Joined November 2023
171 Photos and videos
Pinned Tweet

7
60
454
99,388
Jalen brunson mvp uy
64
Gimana cara make vlookup
8
87
1,475
Ada satu hal yang jarang disadari fresh graduate. Saat lo lulus, lo sebenarnya masuk ke perlombaan yang baru. Dan di perlombaan itu, semua orang start hampir dari garis yang sama. Sama-sama baru lulus. Sama-sama cari kerja. Sama-sama pengen dapat kesempatan pertama. Makanya yang bikin jarak antar kandidat bukan selalu IPK. Bukan juga jurusan. Tapi apa yang mereka lakukan setelah kuliah selesai. Ada yang berhenti belajar. Ada yang mulai membangun skill. Dan beberapa bulan kemudian hasilnya mulai kelihatan. Karena dunia kerja ga terlalu peduli berapa banyak tugas yang pernah lo kerjakan di kampus. Dunia kerja lebih peduli apakah lo bisa membantu menyelesaikan pekerjaan yang ada sekarang. Makanya skill seperti Excel, Google Sheets, Power BI, dashboard, dan data analysis mulai punya nilai tinggi. Karena itu adalah tools yang benar-benar dipakai di banyak perusahaan setiap hari. Mau masuk marketing. Finance. HR. Admin. Operasional. Kemungkinan besar lo bakal ketemu hal-hal itu. Dan semakin cepat lo familiar dengan workflow tersebut, semakin ringan juga proses adaptasi lo nanti. Itulah alasan gue bikin course ini. Bukan untuk bikin semua orang jadi data analyst. Tapi untuk membantu fresh graduate membangun skill yang relevan dengan cara kerja perusahaan modern. Lo belajar Excel, Google Sheets, Power BI, Looker, sampai Domo. Lengkap dengan studi kasus supaya lo ga cuma paham teori, tapi juga terbiasa mengerjakan hal yang mirip dengan dunia kerja. Karena di awal karir, lo mungkin belum bisa bersaing lewat pengalaman. Tapi lo masih bisa bersaing lewat persiapan. Dan sering kali, itu sudah cukup untuk membuat perbedaan besar. Kalau lo mau mulai bangun skill itu dari sekarang: lynk.id/fadhlirrahman/8j9j6z…

17
93
2,467
Gue tau ekonomi lg susah, cari kerja susah, bootcamp dan belajar pada markup harga. Makanya gue bikin e course ini buat kalian belajar praktikal, ada grup jg yg mana gue nyebar2 loker dari luar. Gue tau ga semua org punya duit makanya gue bikin perpus digital, biar kalian dpt ilmu tambahan gratis. Gue tau duit gue ga banyak dan gabisa gue sumbang2in gitu aja makanya gue sumbang ilmu, gue gabisa turun ke jalan, gue berjuang di medsos lewat pendidikan di bidang gue. Link perpus digital: lynk.id/fadhlirrahman/page/P… Link course: lynk.id/fadhlirrahman/8j9j6z… Semangat berjuang.
11
192
887
15,276
Ada demo di jakarta.
