Sekelompok orang tidak akan pernah bisa memahami arti "marjinal", "minoritas", yang tertindas, selama mereka belum pernah merasakan menjadi salah satunya.
Mereka tidak akan pernah bisa mengerti mengapa ada perlawanan dari kelompok marjinal/minoritas karena di benak mereka, apa yang terjadi di depan mata mereka adalah sebuah hal yang normal. Bahkan ketika yang terjadi di hadapannya adalah sebuah ketidakadilan, mereka akan menganggap itu biasa saja.
Kelompok marjinal dan minoritas yang tertindas ini bukannya ingin menjadi pihak yang menindas. Mereka cuma ingin hidup tenang dan layak. Mereka tak akan melawan selama hak hidup mereka sudah terpenuhi.
Banyak orang yang mengaku memiliki moral tapi ketika berhadapan dengan kelompok marjinal dan minoritas, pola pikir yang mereka miliki adalah: "Kami membiarkan kalian hidup saja sudah bagus." Ini bukan sebuah bentuk keyakinan untuk mengamankan; tapi sebuah ancaman.
Banyak orang yang tidak akan memahami di mana letak ancamannya karena buat mereka, dengan tidak membunuh manusia lain saja adalah sebuah kebaikan. Mereka tidak akan pernah memahami rasa takut yang dimiliki oleh kelompok marjinal dan minoritas.
Sampai dengan detik ini, gerombolan orang yang secara sadar ingin mengakhiri hidup kelompok marjinal dan minoritas akan terus beranggapan bahwa mereka terusik. Ketenangan dan kenormalan yang selama ini mereka nikmati, "diganggu" oleh sekelompok orang yang hanya ingin mendapatkan apa yang menjadi haknya. Mereka akan selalu menemukan justifikasi untuk melakukan penindasan.
Gw akan selalu berdiri bersama kaum marjinal dan minoritas. Walaupum gw tidak sepenuhnya bisa memahami ketakutan yang mereka hadapi setiap harinya, gw akan tetap bersama mereka. Hal ini tentu akan membuat beberapa pihak tidak nyaman. Bagus. Biarkan ketidaknyamanan itu terus berkembang agar kalian belajar untuk mulai melihat dari kacamata kaum marjinal dan minoritas. Kelompok marjinal dan minoritas dalam bentuk dan nama apapun.