A learner | social media & digital marketer | google sheet, finance, and investments enthusiast | experienced tsundoku practicioner

Joined August 2009
216 Photos and videos
Pinned Tweet
16 May 2024
Buat yg invest di saham, reksa dana, & SBN, gue bikin template Google Sheet buat manage & analisis portofolio serta tracking net worth. Jadinya infonya kekumpul di satu file, bisa lihat & analisis lebih menyeluruh. Gak mencar2 di beberapa app/sekuritas. Kira2 jadi kayak begini:
8
349
2,125
132,216
Dua bulanan ini mulai beli2 buku lagi. Di kampung ada >100, tapi sebagian dimakan rayap karena gak keurus. Kayaknya mesti dipaketin ke Jakarta lagi. Gambar 1: buku yg baru beli Gambar 2-4: buku2 yg di kampung Buku2 di rak kayu di gambar 4 mostly udah dimakan rayap. πŸ’”
How does your home library stack up? In 2023 YouGov surveyed 29,000 Americans to see how many books they have in their homes. The results were disappointing to say the least. - 0 books: 9% (no books AT ALL) - 1–10 books: 20% - 11–25 books: 14% - 26–50 books: 13% - 51–100 books: 12% - 101–200 books: 10% - 201–500 books: 7% - 501–1,000 books: 4% - More than 1,000 books: 3%
1
2
368
Saking motivatednya buat beli dulu, sampe2 beli buku biologi campbell sama fisdas (buat apa bjir). Trus selalu dateng ke event BBW beli buku2 random. Koleksi aja, yg dibaca baru dikit. 😁
160
Menurut gue isu pembajakan buku ini gak item-putih. Di satu sisi ada hak cipta & kekayaan intelektual yg mesti dihargai, tapi di sisi lain ada realitas ekonomi & akses thd pengetahuan, khususnya di negara berkembang & pernah terjajah selama bertahun2 kayak Indonesia. Jd konteksnya mesti dibedain. Kalau buku karya penulis & penerbit Indo, sebisa mungkin beli yg asli. Industri buku lokal itu kecil & rapuh. Royalti penulis sangat kecil mungkin sekitar 7-12% dari harga buku. Jd setiap buku yg kejual sangat2 berpengaruh buat keberlanjutan ekosistem, gak cuma penulis tp jg penerbit, editor, ilustrator, toko buku, dll. Kalau textbook akademik internasional buat kuliah, konteksnya beda. Karena emang ditujukan buat negara maju & perpustakaan univ, harganya bisa sangat mahal. Harga 1 buku ori aja bisa setengah atau 1 kali UMR jogja. Jd sangat gak realistis buat semua mahasiswa beli. Di konteks ini, penggunaan buku bajakan lebih ke masalah akses ke ilmu pengetahuan. Kalau buku2 fiksi/nonfiksi populer internasional, idealnya beli yg asli kalau mampu. Tp harga buku2 impor sekitar 300-500an ribu sebenernya jg masih terlalu mahal buat daya beli masyarakat kita. Jadi gak item-putih banget, tergantung konteks. Memaklumi baca bajakan karena keterbatasan akses bukan berarti menyarakan buat baca bajakan buat semua situasi. Kalau ada kemampuan buat beli yg asli, sebaiknya selalu beli yg asli. Tapi kalau emang gak punya akses atau daya beli khususnya textbook kuliah atau buku impor, menurut gue masih bisa dipahami kenapa akhirnya sebagian orang baca versi bajakan.
MinLit tau akses buku memang masih sangat sulit. Perpustakaan fisik belum menjangkau semua wilayah, perpustakaan digital BANYAK kurangnya, harga buku bersaing dengan harga kebutuhan hidup yg lain, tapi tolong jangan membagi2kan file buku secara bebas. Masih ada cara2 lain yg bisa ditempuh untuk baca buku. Saling pinjem, barter. Patungan, lalu bukunya dibaca bergiliran mungkin? Silakan kalau teman2 mau barter buku atau saling pinjam melalui LitFess. P.S. twit di skrinsyut ini sudah dihapus, dan kalo saling pinjam, dijaga bukunya yaaa.
1
3
272
Kantor: kita mau bikin perpus buat kantor, silakan kalau mau request buku Me: *request komik one piece* Beneran dibeliin satu box set πŸ˜πŸ™
410
Tanpa perlu nyalahin orang miskin, tingkat kelahiran biasanya turun dgn sendirinya kalau orang punya akses & kapasitas buat ngerencanain hidup. Polanya konsisten di banyak negara: - kalau makin banyak perempuan yg berpendidikan tinggi & punya kesempatan kerja - kalau angka kematian anak menurun - kalau akses ke kontrasepsi naik maka tingkat kelahiran akan cenderung turun.
