Demi memangkas jarak, ia tak menyusuri jalan seperti biasa. Ia memilih melompati dinding pembatasβasal soda di dalam tas tetap aman, tak pecah. Cuaca hari itu menyengat, tapi panasnya justru membakar semangatnya.
βYa, aku tinggal di sini,β katanya, bohong tanpa ragu.
βKau juga tinggal di sini?β matanya menyipit sedikit, βAku belum pernah melihatmu sebelumnya.β
@INVENlET
Sebuah anggukan. Ia setuju saja. Pengantaran hari ini dekatβtentu ada jalan pintas. Lagi pula, ia hafal tiap gang di kota. Kakinya? Jelas lebih panjang dan lebih cepat dari si pendek Cheolsu. Ia yakin menang.