Dinasti Timnas Spanyol
Era Tiki-Taka Menguasai Dunia
Ini satu-satunya tim nasional dalam sejarah sepak bola yang juara 3 turnamen besar beruntun. Euro 2008, Piala Dunia 2010, Euro 2012. La Roja bukan cuma menang, tapi mengubah cara dunia main bola.
Sebelum 2008, Spanyol dijuluki โEl Pupasโ yg berarti tim yang selalu gagal. 44 tahun puasa gelar sejak Euro 1964.
Pelatih Luis Aragonรฉs kemudian berani buat tinggalin Raรบl & langsung mainkan Torres-Villa. Ganti filosofi jadi tiki-taka dengan operan pendek, kuasai bola.
Pada laga Final vs Jerman, Spanyol menang 1-0 : Gol dicetak oleh Torres.
Spanyol pegang bola 52%, tapi yang penting 732 operan vs 381 milik Jerman. Kontrol total. Pemain Kunci : Casillas, Puyol, Xavi, Iniesta, Senna, David Villa jadi top skor 4 gol.
Afrika Selatan kemudian jadi saksi sejarah. Spanyol datang sebagai favorit, tapi langsung kalah 0-1 lawan Swiss di laga pertama. Dunia kira kutukan balik lagi.
Yang membuat perbedaan Pelatih Vicente del Bosque, lebih kalem dari Aragonรฉs, tapi jenius ngeracik 6 pemain Barcelona 3 Real Madrid jadi satu tim.
Menerapkan Taktik Tiki-Taka 2.0 dengan rata-rata penguasaan bola 66% tiap laga. Lawan capek ngejar bola doang.
Pertahanan Badai, dimana cuma kebobolan 2 gol sepanjang turnamen. Puyol-Piquรฉ-Casillas tembok beton.
Final vs Belanda, Spanyol menang 1-0, Gol dicetak Iniesta menit 116. Pertandingan paling brutal dengan 14 kartu kuning. Tapi Spanyol tetap main bola, bukan kungfu.
Pada gelaran ini Spanyol cuma cetak 8 gol dari 7 laga. Paling sedikit buat juara dunia. Tapi 4 laga fase gugur semua menang 1-0. Efisien, dingin, mematikan.
Banyak yang mengira 2010 itu kebetulan. Euro 2012 Spanyol buktiin ini era mereka.
Terjadi Upgrade terbesar, dimana Spanyol menerapkan skema False 9, dengan kondisi Villa cedera, Torres nggak konsisten. Del Bosque nekat main tanpa striker murni. Cesc Fร bregas jadi false 9. Gelandang semua di depan.
Pada partaibFinal vs Italia, Spanyol menang dengan skor 4-0, dimana kemenangan terbesar di final Euro sepanjang sejarah. Taktik Tiki-Taka dilakukan dengan versi yang sempurna, melakukan 815 operan, 58% penguasaan. Italia nggak dikasih napas.
Spanyol tanpa kebobolan di Fase Gugur, dengan skor : 2-0 Prancis, 0-0 adu penalti Portugal, 4-0 Italia. Casillas clean sheet 509 menit beruntun.
Pertanyaan besarnya kenapa bisa dominan?
Jawabannya ada 3 Pilar Utama.
Pertama Generasi Emas Barcelona 2008-2012. Xavi - Iniesta - Busquets - Piquรฉ - Puyol - Villa. Guardiola di Barca nyempurnain tiki-taka, timnas tinggal copas. Chemistry udah jadi.
Kedua Gelandang Terbaik Sejarah, dimana Xavi otak, Iniesta sihir, Xabi Alonso penyeimbang, Busquets jangkar. Lawan belum pegang bola, udah direbut lagi.
Ketiga Mental Baja, kalah di laga pembuka 2010 tapi nggak panik. Adu penalti vs Italia 2008 & Portugal 2012 semua menang. Casillas jadi kapten spesialis momen besar.
Setelah 2012, semua akademi dunia ngajarin oper pendek. Jerman 2014 juara dunia juga pake modifikasi tiki-taka.
Rekor di 29 laga kompetitif beruntun tanpa kalah 2010-2013. Casillas 509 menit tanpa kebobolan di Euro.
Piala Dunia 2014 di babak grup, Spanyol dibantai Belanda dengan skor 1-5. Tiki-taka udah kebaca, pemain inti udah tua, nggak ada regenerasi. Tapi 2008-2012 nggak ada yang bisa sentuh.
Spanyol 2008-2012 itu tim paling dominan secara taktik dalam 50 tahun terakhir. Mereka nggak menang karena hoki. Mereka menang karena bikin lawan nggak bisa main bola.