pewarta-pernah jadi pendemo 1998-part time dosen-bassist-GNR lover-Pancasila & NKRI-Foreder-bukan buzzer-lulus Penataran P4#GN ✝️

Joined March 2010
1,185 Photos and videos
mas prast retweeted
Inilah kondisi negara kita Ibadah di jalan dijagai polisi sehingga semua lalu lintas tidak diperbolehkan lewat Ironis, ibadah di dalam bangunan dikawal oleh polisi dalam aksi warga intoleran muslim membubarkannya yg akhirnya polisi sendiri pun ikut membubarkan ibadah tsb. Miris
57
135
439
10,767
mas prast retweeted
Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala. Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu." Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan. Inilah nama kedua belas rasul itu: Pertama Simon yang disebut Petrus dan Andreas saudaranya, dan Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, Filipus dan Bartolomeus, Tomas dan Matius pemungut cukai, Yakobus anak Alfeus, dan Tadeus, Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia. Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: "Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat. Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma. ~~~ Yesus Kristus saat itu melihat orang banyak seperti domba yang tidak bergembala. Yesus tidak memandang mereka dengan rasa jijik atau sekadar simpati sesaat, tetapi dengan belas kasih yang mendalam. Yesus memanggil para murid dan mengutus mereka untuk mewartakan Kerajaan Allah, menyembuhkan, dan menghadirkan harapan bagi mereka yang terluka. Panggilan ini mengingatkan ketika Allah memanggil Israel menjadi kerajaan imam dan bangsa yang kudus. Sejak awal, umat Allah dipanggil tidak hanya untuk menikmati keselamatan sendiri, tetapi juga menjadi alat kehadiran Tuhan bagi dunia. Kasih Allah mencapai puncaknya dalam Kristus, seperti yang ditegaskan oleh Paulus, yaitu ketika manusia masih lemah dan berdosa, Kristus sudah menyerahkan diri-Nya bagi mereka. Jadi dasar dari seluruh perutusan Kristen bukan rasa paling suci atau paling benar, melainkan pengalaman terlebih dahulu dikasihi dan diselamatkan oleh Allah. Para murid diutus bukan karena kesempurnaannya, tetapi mereka telah menerima belas kasih Tuhan dan diminta membagikannya kepada orang lain. Dunia sekitar kita dipenuhi oleh manusia yang terlihat baik-baik saja, tetapi kenyataannya mereka, atau bahkan kita, merasa lelah, bingung, kesepian, dan kehilangan arah. Banyak orang hidup seperti domba tanpa gembala di tengah banjirnya informasi, tekanan sosial, dan budaya yang semakin individualistis. Umat Kristen saat ini dipanggil untuk hadir membawa pengharapan, kepedulian, dan kasih yang nyata karena Injil perlu untuk dihidupi di tengah dunia yang sedang haus akan belas kasih dan arah hidup. Selamat hari Minggu, Tuhan memberkati!
10
56
1,495
mas prast retweeted
Guys, Ferry Latuhihin ekonom yang sudah 40 tahun di bidang ini baru ngomong sesuatu yang menurut gue paling pedas dan paling akurat tentang kondisi ekonomi Indonesia sekarang. Dan dia tidak main-main soal prediksinya. Pertamax sekarang Rp16.250 naik hampir Rp4.000 dalam waktu singkat. Dan menurut Ferry ini baru permulaan. Satu yang diobati cuma simptomnya, bukan penyakitnya: BI naikkan suku bunga 25 basis poin jadi 5,50%. BI juga intervensi besar-besaran dolar yang sempat 18.200 sempat turun ke 17.700. Tapi sekarang sudah balik lagi ke arah 18.000. "Ibarat orang sakit kepala dikasih Panadol. Tapi penyakitnya sendiri belum diobati. Penyakitnya adalah kekuatan fiskal kita." Dua — prediksi yang sudah terbukti benar: Beberapa waktu lalu Ferry prediksi dolar bisa ke Rp18.000. Purbaya bantah keras "saya menterinya, enggak mungkin." Ternyata hari ini Rp18.000 sudah tercapai. Purbaya juga bilang tidak akan naikkan BBM sampai akhir tahun. Pertamax naik duluan. "Saya bilang ini orang tidak pantas jadi menteri. Pak Prabowo harusnya sadar gantilah dengan orang yang pantas." Dan sekarang Ferry berani pasang prediksi baru: dolar bisa tembus Rp20.000 bulan ini. Bahkan tidak mustahil ke Rp25.000 di semester kedua tahun ini. Tiga — angka yang paling mengerikan: defisit APBN: Di kuartal pertama saja defisit sudah 0,93% dari PDB. Kalau ditahunkan itu sudah 3,72%. Padahal batas amannya 3%. "Jangan harap pemerintah bisa jaga defisit di bawah 3%. Itu keajaiban kalau terjadi." Spending pemerintah naik 34% per tahun. Penerimaan pajak cuma naik 18%. Itu bukan strategi fiskal itu matematika yang sudah pasti defisit. Empat — pertumbuhan ekonomi 5,61% itu doping, bukan obat: Pemerintah bangga pertumbuhan ekonomi tertinggi di G20. Tapi itu hasil dari pengeluaran pemerintah yang naik 21,81% year-on-year bahkan 31% quarter-to-quarter. Dan ke mana uangnya? MBG dan KDMP. Bakar duit. "Coba bayangkan kalau benar Rp335 triliun itu dibakar itu bisa membangun berapa banyak jalan, jembatan, airport. Tapi tidak ada satupun yang dibicarakan Prabowo hari ini. Karena tetap ngotot ini investasi." Lima — kepala BGN ditangkap, tapi programnya tetap jalan: Dadan Kepala BGN sudah dicekal Kejagung karena korupsi. Tapi bukannya program dimoratorium cuma diganti kepalanya jadi Nani SD. "Penyakitnya adalah program itu sendiri. Yang membakar duit ratusan triliun. Diganti kepalanya doang tidak menyelesaikan apa-apa." Dan KDMP 80.000 koperasi dibangun sekaligus tanpa pilot project. Bahkan di NTT minimarket Alfamart dan Indomaret disuruh tutup hanya supaya KDMP bisa buka. Orang-orang yang