385
Gue kadang kasian lihat fresh graduate yang baru lulus. Bukan karena mereka kurang pintar. Tapi karena banyak yang baru sadar ada gap skill setelah masuk dunia kerja. Selama kuliah, semuanya terasa aman. Tugas selesai. Ujian selesai. Lulus. Tapi begitu masuk kantor, pertanyaannya berubah. Bukan lagi: "Lo tau teori ini?" Tapi: "Lo bisa kerjain ini?" Dan sering kali yang muncul bukan hal yang rumit. Justru hal-hal yang kelihatannya sederhana: Bersihin data. Bikin report. Update dashboard. Analisis angka. Present hasil. Makanya banyak fresh graduate yang berharap mereka belajar skill itu lebih cepat. Karena ternyata skill practical dipakai jauh lebih sering daripada yang mereka kira. Dan kabar baiknya, lo ga perlu nunggu diterima kerja dulu buat mulai belajar. Justru semakin awal lo mulai, semakin besar juga keuntungan yang lo punya. Di course ini gue fokus ke skill yang memang sering muncul di berbagai pekerjaan: Excel, Google Sheets, Power BI, Looker, dan Domo. Bukan cuma belajar tools-nya. Tapi belajar bagaimana tools itu dipakai dalam workflow kerja yang nyata, lengkap dengan studi kasus. Karena saat kesempatan kerja datang, biasanya perusahaan ga bertanya: "Siapa yang paling siap belajar suatu hari nanti?" Mereka lebih tertarik pada orang yang sudah mulai mempersiapkan diri dari sekarang. Kalau lo mau jadi salah satu dari mereka: lynk.id/fadhlirrahman/8j9j6z…

3
56
2,158
Ngexcel
Hari hari excel Untung ganteng Ga bosen diliat HEHE
2
461
Orang tau kok kalau kalian pintar. Jangan jadi elitist. Civilization itu dibentuk dari berbagai kelas, Dont act high and mighty cuma karena kita terlahir lebih dari orang lain, tujuan utama masyarakat itu saling ngisi, kalau semua terlahir special collapse ntar.
1
5
24
1,030
Kalau barang primer rasanya uda lebi susa dijual dari sekunder or tersier berarti ada yang salah di sistem.
You cant sell to everyone. Ini kelas sales dari gue ya, yang mau baca silakan, diskip juga silakan. Pertama kita kotakin dulu: 1. Barang primer 2. Barang sekunder 3. Barang tersier Barang primer ini, barang yang kalian tu perlu banget dan gabisa hidup tanpa dia. Contoh : makanan, pendidikan, tempat tinggal, dll. Barang sekunder ini barang yang dibuat untuk mempermudah hidup. Contoh: pendidikan lanjutan, mobil, gadget, dll. Barang tersier ini barang yang mewah, kita bisa hidup tanpa dia Contoh: mobil mewah, tas merk besar, jalan2 luar negeri, dll. Oke sampe sini paham ya? Sekarang kita masuk ke urgensi kebutuhan. Kalau lo jualan barang primer, semua orang butuh. Makanya harganya bisa jadi lebih murah dari 2 kategori lainnya. Lalu sekunder, biasanya lebih mahal dari barang primer dan murah dari barang tersier, nah demand di barang sekunder ini menengah. Kurang dari primer dan lebi banyak dari sekunder. (Gue jualan di sini, ini buat gue adalah sweet spot, saingan ga sebanyak primer, kualitas ga kalah jauh dari tersier). Terakhir tersier, niche marketnya udah kebentuk. Masing-masing punya demand sendiri, di sini kalian uda ga jualan fungsi lagi tapi status.
2
258
Hari hari excel Untung ganteng Ga bosen diliat HEHE
10
74
2,391
You cant sell to everyone. Ini kelas sales dari gue ya, yang mau baca silakan, diskip juga silakan. Pertama kita kotakin dulu: 1. Barang primer 2. Barang sekunder 3. Barang tersier Barang primer ini, barang yang kalian tu perlu banget dan gabisa hidup tanpa dia. Contoh : makanan, pendidikan, tempat tinggal, dll. Barang sekunder ini barang yang dibuat untuk mempermudah hidup. Contoh: pendidikan lanjutan, mobil, gadget, dll. Barang tersier ini barang yang mewah, kita bisa hidup tanpa dia Contoh: mobil mewah, tas merk besar, jalan2 luar negeri, dll. Oke sampe sini paham ya? Sekarang kita masuk ke urgensi kebutuhan. Kalau lo jualan barang primer, semua orang butuh. Makanya harganya bisa jadi lebih murah dari 2 kategori lainnya. Lalu sekunder, biasanya lebih mahal dari barang primer dan murah dari barang tersier, nah demand di barang sekunder ini menengah. Kurang dari primer dan lebi banyak dari sekunder. (Gue jualan di sini, ini buat gue adalah sweet spot, saingan ga sebanyak primer, kualitas ga kalah jauh dari tersier). Terakhir tersier, niche marketnya udah kebentuk. Masing-masing punya demand sendiri, di sini kalian uda ga jualan fungsi lagi tapi status.
