Ada orang yang sebenarnya tidak sanggup untuk bertahan, tapi ia sangat takut untuk benar-benar menyerah.
Ada yang sudah merasa ingin berhenti, tapi ia memilih diam, karena bahkan untuk pergi pun rasanya tidak punya tenaga.
Kadang yang tersisa hanya tangis yang dipendam sendirian, amarah yang tidak tahu harus diarahkan ke mana, dan tubuh yang tetap bergerak seolah semuanya baik-baik saja.
Hingga kalimat itu muncul di pikirannya:
"Kelak jika tiba-tiba aku tidak lagi ada di sini, semoga aku sudah benar-benar pulang dalam keadaan yang lebih tenang, dan tidak lagi membawa luka yang sama."