ㅤ Roleplay — “When I thought world has crumbled, then I have myself to hold but @goldenaugen convinced me it's okay to believe in him too.” (NSFW) ic: MadanMatz
Sedikit mengantuk, ia memeluk @goldenaugen ketika bangun di pagi hari. Wajahnya ia benamkan di dada sang wira sambil bergumam, “Oppa, peluk lebih lama…”
< kehidupan dalam dunia entertainment akan terus berputar cepat, apalagi artis-artis baru sangat banyak. Bila tidak bisa mengimbangi promosi yang kuat, tentu ia tidak akan bisa mengalahkan artis jaman sekarang.
Namun, Chaeri cukup puas dengan kehidupannya saat ini. Tidak >
< terlalu sibuk, penggemarnya tidak sebanding dahulu namun terhitung loyal, sehingga kehidupannya kini cukup tentram dan dijauhi dari drama.
Namun, siapa sangka ia akan bertemu @camadetribe di ruang rekaman OST? Apakah kehidupannya masih akan tenang?
—
Masih dengan gestur centilnya, duduk ia di kursi dan menyanyikan bagiannya, “Wae nareul himdeulge hae~” lantunnya sambil jarinya menunjuk bagian bawah bibirnya. Lalu eskpresinya berubah seduktif sembari jemarinya yang lain tertuju ke arah @chaeriemon. ♡
—
—
Masih dengan gestur centilnya, duduk ia di kursi dan menyanyikan bagiannya, “Wae nareul himdeulge hae~” lantunnya sambil jarinya menunjuk bagian bawah bibirnya. Lalu eskpresinya berubah seduktif sembari jemarinya yang lain tertuju ke arah @chaeriemon. ♡
—
Masih dengan posisi tubuh dicondongkan sedikit ke depan dan kaki jenjang berlapis stocking jaring, Suchan perlahan mengusap paha miliknya dengan kedua tangan ke atas, dengan mata tertuju ke kamera dengan seringai kecil.
“Ajjilhan naui high heel,” kepala meneleng ke atas —
Sekilas tatapan mengajak―tatapan itu bergulir lalu terarah tepat pada @chaeriemon selagi ujung lidahnya memutar pelan menjilat bibir.
“Hey… Brave sound, drop it.”
Sesuai dengan lirik yang terucap, Euis berjongkok, menjatuhkan pantatnya perlahan-lahan sembari memutar kepala
—
“Neomu ippeo boyeo” kemudian ia melangkah sesuai posisi yang sudah ditentukan dengan satu telapak tangannya berada di depan sedangkan yang satunya mengibas sedikit bagian rambut dengan gestur centilnya, “naega mworeul ipdeonji.”
—
“Neoneun wae nal heon sin jjak bodeusi hae”
pinggulnya lalu mengayun ke kanan dan kiri secara cepat, dengan kedua kaki yang kini berdiri terbuka sebelum berjalan ke depan layaknya seorang model sembari mengedipkan mata ke arah penonton lalu berjalan ke sisi kiri bersama dengan —
— mundur bergesekan ke lantai, diraba pula sekaligus menatap penonton dengan seduktif. “Neoneun yejeon gatjiga aneun geol.” Dengan Amora yang mengikuti “Aneun geol” Sapphira pun sedikit menggelinding ke depan dan bertumpu pada lututnya dan menatap @kkochgiI , Euis, serta Amora.
Sapphira pun merebahkan badannya diatas panggung. Dirinya memandang keatas seakan dia membayangkan angannya denganmu dan mengacak-acak rambutnya.“ Nal baraboneun siseoni. ”dengan Euis yang menyusul dengan sahutan, “Hey.”
Ditambah dengan Fira yang memainkan kakinya dengan maju —
depan kedua belah dada, tepat ketika para gadis menyebutkan nama grup mereka, “LASS.”
Jeda sejenak, kemudian ia menggoyangkan pinggulnya satu kali. Tangan kiri bertumpu pada pinggang, sedangkan tangan kanan membentuk gestur telepon di telinga
sesuai irama kick drum. Hanya sampai ketika tangan kanan perlahan bergerak menjauh dari hulu dan diucapkan lagi, “Hey…”
Setelah mengambil dua langkah kecil ke kiri dan ke kanan, kedua tangan itu mengepal dan berputar kecil di depan pinggang, kemudian seluruh jemari membuka di
Tangan itu kemudian bergerak memutar di belakang kepala kemudian membelai leher dan bahu. Sementara itu, ketiga kakaknya menoleh ke arah para penonton saat diucapkan, “Hey…”
Kedua tangan bertumpu pada pinggul yang kemudian bergoyang gemulai. Kiri, kanan, pinggulnya berlenggok
“Hey…” Tiap kata ini terucap dalam lagu, Euis menggerakkan tubuhnya. Pertama-tama, ia mengangkat kaki kanan sambil mengacungkan telunjuk ke arah penonton.
Sang dancer menyajikan dansa pembuka. Kaki kanannya melangkah agak lebar selagi tangan kiri direntangkan ke depan.
Menyambut antusiasme penonton, empat gadis LASS muncul saat lampu dinyalakan. Di belakang tiga nona yang sedang duduk berselonjor dan berbaris, ada satu gadis yang sedang berdiri dengan pose serta tersenyum manis nan lembut bak gulali, dan itu adalah Euis sang maknae.
Sekilas tatapan mengajak―tatapan itu bergulir lalu terarah tepat pada @chaeriemon selagi ujung lidahnya memutar pelan menjilat bibir.
“Hey… Brave sound, drop it.”
Sesuai dengan lirik yang terucap, Euis berjongkok, menjatuhkan pantatnya perlahan-lahan sembari memutar kepala