kerja di minimarket itu kehilangan pekerjaan. "Ini kebijakan goblok dan tolol minta ampun. Anda membunuh lapangan kerja yang sudah ada untuk membuka lapangan kerja yang belum tentu berhasil." Enam — Purbaya menteri keuangan paling banyak bicara dalam sejarah dan itu bahaya: "Menteri keuangan itu mahal, Prof. Sri Mulyani enggak pernah ngomong sembarangan kayak gitu." Purbaya bilang "serok saham nanti" seperti bandar bukan menteri keuangan. Statement-statementnya kontradiktif: bilang ekonomi kuat tapi mau jual surat utang ke Inggris dan China. Kalau ekonomi kuat kenapa harus ngemis-ngemis ke negara lain? "Ini orang tidak pantas jadi menteri. Statement-statementnya kayak anak jalanan enggak ada nilai intelektualnya sedikit pun." Tujuh — ekspor satu pintu yang paling mengerikan: PTDSI yang mengelola ekspor satu pintu komoditas — banyak yang curiga ini jalan untuk meng-takeover pengusaha sawit dan batu bara jadi BUMN. China sudah mulai alihkan pembelian batu bara ke Mongolia. India ke negara lain. Kalau ekspor komoditas andalan terbesar Indonesia jatuh, sementara impor tetap tinggi itu balance of payment crisis. "Kalau itu terjadi selesai. Dolar ke Rp50.000. Seperti tahun '98." Delapan — Danantara dibandingkan dengan 1MDB: Sovereign wealth fund seharusnya modalnya cash dari surplus dividen. Tapi Danantara isinya aset-aset busuk dari BUMN yang sebagian besar merugi kecuali bank-bank BUMN dan Telkom. "Saya bingung ini bisa jadi 1MDB. Sebaiknya dibekukan dan dibubarkan." Dan rencana mewajibkan orang dengan tabungan tertentu ikut obligasi Merah Putih itu bisa memicu pelarian modal ke Singapura. Banking crisis. Sembilan — efeknya ke rakyat: badai PHK: Kelas menengah turun dari 57 juta jadi 46 juta dalam 5 tahun. Saving masyarakat turun dari Rp3 juta jadi Rp1,5 juta. Sektor manufaktur yang menciptakan lapangan kerja turun dari 30% jadi 18% output dalam 30 tahun. "PHK sudah mulai. Dan ini baru permulaan. Peaknya mungkin semester kedua. Kerawanan sosial kita jadi enggak aman lagi hidup. Tahu-tahu dijambret, tahu-tahu dibegal." Sepuluh — kalau Ferry yang jadi menteri keuangan: "Enggak mau. Saya enggak mau." Tapi kalau disuruh kasih saran: bekukan MBG, KDMP, dan Danantara. Reshuffle kabinet yang kegemukan. Rampingkan birokrasi. Hentikan ekspor satu pintu sebelum terlambat. "Cara berpikir terhadap fiskalnya yang bermasalah. Bermasalah banget." Ferry menyebut kebijakan ekonomi sekarang dengan satu istilah: Koplak Nomik. Bukan Prabowonomics. Tidak ada teorinya. Regulasi berubah seenaknya. Kebijakan dibuat seenaknya. Dan yang paling menakutkan: tidak ada sense of crisis dari pemerintah. Sementara investor asing sudah mulai menjauh bahkan kamar dagang China sudah mengeluarkan semacam peringatan soal kondisi bisnis di Sulawesi. "5 tahun ke depan saya yakin enggak ada investor yang berani masuk Indonesia." Dan yang menanggung semua ini bukan presiden yang masih bisa jalan-jalan ke Paris. Yang menanggung adalah rakyat biasa yang kehilangan pekerjaan, yang daya belinya amblas, dan yang harus hidup dalam kerawanan sosial yang makin tinggi.
77
293
745
62,650
mas prast retweeted
Guys, ada satu pengakuan dari akademisi yang menurut gue paling penting dan paling jarang diungkap secara terbuka tentang siapa yang sebenarnya mengendalikan ekonomi Indonesia. Setiap tahun kita merayakan data bahwa Singapura adalah investor terbesar di Indonesia. Tepuk tangan. Bangga. Wah, investor asing makin percaya sama kita. Tapi ada satu kemungkinan yang jarang dibahas: sebagian besar uang itu bukan uang Singapura. Itu uang kita sendiri yang pulang kampung pakai kostum bule. Modusnya bernama round trip investment. Begini caranya: pengusaha super kaya Indonesia eksploitasi sumber daya alam nikel, batu bara, sawit. Operasionalnya pakai rupiah. Gaji buruh pakai rupiah. Semua biaya produksi pakai rupiah kita. Tapi keuntungannya disisihkan dan ditransfer ke perusahaan cangkang di Singapura. Di sana uang itu "dicuci" jadi modal asing. Lalu dibawa balik ke Indonesia sebagai investasi asing alias FDI. Lima taipan terkaya Indonesia menurut riset yang dikutip narasumber menguasai lebih dari 40% perputaran uang di seluruh kawasan Asia Tenggara. Big Five-nya: Sinarmas Group, Indofood Group milik Antoni Salim, Sukanto Tanoto, Wilmar, dan Adaro milik Garibaldi Thohir. Dan ini bagian yang paling bikin emosi: produksi mereka pakai rupiah, tapi mereka jual hasilnya ke luar negeri dibayar dolar. Kalau kita mau beli balik dari mereka kita juga harus bayar dengan dolar. Artinya begitu dolar naik dari Rp17.000 ke Rp18.000 mereka otomatis untung. Tanpa kerja tambahan apapun. Sementara rakyat menjerit karena harga naik ada kelompok yang justru tepuk tangan karena keuntungan mereka otomatis melonjak. Kenapa Singapura jadi surga buat mereka? Pajak rendah. Identitas pemilik dilindungi tidak akan pernah diungkap siapa pemiliknya. Kepastian regulasi dikunci puluhan tahun. Dan yang paling penting tidak ada perjanjian ekstradisi dengan Indonesia. Logikanya sederhana: cari duit sebanyak-banyaknya dari Indonesia, bawa ke Singapura, dan di sana kamu dilindungi. Selama ini tidak diubah Singapura akan terus jadi investor nomor satu di Indonesia sampai kiamat. Kelompok ini juga melakukan political funding ke partai-partai politik. Tidak ada bukti tertulis tapi semua orang yang paham ekonomi politik tahu denyutnya ada. Itulah kenapa kalau