seburuk apa pun halaman sebelumnya, that’s just part of the story, bukan akhir dari buku hidupmu. don’t let one bad chapter define your whole story. langkahmu hari ini tetap menuju masa depan, bukan kembali ke masa lalu.
and remember, kadang kita terlalu sibuk mencari “hunian” di orang lain, sampai lupa bahwa diri sendiri juga bisa menjadi tempat pulang yang paling aman. tempat yang tetap menerima kita, bahkan saat sedang berada di titik paling hancur.
nostalgia boleh, tapi jangan lupa kalau beberapa pintu udah bukan tempat pulang.