Happy setidaknya Takko Delivery Service tetap beroperasiii. ๐ฅบ
Setelah menciptakan pembatas antara dunia manusia dan yokai, Takkorokamui menyadari bahwa menjaga keseimbangan tidak dapat dilakukan hanya dari balik kuil atau singgasana para dewa. Jika ia ingin memahami manusia, maka ia juga harus hidup di antara mereka.
Tibalah saatnya sang dewa meninggalkan pulau sucinya untuk menetap di Koriko, pulau yang ramai oleh para nelayan, pedagang, pengrajin, serta para pendatang dari berbagai penjuru lautan. Keempat putri laut terus saja mempertanyakan keputusan Takkorokamui yang dinilai terlalu membingungkan. Dengan belaian di kepala yang lembut, Takkorokamui tak ada hentinya menjelaskan.
โTuan, apakah kita benar-benar harus pindah dari sini?โ Sang Dewa menganggukkan kepalanya dengan penuh keyakinan.
โKenapa? Mereka bahkan rela menyeberangi selat hanya untuk membawakan persembahan bagimu. Jadi untuk apa repot-repot?โ
โAku merasa terlalu jauh dari anak-anakku.โ
Dan kehidupan baru Takkorokamui beserta keempat putri laut dimulai, dimana ia dapat menyaksikan kehidupan manusia dari dekat hari demi hari.
Dan untuk menyembunyikan jati dirinya, Takkorokamui mengambil wujud seekor gurita kecil berkuping kucing berwarna ungu. Di ujung pulau Koriko, ia mendirikan sebuah perusahaan pengiriman barang bernama Takko Delivery Service. Banyak warga yang merasa terbantu dengan hadirnya perusahaan ini. Takkorokamui pun merasakan bahwa Takko Delivery Service merupakan cara baginya untuk selalu terhubung dengan manusia yang doyan sekali berbelanja online maupun sekedar mengirimkan surat.
Sementara itu, keempat putri laut yang dahulu ia angkat dari biji mutiara samudra telah beradaptasi dengan dunia manusia dengan baik setelah melalui proses yang cukup panjang. Setelah tugas mereka sebagai penjaga kuil berakhir, Takkorokamui memberikan kebebasan penuh untuk menentukan jalan hidup mereka sendiri. Mereka tidak lagi terikat sebagai pelayan kuil maupun utusan dewa. Untuk pertama kalinya, mereka diperbolehkan hidup layaknya manusia biasa, memilih mimpi, pekerjaan, dan masa depan mereka sendiri.
Namun tanpa ragu, keempatnya memutuskan untuk tetap berada di sisi Takkorokamui dan bekerja di Takko Delivery Service. Bagi mereka, sang dewa telah menjadi keluarga jauh sebelum menjadi sosok yang dipuja. Keputusan itu justru membuat Takkorokamui merasa canggung. Ia bersikeras bahwa mereka tidak lagi perlu memanggilnya dengan gelar kehormatan atau memperlakukannya seperti dewa. Di dalam kantor, ia hanya ingin dianggap sebagai bos dan teman biasa. Meski demikian, keempat putrinya sering kali masih kesulitan menghilangkan rasa hormat yang telah mereka miliki dalam kurun waktu yang sangat lama.
Sebagai hadiah terakhir sebelum melepaskan mereka dari kewajiban sebagai gadis kuil, Takkorokamui menganugerahkan masing-masing putri sebuah kemampuan magis yang mencerminkan sifat dan bakat mereka sendiri. Kemampuan tersebut diberikan untuk mempermudah mereka dalam penyesuaian dengan pekerjaan barunya.
Berkat kemampuan tersebut, Takko Delivery Service beroperasi jauh lebih efisien dibanding para pesaing yang menawarkan jasa yang serupa. Warga Koriko pun lebih memilih menggunakan jasanya hingga perusahaan-perusahaan pengiriman lain perlahan gulung tikar, menjadikan Takko Delivery Service satu-satunya yang tetap berjaya di Koriko.