pemerintah mau pajaki mereka dengan pajak besar selalu ada yang namanya ewuh pekewuh. Dan kelompok ini paling masif dan paling makmur justru di era pasca-SBY, terutama era Jokowi. Kenapa? Omnibus Law. Undang-undang yang cacat dari awal dan kecacatan itu yang mereka manfaatkan untuk ekspansi kapital ke seluruh Asia Tenggara. Bedanya dengan era Soeharto: dulu konglomerat diasuh oleh kekuasaan. Mereka dikendalikan, dipagari, tidak bisa seenaknya. Pasca reformasi terbalik. Konglomerat yang mengasuh pemerintah. Era Orde Baru, konglomerat masuk istana tapi masih di pagar. Pasca reformasi, mereka sudah di dalam, bikin pagar sendiri, ngatur semuanya. Dan ini yang paling mengkhawatirkan untuk situasi sekarang: ketika pemerintah mulai serius dengan agenda transparansi audit tambang, NGO minta data, mahasiswa minta keterbukaan itu mengganggu rasa aman kelompok ini. Reaksinya? Tarik dana yang sudah ditanam di Indonesia. IHSG turun terus. Rupiah melemah. Dan civil disobedience yang muncul di masyarakat bisa jadi termasuk belanja isu yang dikehendaki oleh pemain-pemain besar ini. Kalau rakyat sudah tidak percaya pada pemerintah, situasi kacau mereka bisa eksploitasi lebih banyak lagi. Tidak ada keamanan, ambil saja, ambil saja. Stabil mereka profit. Rusuh mereka tetap profit. Itulah kapitalisme super. Potensi kerugian negara dari praktik ini diperkirakan lebih dari Rp500 triliun itu baru dari estimasi pajak yang mereka bayar di Singapura dibanding yang seharusnya masuk ke Indonesia. Nilai sebenarnya di belakang jauh lebih besar dari itu. Solusinya sudah jelas: investigasi round trip investment, audit berdampak dengan sanksi pengembalian dana, dan ubah undang-undang investasi supaya modal asing harus benar-benar asing bukan uang Indonesia yang dicuci di luar lalu dibawa balik. Prabowo punya pengalaman hidup di kawasan itu cukup lama dan tahu praktik ini. Tapi sampai sekarang ini baru sebatas belanja masalah. Belanja isu. Kapan akan dieksekusi tergantung siapa yang menentukan prioritas. Dan pertanyaan terakhir yang paling mengerikan: apakah ada kaki tangan kelompok ini di dalam pemerintahan Prabowo sekarang? Jawabannya: sepertinya tahu karena Prabowo sudah bergaul dengan keluarga Cendana puluhan tahun dan sudah hafal pola-polanya. Artinya Prabowo mungkin tahu siapa mainin apa. Tapi apakah dia akan, atau bisa, bertindak itu pertanyaan yang sampai sekarang belum ada jawabannya. selama Indonesia merayakan Singapura sebagai investor nomor satu tanpa pernah bertanya berapa persen dari uang itu sebenarnya milik orang Indonesia sendiri yang dicuci lewat Marina Bay kita akan terus jadi negara yang dieksploitasi oleh dirinya sendiri. Bukan dijajah asing. Tapi dijajah oleh segelintir keluarga sendiri yang lebih nyaman menyimpan kekayaan negara di luar negeri daripada membangun negaranya. Dan setiap kali rupiah melemah, BBM naik, dan rakyat menjerit ada segelintir keluarga yang justru otomatis lebih kaya tanpa perlu berbuat apa-apa.
55
184
430
114,699
mas prast retweeted
Perhatikanlah teriakku minta tolong, ya Rajaku dan Allahku, sebab kepada-Mulah aku berdoa. TUHAN, pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku, pada waktu pagi aku mengatur persembahan bagi-Mu, dan aku menunggu-nunggu. Pembual tidak akan tahan di depan mata-Mu; Engkau membenci semua orang yang melakukan kejahatan. Engkau membinasakan orang-orang yang berkata bohong, TUHAN jijik melihat penumpah darah dan penipu.
1
12
44
1,076
mas prast retweeted
Guys, ada satu hal yang menurut gue paling jahat dan paling halus yang sedang dilakukan pemerintah ke kita semua sekarang. Bukan dengan kekerasan. Bukan dengan ancaman langsung. Tapi dengan satu metode yang jauh lebih efektif: Normalisasi. Pelan-pelan. Bertahap. Sampai kita semua lupa bahwa hal yang sekarang kita anggap "ya begitulah" sebenarnya dulu adalah sesuatu yang tidak masuk akal. Mari kita mulai dari awal: Dulu Gibran tidak memenuhi syarat usia untuk jadi calon wakil presiden. Aturan jelas. Batas usia jelas. Tidak ada ruang abu-abu. Lalu tiba-tiba aturannya diubah. Batas usia digeser. Dan Gibran bisa maju. Saat itu semua orang ribut. Demo. Kritik. Headline media penuh dengan kata "konstitusi dirobek". Sekarang? Sudah lewat lebih satu tahun. Sudah jadi sejarah. Tidak ada yang ribut lagi. Yang dulu dianggap pelanggaran konstitusi terbesar sekarang dianggap "ya sudah terjadi, mau gimana lagi". Itu normalisasi yang pertama. Lalu janji-janji politik: Selama kampanye segala macam janji diucapkan. Yang didengar rakyat: harga akan turun, kesejahteraan akan naik, korupsi akan diberantas habis. Sekarang janji-janji itu satu per satu menguap. Harga naik bukan turun. Subsidi dipotong bukan ditambah. Dan ketika ditanya jawabannya selalu sama: "kondisi global", "tidak sesederhana itu", "butuh proses". Dan kita semua mulai menerima jawaban itu. Padahal dulu janji itu yang membuat kita memilih. Itu normalisasi yang kedua. Lalu MBG: Program senilai Rp335 triliun. Korupsi terbongkar sebelum setahun berjalan. Kepala BGN ditangkap. Dapur SPPG meledak dari 21.000 jadi 27.000 dengan jual beli titik yang terungkap sendiri oleh Zulhas. Reaksi pertama kaget. Marah. Gila, ini program flagship sudah korupsi dari awal! Sekarang? Ya namanya program besar pasti ada yang nyolong. Yang penting programnya jalan. Itu normalisasi yang ketiga. Dan ini yang paling licik penangkapan korupsi dijadikan