“Why is happiness so hard?” — Sun Jisung; Music Major in Seoul National University. He's vocalist of @hourlyinvoke. Starway / E.N City 932 ✦ / ROBU ✭ KURI.
tentunya pengalaman comeback ini tidak terkira besarnya bagi saya. Saya sangat senang. Tolong terus berikan dukungan untuk kami ya, INFLUX.” Pemuda Sun membuat hati dengan tangannya.
Mikrofon yang tadinya dia terima dari Jae itu pun kini dia berikan
menuju cahaya yang terang. Kerja sama, harapan, hubungan persahabatan, dan tekad yang kuat sehingga perbedaan tidak lagi menjadi penghalang.” Ujar Jisung dengan senyuman; antusias dalam menjawab pertanyaan.
“Saya ingin merekomendasikan lagu 𝙇𝙪𝙘𝙞𝙛𝙚𝙧 kepada para penggemar
namun di album kami ini juga memiliki banyak lagu lain yang wajib didengarkan. Pasti tidak akan menyesal setelah mendengarkannya.” Jisung mengacungkan jempolnya.
Jisung memberikan kode berupa lirikan kepadamu, @vlanchoir, lantaran kini giliranmu memberikan jawaban versi dirimu.
Bagaimana kabar kalian malam ini? Saya senang bisa bertemu dengan kalian semua kembali. Mari kita bersenang-senang dan membuat kenangan yang indah pada malam hari ini ya!” Jisung dengan antusiasme yang melambung tinggi menyapa INFLUX yang sudah meluangkan waktu untuk menyaksikan
acara comeback INVOKE.
Setelah selesai menyapa INFLUX, si pemuda Sun pun melirik ke arahmu, @evinflogne, sebagai sebuah kode bahwa sekarang merupakan giliranmu.
Kemudian kaki Jisung diangkat ke atas bak tengah menendang udara nan kosong. Tangan Jisung juga bergerak ke atas saat melakukan gerakan tersebut.
Sun Jisung sangat menikmati gerakan tari yang begitu cepat dan penuh energi ini. Dia merasa semakin terbakar oleh api;
tepat pada jiwanya untuk memperlihatkan pesonanya hingga akhir.
Lantaran gilirannya sudah selesai, maka si pemuda Sun mempersilakan dirimu untuk mengambil alih segala atensi yang ada. Tunjukan tarian serta nyanyianmu, @evinflogne.
Jisung terus menari lantaran ingin menunjukkan yang terbaik untuk INFLUX. Tangan kanan Jisung kini berada di atas punggung rekannya sejenak; tangan itu berpindah ke belakang tubuh Jisung sendiri. Masih seraya bernyanyi, dia membungkukkan tubuhnya lalu berputar.
INFLUX sebagai penekanan bahwa dirinya tak bisa tanpa mereka. “It's impossible.” Tangan Sun Jisung menutup wajahnya, secara bertahap tangannya terbuka dan memperlihatkan wajahnya yang tengah menatap ke arah INFLUX. Tangan dirinya naik ke atas kepala.
Bersamaan dengan itu, maka kini berganti menjadi giliranmu, @fircebomb, mengambil alih kendali akan atensi dari INFLUX yang menyaksikan penampilan mereka pada malam hari ini.
Dia menari di sana bersama dengan anggota INVOKE yang lain. Tangannya direntangkan ke atas sampai ke bawah. Dia melakukan gerakan gelombang dengan tubuhnya. Seraya bernyanyi, dia kembali berjalan ke sisi yang lain. Dia terus melakukan gerakan tari;
tangannya berada di dada kemudian menjalar ke leher.
Lantaran lirik bagiannya telah selesai, maka kini tiba waktunya bagi dirimu, @revetrellie, untuk kembali bersinar dalam fokus sorotan kamera.