β€œorang miskin dilarang beranak” eh kontol, emang itu buruh-buruh yang produksi barang-barang yang lu pake sehari-hari kebanyakan dari kelas apa gua tanya? orang miskin nih beranak pinak endingnya juga lu sedot tenaganya iya gak?
1
1
509
Kalau kita lihat sekeliling kita (saudara atau tetangga), orang2 yg akses pendidikan dan ekonominya lebih baik dari generasi sebelumnya biasanya anaknya lebih sedikit. Dan itu mereka sadar dengan sendirinya, tanpa paksaan karena mereka punya opsi hidup lebih banyak & kontrol yg lebih jelas.
1
202
Jadi ketimbang nyalah2in orang miskinnya, yg lebih efektif itu memperjuangkan supaya kapasitas hidup mereka naik, misalnya: - dorong dan awasi program pemerintah - dukung layanan kesehatan & pendidikan - ikut organisasi atau komunitas yg kerja di lapangan, dst. Itu semua lebih menyentuh akar masalahnya. Dan juga lebih manusiawi & lebih demokratis, kalau kita beneran percaya sama nilai2nya..
179
31 Dec 2025
Bulan desember, menghabiskan sebagian besar waktu hidup di perpus cikini
5
830
15 Dec 2025
Risetnya tahun 2018, jadi belum termasuk: - learning loss karena sekolah tutup ketika covid, yg mana risetnya anak2 jadi kehilangan keterampilan setara sekitar 11 bulan pembelajaran - tiktok/short video yg bikin anak2 jadi susah fokus ketika belajar & kepapar konten2 brainrot
13 Dec 2025
State of education in Indonesia
1
5
419
15 Dec 2025
Sementara intervensi atau kebijakan pemerintah kayaknya kurang signifikan buat ngesolve problem itu. Jadi siap2 pisa 2025 mungkin angkanya akan makin turun.
1
2
200
15 Dec 2025
Gak kebayang nanti gimana, ketika AI skrg makin β€œpinter”, tp masyarakatnya kualitasnya malah makin turun (karena pemerintah gak kompeten). Ditambah masalah2 sosial, ekonomi, politik skrg.. πŸ’€πŸ—Ώ
175
18 Jun 2025
Di grup marketing kantor. Akulah orang bold itu. πŸ˜”β˜οΈ
Jadilah Bold (berani untuk ambil resiko, bertindak tanpa takut) dalam kehidupan dan karir. Saat kita sadar bahwa hidup ini terlalu singkat dan terlalu berharga untuk cari aman dan dipenuhi rasa takut, potensi kita akan keluar optimal dan berbagai hal baik akan menghampiri.
5
855
Ari Candra retweeted
12 Mar 2025
Replying to @thanthowy
Neneng gak milih marxist Marxist yg milih Neneng
39
594
4,474
94,648
6 Mar 2025
Work has been a lot of fun lately
1
1
5
1,201
18 Jan 2025
Selama >15 thn merantau, bolak-balik Kediri-Jakarta buat kuliah kerja, hampir selalu naik kereta, kadang2 pesawat. Tahun baru kmrn, karena tiket kereta makin mahal gak manuk akal, nyobain naik bus buat pertama kalinya. Abis naik bus, cukup yakin buat jadiin bus pilihan #1. 😁
Apa yg membuat teman2 tetap memilih kereta eksekutif drpd bus sleeper? Batasan user yg bisa jawab minimal udah cobain duaduanya, soalnya skg dg harga yg sama, anggaplah 700rb, dan waktu tempuhnya sama - kereta eksekutif yaudah cuma dapet kursi aja, - bus sleeper dapet, ruang tunggu yg nyaman, free flow minuman, entertainment (y walaupun ga banyak kepake wong tinggal turu), amenities, dan yg paling penting makan plus snack, jdi udah jaminan kenyang Ini kalo bgini trus dan kereta ga ubah strategi, bisa2 konsumennya pada pindah :/
5
1
5
5,904
18 Jan 2025
- Surprisingly, gak capek. Bus seat nyaman. Mostly lewat tol. Pas nyampe rumah bisa lgsg aktivitas biasa. Lebih capekan kereta. Bagasi ada penandanya. Jadi mikir, kayaknya overkill deh. Kalian gak rugi bjir? πŸ˜” atau selama ini yg kemahalan kereta?
1
854
18 Jan 2025
Minusnya ada aja, tp enak2nya udah mengkompensasi itu. Naik Mtrans karena ratingnya yg paling tinggi buat yg ke Kediri. Dan dari experience sendiri kemarin sih emang kebukti bagus. πŸ‘ Sebenernya pengen coba @cititransindo yg kayaknya lebih wow, tp blm ada yg ke Kediri. πŸ˜”
876