prestasi: Setiap kali ada pejabat ditangkap karena korupsi pemerintah dan pendukungnya langsung framing: "Lihat, ini bukti pemerintah serius berantas korupsi!" Tapi tunggu. Penangkapan itu bukan prestasi. Penangkapan itu adalah bukti bahwa korupsi terjadi di program yang dirancang dan dijalankan oleh pemerintah itu sendiri. Bayangkan rumah kamu kebakaran karena kompornya bocor dan kamu malah dipuji karena berhasil memadamkan apinya. Padahal yang harusnya dipertanyakan adalah: kenapa kompornya bocor dari awal? Itu normalisasi yang keempat dan ini paling berbahaya karena membalik logika sebab-akibat. Lalu kenaikan BBM: Dulu waktu dolar tembus Rp15.000 itu dianggap krisis nasional. Headline besar. Rapat darurat. Semua orang panik. Sekarang rupiah di Rp18.000. Dan reaksinya? "Ya begitulah kondisi global, semua negara juga kena." Pertamax naik. Pertalite ikut terdampak abang ojol harus antri jam 4 pagi sebelum SPBU buka. Tapi narasinya: "Pertalite kan tidak naik, jadi rakyat kecil tidak terdampak." Itu normalisasi yang kelima. Dan ini yang paling menyeramkan buzer yang menyerang siapapun yang masih kritis: Connie Rahakundini Bakri sampai harus lari ke Rusia karena nyawanya terancam. Dino Patti Djalal diserang karena mengkritik biaya perjalanan presiden. Saiful Mujani dikriminalkan. Dokter Tifa dipolisikan. Dan setiap kali ada yang kritis buzer langsung bergerak. Framing langsung dibentuk: "ini cuma pencari sensasi", "ini bagian dari konspirasi asing", "ini orang yang tidak puas karena tidak dapat jabatan". Pelan-pelan orang-orang yang masih berani bicara jadi makin sedikit. Bukan karena mereka salah. Tapi karena ongkos untuk bicara jadi terlalu mahal. Itu normalisasi yang keenam dan ini yang membuat seluruh proses normalisasi sebelumnya bisa berjalan tanpa perlawanan. Dan ini yang paling jahat dari semuanya kita mulai lelah: Setiap normalisasi butuh energi untuk dilawan. Setiap kali ada yang salah butuh tenaga untuk marah, untuk kritik, untuk turun ke jalan, untuk bertanya "kok bisa begini?" Tapi ketika hal-hal yang salah ini datang terus-menerus satu demi satu, hampir tanpa henti energi kita untuk marah pun habis. Dan ketika energi untuk marah habis yang tersisa hanya satu hal: menerima. "Ya sudahlah." "Mau gimana lagi." "Memang begini negaranya." "Capek juga kalau terus-terusan marah." Dan itulah tujuan sebenarnya dari seluruh proses ini. Bukan untuk membuat kita setuju. Tapi untuk membuat kita terlalu lelah untuk tidak setuju. Normalisasi bukan terjadi karena rakyat bodoh. Normalisasi terjadi karena rakyat dibuat lelah secara sistematis satu krisis demi satu krisis, satu pelanggaran demi satu pelanggaran, satu janji yang diingkari demi satu janji lainnya sampai titik di mana melawan terasa lebih melelahkan daripada menerima. Dan ketika seluruh generasi sudah tumbuh dengan menganggap semua ini "normal" tidak akan ada lagi yang bertanya "kenapa harus seperti ini?" Karena bagi mereka memang dari awal sudah seperti ini. Itulah kenapa melawan kelelahan untuk tetap bertanya, tetap kritis, tetap mengingat bagaimana seharusnya adalah hal paling penting yang bisa kita lakukan sekarang. Karena begitu kita berhenti bertanya itulah saat normalisasi benar-benar menang.
66
534
939
33,182
mas prast retweeted
Ironis kan? Orang-orang bubarkan kebaktian, demo gereja karena takut pemurtadan tapi malah bikin angka pemurtadan naik.

67
49
163
6,972
mas prast retweeted
Orang Buddha ga pernah bom masjid, ga pernah bunuh ulama, ga pernah serang islam. Kalian? 💥 gereja, 💥 fasilitas publik, patung dirusak dll. Peradaban macam apa ini yg melekat pada kelakuan kalian ?
See what they are doing? It boils my blood😡... No one can peacefully coexist with these jihadis 📍Somewhere in a Buddha Bihar, Chittagong Hill Tracts, Bangladesh
27
26
79
2,354
mas prast retweeted
Guys, Connie Rahakundini Bakri guru besar hubungan internasional yang sekarang mengajar di Rusia baru balik ke Indonesia dan bicara sesuatu yang menurut gue paling jujur dan paling berani yang pernah gue dengar tentang kondisi negeri ini. Dia tidak bicara dari pinggir. Dia bicara sebagai orang yang melarikan diri dari Indonesia karena nyawanya terancam. Sebelum Prabowo dilantik Connie terlalu keras menolak proses Gibran yang menabrak konstitusi. Dia bahkan turun sendiri ke depan Istana. Bukan aktivis jalanan tapi ilmuwan pertahanan yang sudah puluhan tahun di bidangnya. Tengah malam dia dapat peringatan dari FSB intelijen Rusia bahwa dia akan diselesaikan. Diberi waktu 24 jam untuk keluar dari Indonesia. Dia menemui Ibu Megawati malam itu. Dan Ibu hanya bilang satu kalimat sambil memandangi foto lamanya bersama Bung Karno: "Kalau sudah begini lebih baik ikuti saja." Connie pergi. Dalam semalam. Dengan surat khusus dari Kedutaan Rusia. "Mungkin mau diAndri Yunuskan. Mungkin mau dimunirkan. Saya tidak tahu. Yang pasti saya harus pergi." Dari St. Petersburg dia melihat Indonesia dengan mata yang jauh lebih jernih dari siapapun yang masih ada di dalam sistem. Dan satu hal yang paling dia tekankan tentang Putin — yang menurutnya paling Indonesia tidak punya: "Kekuatan Putin yang paling saya kagumi adalah: masyarakat tidak boleh susah. Semua bahan pokok tidak ada yang naik. Apapun yang terjadi dengan negara kehidupan mendasar rakyat tidak diganggu." Rusia kena sanksi terberat dalam sejarah. McDonald's ditutup. Chanel angkat kaki. Semua