OPEN FOLLOW BACK
- repost tweet ini
- repost & likes thread di bawah ini
- reply done
Kadang, kita baru benar-benar memahami ayah setelah dewasa.
Setelah merasakan sendiri lelahnya bekerja, beratnya bertahan, dan pelan-pelan sadar bahwa cinta tidak selalu datang dalam bentuk kata-kata.
Mungkin dulu kita hanya melihat ayah sebagai sosok yang diam. Sekarang, kita mulai paham: ada banyak hal yang ia simpan sendirian.
Ayah Paruh Waktu, buku terbaru Bentang Pustaka, hadir seperti pelukan kecil untuk siapa pun yang sedang belajar memahami ayah, keluarga, dan dirinya sendiri.
Karena kadang, yang kita butuhkan bukan selalu diminta kuat.
Tapi diingatkan bahwa kita juga boleh berhenti sebentar, menarik napas, dan beristirahat. π©·