Kalau Tanaman Subur, Tambah Bibit Lagi,Kalau Sudah Matang, Saatnya Panen
Analogi ini juga bisa dipakai untuk jelasin:
• Kapan nambah posisi
• Kapan jual
Kalau subur, tanam bibitnya lagi (scale in)
Kalau setelah beberapa waktu, Perusahaan yang kamu beli ternyata performanya seperti yang kamu harapkan :
• Laba tumbuh
• Bisnisnya melebar
• GCG nya bagus
Ini mirip tanaman yang tumbuh subur:
• Daun hijau
• Batang kuat
• Tidak gampang layu
Dalam kondisi ini, wajar kalau kamu berkata:
“Bibit ini cocok dengan tanah saya. Saya bisa tanam lagi sedikit sedikit.”
Di dunia saham:
• Itulah yang disebut scale in
• Nambah kepemilikan secara perlahan, bukan langsung all in
• Tetap mengikuti batas alokasi yang sudah kamu tentukan sebelumnya
Contoh:
• Total portofolio 100 juta
• Dari analisa, kamu nyaman punya maksimal 10 persen di perusahaan A
• Pertama kali beli 3 persen dulu
• Setelah lihat laporan keuangan bagus dan bisnisnya terbukti kuat, kamu tambah 2 persen, lalu 3 persen lagi
• Sampai batas 10 persen yang sudah kamu setujui di awal
Seperti menambah bibit di kebun yang terbukti subur
Kalau tanaman sudah matang, ya dipanen
Tidak mungkin selamanya kamu hanya menanam, tanpa pernah panen.
Dalam investasi, panen bisa berarti:
• Jual sebagian
• Atau jual penuh jika sudah sesuai target dan risikonya mulai membesar
Misal:
• Kamu beli saham di harga yang wajar
• Setelah beberapa tahun, bisnis sudah berkembang
• Harga saham naik tinggi sampai di atas nilai wajar menurut analisamu
• Perusahaan sudah tidak lagi tumbuh secepat dulu
Itu mirip durian yang sudah matang:
• Warnanya pas
• Bau harumnya terasa
• Kalau dibiarkan terlalu lama di pohon, bisa jatuh dan busuk
Jadi wajar kalau kamu memutuskan:
“Oke, tanaman ini sudah matang. Saatnya panen. Saya jual sebagian atau seluruhnya.”