brand Barat pergi serentak. Rubel pernah jatuh. Tapi besok paginya McDonald's sudah buka dengan nama baru. Coca-Cola sudah diganti merek lokal. Harga beras, minyak, kebutuhan pokok tidak bergerak. Rakyat tidak panik. Tidak mengeluh. Mereka hadapi bersama dan langsung cari solusi sendiri. Hasilnya: kepercayaan rakyat pada pemerintah tetap solid. Karena apapun yang terjadi di level geopolitik perut rakyat tidak diganggu. Bandingkan dengan Indonesia. Rupiah melemah harga beras naik. Pertamax naik. Harga obat naik 10-20%. Suku bunga naik. Dan pejabat masih bilang fundamental ekonomi kita baik-baik saja. Connie langsung tembak kenapa bedanya: "Di Indonesia para pemimpin diambil dari tanda terima kasih. Latar belakangnya apapun tidak dilihat." Putin menunjuk mantan Menteri Ekonomi muda sebagai Prime Minister khusus yang bertanggung jawab atas industri kreatif game, fashion, AI, robot semua dikembangkan masif dan terencana menggantikan yang pergi. Di Indonesia kepala BGN yang mengelola Rp335 triliun tidak punya kompetensi di bidangnya. Hasilnya korupsi meledak sebelum setahun program berjalan. Soal Prabowo yang terlalu sering ke luar negeri Connie tidak basa-basi: Dalam 15 bulan menjabat 3 bulan di luar negeri. Biaya rata-rata Rp20 miliar per hari. "Rp20 miliar sehari you can do a lot. Sekolah bisa dibangun 10 sekaligus. S ementara di Aceh anak sekolah masih harus naik tali melewati arus sungai yang deras." Dan dia banding langsung: "Saya tidak pernah lihat Putin pergi ke luar negeri setiap dua minggu sekali. Tidak ada presiden yang melakukan itu. Kenapa Indonesia terus permisif?" Soal buzer yang menyerang pengkritik pemerintah Connie paling keras di sini. Dia tahu mejanya yang mana. Dia tahu nama yang mengerjakannya. Dan dia sudah kirim pesan langsung ke mereka: berhenti atau dia yang ramaikan. "Siapa yang bisa beli peralatan negara secanggih itu? Rakyat. Kenapa rakyat dipakai untuk menghantam rakyat yang sedang mencoba mengkoreksi jalannya bernegara?" Di Rusia orang yang punya pandangan berbeda tetap bisa berdebat. Yang diserang adalah argumennya bukan orangnya. Yang dikriminalkan bukan pendapatnya. Di Indonesia yang mengaku demokrasi Saiful Mujani dikriminalkan. Dino Patti Djalal diserang. Dokter Tifa dipolisikan. Hanya karena berbicara. Dan prediksi Connie soal Indonesia ke depan tidak ada yang lebih keras dari ini: "Kalau Indonesia terus berjalan seperti ini —arus ada radical break. Kalau tidak ada kita tidak bisa lanjut." Soal Pemilu 2029 dia bilang blak-blakan: "Kalau Prabowo mau jadi presiden lagi dia pasti menang. Buat apa pemilu? Cuma menghabiskan uang. Jadi stempel saja seperti Orde Baru." Dan skenario yang lebih berbahaya: Prabowo tidak maju sendiri tapi mewariskan kekuasaan ke orang yang dia sayangi. Persis pola Jokowi. "Berkuasa itu enak. Dan semua orang di sekelilingnya akan mengamini itu." Dan Connie menutup dengan satu kalimat yang menurut gue paling menyentuh dari seluruh obrolan ini: "Kami tidak minta gaji dari pemerintah. Kami tidak minta jabatan. Kami cuma ingin negara ini benar. Harusnya pemerintah berterima kasih bukan mengkriminalisasi kami." Indonesia punya sumber daya alam melimpah. Penduduk 270 juta. Posisi geopolitik yang sangat strategis. Yang tidak dimiliki Indonesia adalah satu hal paling sederhana tapi paling susah didapat: Pemimpin yang benar-benar menempatkan kesejahteraan rakyat bukan kelanggengan kekuasaan sebagai prioritas utama. Sampai itu berubah rupiah akan terus melemah. Buzer akan terus menyerang. Dan rakyat yang paling bawah akan terus membayar harga paling mahal dari semua keputusan yang dibuat oleh orang-orang yang tidak pernah merasakan hidupnya.
67
1,050
2,363
84,507
mas prast retweeted
PGI bersama Staf Khusus Menteri Agama, Klinik KBB Yogyakarta, dan sejumlah pihak terkait menemui jemaat GKJ Nusukan Pepanthan Banyuanyar di Surakarta pada Jumat malam, 12 Juni 2026. Pertemuan ini dilakukan untuk menelusuri perkembangan kasus penolakan pembangunan rumah ibadah yang telah berlangsung puluhan tahun, sekaligus menegaskan komitmen penyelesaian secara damai, konstitusional, dan sesuai prinsip kebebasan beragama. Jemaat menjelaskan panjangnya proses pengurusan izin, termasuk berbagai kendala sosial dan perpindahan lokasi hingga tiga kali. PGI menyatakan akan terus mengawal proses ini bersama jaringan lintas iman dan masyarakat sipil, serta menolak segala bentuk intoleransi yang menghalangi hak warga negara untuk beribadah.
5
28
86
3,551
mas prast retweeted
Inti perdebatan Fahri vs Feri: Fahri (dalam istana): - Prabowo punya niat baik, percaya dia akan berubah - Demo boleh tapi jangan samakan dengan 1998 - Sistem demokrasi sudah lengkap, pakai jalur hukum saja Feri (luar istana): - Niat baik tidak cukup, yang dilihat adalah kebijakan nyata - Situasi sekarang justru sedang menuju balik ke masa lalu - Militer masuk ruang sipil, DPR tidak lagi independen Titik paling beda pendapat: Fahri: percaya presiden Feri: percaya data dan fakta lapangan Fahri: masuk istana untuk perbaiki dari dalam Feri: di luar justru lebih bebas mengkritik Keduanya sama-sama aktivis 98, sama-sama bilang cinta Indonesia tapi satu sudah nyaman di dalam kekuasaan, satu masih gigih di luar. Yang satu jaga image presiden, yang satu jaga suara rakyat. Yang menarik untuk didiskusikan: Apakah aktivis yang masuk istana masih bisa kritis atau otomatis jadi pembela?
