Djakarta Ennichi Batal H-8 Jam, dan Orang di Baliknya Ternyata Udah Lama Bermasalah
Udah booking hotel, jahit kostum, naik kendaraan jauh-jauh menuju lokasi, terus pagi buta dapet notif: acaranya batal.
Itu yang kejadian sama ribuan orang yang nunggu-nunggu Djakarta Ennichi 2026 tanggal 23 Mei kemarin.
Pengumuman batalnya keluar cuma delapan jam sebelum acara mulai. Beberapa tenant bahkan udah kadung buka booth di Lapangan Banteng, terus disuruh bongkar lagi. Tamu dari Jepang udah terbang jauh-jauh dicancel. Cosplayer naik bus dari Surabaya terlantar karena Hotelnya gak dilunasin panitia.
Alasan resminya: "kendala teknis dan operasional internal." Klasik.
Jadi, Djakarta Ennichi digagas sebagai penerus Ennichisai Blok M, festival budaya Jepang yang dulu gede banget, rutin tiap tahun dari 2010 sampai 2019.
Taiko, bon odori, cosplay, booth makanan Jepang, semua ada. Setelah vakum pasca-COVID, banyak yang ngarep ini jadi kebangkitannya. Sayangnya jadwalnya molor terus, dari September 2025 diundur ke Mei 2026, diundur lagi, sampai akhirnya ya... batal.
Lalu Siapa Zhuge Kamiya?
Nama yang paling nyangkut di drama ini. Cosplayer veteran, wakil Indonesia pertama di World Cosplay Summit 2012, dan salah satu orang kunci di balik Djakarta Ennichi. Dia sempat muncul di video klarifikasi, tapi isinya lebih ke soal persoalan internal kepengurusan, bukan jawaban yang dicari publik.
Nah, akhirnya netizen compile tuhdaftar panjang tuduhan terhadap Zhuge.
Isi daftar itu lebih dari dua puluh poin. Mulai dari tuduhan pelecehan seksual terhadap anak 14 tahun, pelecehan terhadap pegawai maid cafe, pelecehan terhadap cosplayer perempuan, sampai tuduhan ngintip ruang ganti. Ada juga soal penelantaran istri dan anak, dan grooming lewat penjurian kompetisi cosplay.
Lengkapnya lihat aja di gambar yang aku sematkan.
Aku cukup pede untuk bilang setidaknya sebagian besar tuduhan itu valid, karena di X ini juga udah ada yang share google drive bukti-buktinya.
Kecewa berat sih.
Komunitas jejepangan yang udah antusias banget kini cuma bisa nunggu dan ngerasa dibohongin dua kali: sekali sama batalnya acara, sekali sama orang yang mereka percaya buat ngejalaninnya.
Pertanyaannya sekarang bukan lagi kapan Djakarta Ennichi bakal digelar ulang. Tapi, kalau emang rekam jejaknya udah segini, siapa yang selama ini tahu dan milih diem?
Bisakah kita dorong untuk diselesaikan secara hukum, biar gak ada lagi orang-orang bejat macam Zhuge ini?