1
2
603
bole cek guys template cv
Gue udah kerja di beberapa negara dan megang posisi penting di perusahaan. Kali ini gue mau bahas yang jarang dibahas expat lain: stereotipe. Realitanya, emang penilaian seorang berdasarkan negara asal mereka itu ada. Orang lebih terbiasa bekerja sama dengan sesama yang lebih familiar, jadi memang ada ya treatment berdasarkan preference, tapi itu cuma filter sosial. Bukan penentu hasil. Gue jujur aja, sebagai orang dari Indonesia, diliatnya sebelah mata. Kita dinilai jelek. Fair sih, negara kita juga berantakan SDM-nya. Bahkan pas gue di Aussie ada beberapa tempat yang blacklist pekerja dari Indo. Loh, terus kok bisa gue kerja sampai jadi manajer? Jawabannya simply karena writing CV lebih bagus dan rapi daripada native sana. Gue jabarin point-point yang orang dapet ketika hire gue berikut achievement dari tempat sebelumnya. Kuncinya bukan cuma nulis "tanggung jawab", tapi gue jabarin clear points tentang value apa yang bakal mereka dapet kalau hire gue, lengkap dengan metrik achievement konkret dari tempat sebelumnya. Di level global, data dan kejelasan itu yang diperlukan. Yang mau beli template CV di sini: lynk.id/fadhlirrahman/Py5Y9A… BELI KALAU PERLU AJA
43
344
7,993
Since the upcoming movie "Odysseus" is just around the corner, I wanna tell you guys about the legend of the Trojan War. For the longest time, people thought the whole thing was just a bedtime story. The giant wooden horse, the gods intervening, and demigods like Achilles were all written off as myth. That was until the late 19th century, when an archaeologist actually dug up the ruins of the real ancient city of Troy. The real motive wasn't undying love; it was a classic geopolitical clash over strategic trade routes. But it is called a romance for a reason, so to make a historical story stick through the generations, you need to spice it up. Enter the ultimate romantic scandal that brought down an empire: the drama of Helen and Paris. Helen wasn't just any regular woman. She was the Queen of Sparta, married to King Menelaus, and held the highest social status of her time. She had it all. Yet, all logic, her throne, and her commitments flew right out the window the moment Paris, a prince of Troy, came to visit. Why did she flip so fast? Because Paris had the ultimate cheat code: an aesthetic look and that effortless "pretty boy" charisma. Back then, Greek men were typically built like tanks: rugged, muscular, bearded, and smelling of battlefield sweat. Then Paris walks in with a completely different vibe. He was well-groomed, soft-spoken, articulate, and knew exactly how to treat a woman. His visuals were blindingly good. And this is where human nature kicks in: Uniqueness equals attraction. Knowing humans, once we are attracted to something, it is really hard to let go. And when we are unable to let go, greed and blindness take the steering wheel. Helen didn't just fall in love; she grew greedy for a reality she didn't have, completely blinded by the glittering novelty Paris offered. She willingly abandoned the luxury of Sparta, left her husband, and reportedly even left her child behind, just to sneak onto a ship at midnight. Paris wasn't any smarter either. He was so blinded by Helen's beauty that he ignored reality. He obviously knew that running away with the Queen of Sparta was a death wish that would trigger an international crisis. But when you’re blinded by immediate gratification, logic goes out the window. They both chose chaos. If this sounds wild, just look around you today. Human nature hasn't changed a bit in 3,000 years. This ancient story is just a mirror for modern human behavior. We still see people getting blinded by a shiny new "vibe" every single day. Think about how often people throw away stable, carefully built lives, long-term relationships, secure careers, or pristine reputations, all because they get greedy for a temporary thrill. Before you decide to do anything rash, ask this. Will this be worth your time? Will this bring you peace? Will this ruin everything you've built? If the answer to that last question makes you hesitate, even for a second, then you’re looking at a Trojan Horse. The whole story is basically about how beautiful things destroy everything built for years.