102
402
2,330
170,030
mas prast retweeted
Bertahan dengan tradisi budaya leluhur #Nusantara. Mawar merah untuk penghormatan, dupa untuk doa, laut untuk menyucikan. Leluhur kita ngajarin: manusia itu bagian dari alam, bukan penguasanya. Makanya ada sesajen. Ada permisi. Ada rasa terima kasih. Rahayu 🌷🙏
15
21
66
1,711
mas prast retweeted
‼️ BREAKING NEWS ‼️ Telah terjadi peristiwa “tidak mengenakkan” di GKJ Pepanthan, Banyuanyar, Surakarta berupa penolakan pembangunan tempat ibadah karena ditakutkan terjadi permurtadan dan aksi misionaris. Kami mengecam dengan keras segala bentuk diskriminasi dan pelarangan terhadap hak-hak umat beragama. Mari sejenak mendoakan mereka yang ditindas dan dianiaya oleh sebab kebenaran. Kiranya iman mereka semakin tumbuh dan penyertaan Kristus senantiasa hadir di tengah mereka.
80
296
848
74,343
mas prast retweeted
Ada satu yayasan yang dalam waktu kurang dari setahun mengelola 1.179 dapur MBG di 38 provinsi. Satu yayasan, tanpa batas maksimal jumlah dapur yang boleh dikelola , sementara yayasan lain dibatasi maksimal 10. Namanya Yayasan Kemala Bhayangkari. Strukturnya melekat langsung di hampir seluruh Polda dan Polres Indonesia , 419 kepengurusan dari pusat sampai cabang. Pucuk pimpinan di setiap wilayah otomatis diisi oleh istri Kapolda atau Kapolres setempat. Bukan dipilih. Otomatis. Hitungan ICW: dari insentif BGN saja : Rp6 juta per hari per dapur, 313 hari operasional , perputaran dananya bisa menyentuh Rp2,2 triliun per tahun. Di luar dana awal Rp500 juta per dapur dan biaya operasional. Ketika ICW coba menelusuri profil 419 kepengurusan yayasan ini di sistem AHU Kemenkumham, sebagian besar datanya tidak bisa ditampilkan. Yayasan yang mengelola triliunan rupiah uang program pemerintah, tapi profilnya tidak bisa diakses publik. ICW sudah surati KPK sejak 24 Februari 2026 untuk minta pengawasan. Sampai hari ini belum ada tindak lanjut yang signifikan. Program makan bergizi gratis harusnya soal anak-anak yang perlu makan. Tapi kalau satu yayasan yang strukturnya melekat di institusi penegak hukum bisa dapat privilege tanpa batas, kelola triliunan rupiah, dan datanya tidak bisa diakses publik , siapa yang mengawasi?
134
2,351
3,845
129,155
mas prast retweeted
Guys, ada kisah dari negara lain yang menurut gue paling relevan dengan kondisi Indonesia sekarang dan paling tidak nyaman untuk dibaca karena polanya terlalu familiar. Zimbabwe pernah jadi negara terkaya di Afrika. Mata uangnya lebih kuat dari dolar Amerika. Tingkat melek huruf tertinggi di seluruh benua. Lumbung pangan yang memberi makan negara-negara tetangga. Lalu dalam kurang dari tiga dekade satu lembar uangnya bertuliskan 100 triliun dolar. Dan tidak cukup untuk bayar ongkos naik bus. Ini bukan cerita tentang bencana alam. Bukan invasi militer dari luar. Ini kehancuran yang dirakit dari dalam oleh tangan pemimpinnya sendiri. Pertama kondisi awal Zimbabwe yang harus dipahami: Tahun 1980 Zimbabwe merdeka dari pemerintahan minoritas kulit putih yang diskriminatif. Dan kondisi awalnya luar biasa. Infrastruktur jalannya terbaik di kawasan Afrika subsahara. Sistem pendidikannya mencetak tingkat melek huruf 90% tertinggi di seluruh benua. Dan yang paling penting: satu dolar Zimbabwe nilainya 1,47 sampai 1,60 dolar Amerika. Mata uang Zimbabwe lebih kuat dari dolar AS. Petani komersial yang hanya 2% dari populasi mengelola 40% lahan pertanian. Dari lahan itu mereka menghasilkan 40% dari seluruh ekonomi Zimbabwe dan 60% dari total devisa ekspor. Tembakau premium, kopi, kapas, jagung mengalir deras ke pasar internasional. Zimbabwe bukan hanya swasembada pangan. Mereka mengekspor surplus pangan ke negara-negara tetangga. Itulah mengapa mereka disebut lumbung pangan Afrika bukan sebagai slogan tapi sebagai fakta statistik. Dan ini tentang Robert Mugabe yang awalnya dipuji dunia: Mugabe bukan pemimpin biasa. Dia intelektual tajam dengan berbagai gelar akademis. Mantan guru. Komandan gerilya kemerdekaan yang karismatik. Simbol pembebasan dari penindasan. Pada awal pemerintahannya di dekade 1980-an dia dipuji setinggi langit. Mengadopsi kebijakan rekonsiliasi rasial yang pragmatis. Mengajak komunitas kulit putih untuk tetap tinggal dan membangun negara bersama. Ekonomi tumbuh. Program pendidikan dan kesehatan berjalan efisien. Tapi sejarah selalu memberikan peringatan yang sama: kekuasaan yang tidak dibatasi punya sifat korosif yang memabukkan. Semakin lama Mugabe duduk di kursi kekuasaan semakin dia mengalami delusi bahwa dirinya dan negara adalah satu entitas yang sama. Setiap kritik dianggap pengkhianatan. Setiap oposisi dianggap antek asing. Setiap suara berbeda dianggap musuh revolusi. Dan ini tentang kesalahan pertama yang menghancurkan devisa perang Kongo: Agustus 1998 Mugabe secara sepihak mengirim pasukan militer ke Kongo tanpa persetujuan parlemen. Dalihnya membantu presiden Kongo yang dikepung pemberontak. Kenyataannya: militer Zimbabwe dikirim ke hutan Kongo untuk menguasai tambang mineral. Berlian, kobal, tembaga, kayu dieksploitasi oleh perusahaan yang dibentuk militer Zimbabwe bekerja sama dengan kroni presiden Kongo. PBB kemudian membongkar: jaringan jenderal dan politisi papan atas Zimbabwe merampok aset mineral Kongo senilai minimal 5 miliar dolar dalam tiga tahun. Dan tidak ada satu sen pun yang masuk ke kas negara Zimbabwe. Semuanya ke rekening pribadi para jenderal dan kroni