti itu lagi, alone this time. Saya hanya punya mamah, tolong jangan ambil mamah saya.