1
258
Ini gratis ya guys, cek aja lynk.id/fadhlirrahman/page/P…

15
123
4,961
Irilrahmanr retweeted
Gue udah kerja di beberapa negara dan megang posisi penting di perusahaan. Kali ini gue mau bahas yang jarang dibahas expat lain: stereotipe. Realitanya, emang penilaian seorang berdasarkan negara asal mereka itu ada. Orang lebih terbiasa bekerja sama dengan sesama yang lebih familiar, jadi memang ada ya treatment berdasarkan preference, tapi itu cuma filter sosial. Bukan penentu hasil. Gue jujur aja, sebagai orang dari Indonesia, diliatnya sebelah mata. Kita dinilai jelek. Fair sih, negara kita juga berantakan SDM-nya. Bahkan pas gue di Aussie ada beberapa tempat yang blacklist pekerja dari Indo. Loh, terus kok bisa gue kerja sampai jadi manajer? Jawabannya simply karena writing CV lebih bagus dan rapi daripada native sana. Gue jabarin point-point yang orang dapet ketika hire gue berikut achievement dari tempat sebelumnya. Kuncinya bukan cuma nulis "tanggung jawab", tapi gue jabarin clear points tentang value apa yang bakal mereka dapet kalau hire gue, lengkap dengan metrik achievement konkret dari tempat sebelumnya. Di level global, data dan kejelasan itu yang diperlukan. Yang mau beli template CV di sini: lynk.id/fadhlirrahman/Py5Y9A… BELI KALAU PERLU AJA
3
64
473
17,949
Hawatir banget liat Jabodetabek banyak begal dan copet? Stay safe, everyone.
265
Gue dah perna kerja di aussie dan malaysia, lebih enak malaysia hehe
160
Pada banyak banget yang panik emas turun, kebanyakan trader. Padahal kalau liat situasi makro ini lagi koreksi sehat, liat situasi global sekarang suku bunga naik kan? Dollar kuat? Tapi liat jg inflasinya, ini emas lagi koreksi, kita liat akhir tahun. Ytta.
1
313
Gue rasa banyak fresh graduate salah fokus. Mereka menghabiskan berjam-jam memperbaiki CV. Ganti template. Ganti warna. Ganti layout. Padahal setelah CV dibuka recruiter, yang dicari bukan desainnya. Tapi pertanyaan sederhana: "Apa yang orang ini bisa lakukan?" Karena pada akhirnya perusahaan merekrut untuk menyelesaikan masalah. Dan semakin banyak skill yang relevan lo punya, semakin mudah perusahaan melihat value lo. Apalagi sekarang hampir semua pekerjaan punya satu kesamaan: mereka bekerja dengan data. Ada data pelanggan. Ada data penjualan. Ada data operasional. Ada data karyawan. Dan seseorang harus bisa mengolah, membaca, dan menjelaskan data itu. Makanya skill seperti Excel, Google Sheets, Power BI, dan dashboard jadi semakin penting. Bukan karena tools-nya keren. Tapi karena tools itu membantu orang bekerja lebih efektif. Dan menurut gue, fase fresh graduate adalah waktu terbaik untuk membangun skill itu. Karena begitu lo masuk kerja, waktu luang biasanya jauh lebih sedikit. Di course ini gue susun materi dari Excel, Google Sheets, Power BI, Looker, sampai Domo dalam satu workflow yang nyambung. Lengkap dengan studi kasus supaya lo bisa latihan sebelum benar-benar ketemu situasinya di kantor nanti. Karena sebagai fresh graduate, lo mungkin belum punya pengalaman bertahun-tahun. Tapi lo tetap bisa punya sesuatu yang dicari banyak perusahaan: kesiapan untuk memberikan value sejak awal. Kalau lo mau mulai bangun kesiapan itu dari sekarang: lynk.id/fadhlirrahman/8j9j6z…

1
51
1,557