Mugabe. Sementara itu rakyat miskin Zimbabwe menanggung seluruh biaya perangnya helikopter tempur, logistik, persenjataan semua dari uang rakyat. Dan ini tentang kesalahan kedua yang membunuh pertanian reformasi lahan: Menghadapi tekanan ekonomi dan melemahnya dukungan publik Mugabe meluncurkan program yang dia sebut reformasi lahan cepat. Terdengar mulia: mengambil lahan warisan penjajah untuk dibagikan ke rakyat. Kenyataannya: milisi partai dan veteran perang diperintahkan menyerbu dan merebut lahan pertanian komersial milik petani kulit putih secara anarkis tanpa ganti rugi. Petani kulit putih diintimidasi dan melarikan diri ke luar negeri. Tapi korban terbanyak bukan petani kulit putih. Korban terbanyak adalah ratusan ribu buruh tani kulit hitam yang sudah turun-temurun tinggal dan bekerja di lahan itu diusir paksa, kehilangan pekerjaan dan rumah, tidak mendapat bagian tanah sama sekali karena dianggap pendukung oposisi. Dan lahan-lahan subur itu yang punya sistem irigasi canggih dan sudah terbukti menghasilkan 60% devisa negara dibagikan kepada para menteri, jenderal, dan kerabat Mugabe yang sama sekali tidak tahu cara bertani dan tidak mau turun ke kebun. Tanpa sertifikat tanah yang sah bank tidak bisa memberi pinjaman modal. Tanpa modal lahan terbengkalai. Lahan subur kembali jadi semak belukar. Produksi jagung anjlok dari 1,09 juta ton jadi 315.000 ton dalam satu periode kekeringan. Zimbabwe yang tadinya mengekspor pangan ke negara tetangga tiba-tiba harus mengimpor jagung agar rakyatnya tidak mati kelaparan. Dan ini tentang keputusan paling fatal mesin cetak uang: Tanpa devisa dari ekspor pertanian yang hancur kas negara kering kerontang. Tapi pengeluaran pemerintah untuk birokrasi, militer, dan subsidi elit partai tidak boleh berhenti. Solusinya: Bank Sentral Zimbabwe atas perintah Mugabe mulai mencetak uang 24 jam sehari. Cetak uang untuk bayar gaji polisi. Cetak uang untuk biayai kementerian yang korup. Cetak uang untuk tutupi defisit yang tidak ada habisnya. Tapi produksi barang sudah hancur. Pabrik tutup. Pertanian lumpuh. Pasokan barang di pasar sangat langka. Ketika triliunan uang baru membanjiri pasar tapi barang yang diperebutkan makin sedikit harga meledak seperti roket. Pemerintah mencoba kontrol harga paksa menurunkan polisi ke toko-toko dan memaksa pedagang jual di harga yang ditetapkan pemerintah. Hasilnya: para pedagang mengosongkan rak toko karena harga patokan pemerintah jauh di bawah biaya produksi mereka. Barang lenyap dari supermarket dan berpindah ke pasar gelap dengan harga ratusan kali lipat. Dan puncaknya November 2008: inflasi bulanan Zimbabwe menembus 79,6 miliar persen. Satu lembar uang kertas resmi bernilai 100 triliun dolar Zimbabwe tidak cukup untuk bayar ongkos naik bus. Dan ini yang paling penting pola yang terlalu familiar: Mugabe tidak pernah mengakui bahwa kehancuran ini adalah hasil kebijakannya sendiri. Setiap kali ada masalah dia menuding tangan-tangan asing. Inggris yang jahat. Amerika yang imperialis. Uni Eropa yang ingin menjajah kembali. Dia membangun narasi psikologis yang sangat kuat: kemiskinan rakyat bukan karena ketidakbecusan pemerintah tapi karena pengorbanan suci dalam perang ekonomi melawan penjajah gaya baru. Sementara itu di belakang layar: media independen diberangus. Undang-undang represif dipakai untuk memberikan akreditasi hanya kepada media yang loyal. Kantor surat kabar yang kritis dibom dua kali oleh agen yang diduga kuat adalah intelijen pemerintah. Karena dalam setiap rezim yang takut pada fakta kritik yang berbasis data adalah racun yang paling ditakuti. Zimbabwe bukan kisah tentang negara miskin yang tidak bisa maju. Zimbabwe adalah kisah tentang negara kaya yang dihancurkan dari dalam oleh pemimpinnya sendiri melalui kombinasi ambisi kekuasaan yang buta, korupsi sistemik yang dibiarkan, kebijakan ekonomi yang ugal-ugalan, dan ego absolut yang menolak untuk mendengar kritik. Polanya selalu sama: dimulai dari membungkam oposisi, lalu menyalahkan pihak luar atas semua masalah dalam negeri, lalu kebijakan yang menghancurkan sektor produktif ekonomi, lalu cetak uang untuk tutupi defisit, lalu inflasi yang menghancurkan tabungan rakyat, lalu kemiskinan massal. Dan rakyat yang paling menderita bukan para elitnya. Rakyat yang paling menderita adalah orang-orang biasa yang kerja keras setiap hari yang tabungannya menguap, yang penghasilannya tidak cukup beli roti, yang akhirnya mati kelaparan di negara yang dulu menjadi lumbung pangan benua. Sejarah tidak pernah bosan memberikan peringatan yang sama. Yang berbeda hanya nama negaranya dan nama pemimpinnya.
12
52
118
9,085
mas prast retweeted
Berita ini diliput oleh berbagai media Jepang dan internasional seperti Japan Forward, Asahi, serta banyak akun berita di media sosial. Kedutaan Pakistan sendiri sdh menjauhkan diri dan menekankan agar warganya patuh pd hukum Jepang. #Masjid #Jepang
10
34
112
8,303
Sebuah kisah sejarah di hari Minggu yg mengingatkan kita untuk tetap peduli terhadap bangsa ini.. Bangsa yg besar untuk semua orang bukan cuma untuk yg itu² saja. Terkutuklah kalian yg sudah mengangkangi hajat hidup orang banyak di negeri ini...
11
31
68
2,409
mas prast retweeted
Repost utk anak2 muda yg tanya apa maksud saya dgn "wisdom without fear". Intinya: menyuarakan kebenaran lebih nikmat dari mengejar kekuasaan. You should try it too. Boleh disebar.
397
15,391
34,131
935,853
mas prast retweeted
Indonesia before the Islamization. A lesson from history!
242
1,777
7,010
175,371
mas prast retweeted
Guys, ada analisis dari Rocky Gerung yang menurut gue paling tajam dan paling berani tentang dua hal yang terjadi bersamaan minggu ini penangkapan kepala BGN dan kondisi Indonesia di tengah tekanan geopolitik global. Dan yang menarik: Rocky bicara ini langsung dari depan White House di Washington DC. Bukan kebetulan karena konteks globalnya sangat relevan dengan apa yang sedang terjadi di dalam negeri. Pertama tentang penangkapan kepala BGN yang Rocky langsung komentari: "Korupsi di MBG itu betul-betul memperlihatkan bahwa kepekaan terhadap orang miskin bahkan diabaikan hanya karena keserakahan. Astraekonomiks itu ada di sekitar kiri kanan muka belakang dari Prabowo." Rocky menggunakan istilah astraekonomiks merujuk pada lingkaran orang-orang serakah di sekitar presiden yang justru Prabowo sendiri sering sebut sebagai musuh yang harus diberantas. Dan dia menambahkan dengan kalimat yang menurut gue paling menohok: "Prabowo bilang akan kejar koruptor sampai Antartika. Sekarang yang dikejar ada di sekitar kita sendiri lebih baik ke 'antara kita' dulu sebelum ke Antartika, Pak Presiden." Dan ini tentang apakah penangkapan ini tanda keseriusan Prabowo: Rocky memberi analisis yang tidak hitam putih dan ini yang paling jujur dari seluruh komentarnya. Dia mengakui ada yang positif: ada konsistensi Prabowo mendengarkan tekanan publik. Penangkapan kepala BGN. Kasus Andre Yunus yang dikembalikan ke peradilan umum setelah tekanan masyarakat sipil. Tom Lembong yang mendapat perhatian. Tapi Rocky menekankan satu hal yang sangat penting: "Kalau enggak ada tekanan publik Presiden tidak akan bereaksi radikal. Ini kemenangan masyarakat sipil bukan inisiatif presiden." Artinya: penangkapan ini bukan bukti bahwa sistem sudah berjalan dengan sendirinya. Ini bukti bahwa tekanan dari luar masih menjadi faktor penentu apakah presiden bergerak atau tidak. Dan selama itu masih menjadi pola maka harapan itu ada tapi sangat bergantung pada seberapa keras suara publik terus berbunyi. Dan ini tentang masalah struktural terbesar yang Rocky identifikasi: Rocky melihat ada gap yang sangat berbahaya antara presiden dan kabinetnya. Prabowo terbang ke sana sini bertemu Putin, Xi Jinping, Trump. Bermain di level geopolitik internasional yang sangat tinggi. Itu sah dan bahkan diperlukan. Tapi di dalam negeri kabinetnya tidak beroperasi pada level yang sama. Menterinya bicara semau-maunya tanpa koordinasi. Kebijakannya tumpang tindih. Dan yang paling parah: setiap kali ada kekacauan dari kebijakan menteri yang harus turun tangan membatalkan adalah presiden sendiri. "Ada jarak antara kecerdasan dan kecerdikan presiden yang bolak-balik ke luar negeri dengan yang tidak dipahami oleh lingkungan di sekitarnya." Dan solusi Rocky sangat tegas: "Presiden harus ubah 75% kabinet. Radical break. Karena tanpa itu semua momentum internasional yang dibangun presiden akan terus dirusak dari dalam." Dan ini tentang konteks global yang membuat situasi Indonesia makin berat: Rocky berbicara dari Washington bukan kebetulan. Karena keputusan yang dibuat di White House dan di Wall Street langsung terasa di Jakarta. Selat Hormuz pintu lewatnya hampir separuh minyak dunia dan 25% konsumsi energi Asia sedang dalam ketegangan. Kalau Hormuz terganggu harga minyak melonjak. Rupiah makin tertekan. Indonesia yang 100% impor energi langsung kena dampaknya. Dan bersamaan dengan itu: Moody's sudah menurunkan outlook Indonesia. MSCI sudah mencoret saham-saham Indonesia. Investor asing sudah keluar dalam jumlah besar. Rocky menyebut ini sebagai kondisi di mana MBG dan geopolitik bertabrakan: "Level ekonomi kita diturunkan oleh Moody's dan MBG jadi masalah. MBG artinya Moody's Broke the Game. Game dari mereka yang enggak ngerti." Maksudnya: korupsi di program paling flagship presiden di saat yang bersamaan dengan tekanan eksternal dari lembaga rating internasional menciptakan double blow yang sangat merusak kepercayaan. Dan ini tentang fenomena politik yang paling menarik dari analisis Rocky: Rocky menyebut kita sedang hidup di era hiperpolitik kebalikan dari era antipolitik sebelumnya. Dulu orang tidak mau bicara politik. Sekarang semua orang bicara politik setiap hari, setiap jam, di semua platform. Tapi ironisnya: semakin banyak orang bicara politik semakin tidak efektif suara itu disalurkan. Partai oposisi tidak berfungsi. ' Gerakan buruh terbatas. Satu-satunya saluran yang tersisa adalah media sosial dan tekanan publik langsung. Dan itu yang terbukti bekerja dalam kasus MBG ini. "Ini paradoks politik global sibuk bicara politik tapi suara publik ditutupi oleh aktivitas intelijen dan deep state. Yang masih bisa menembus adalah tekanan sipil yang konsisten dan tidak berhenti." Rocky melihat ada harapan kecil tapi harapan itu sangat kondisional. Prabowo terbukti bisa bergerak ketika tekanan publik cukup kuat. Itu berarti masyarakat sipil punya pengaruh nyata. Tapi selama kabinet tidak dirombak secara fundamental setiap langkah maju presiden akan terus disabotase dari dalam oleh mereka yang tidak satu visi dengannya. Dan di tengah tekanan dari Selat Hormuz, dari Wall Street, dari Moody's, dari MSCI Indonesia tidak punya banyak waktu untuk terus menggunakan energi presiden buat membatalkan kebijakan menteri-menterinya sendiri. "Lebih baik ke antara kita dulu sebelum ke Antartika, Pak Presiden."
43
128
485
65,461