UTAS :
Liat harga USD skrng, teringat era Krismon 98 Rupiah = babak belur. Tapi sang Insinyur pesawat begitu sakti bisa memperbaiki nilai tukar dari 16.800 turun sampai 6.900 hanya dalam waktu 5 bulan.
Bagaimana cara Eyang Habibie selamatkan rupiah? yuk sepil secara singkat 👇
Yang paling bertanggung jawab ya KAI, bukan si taksi ijo.
Kalo biasa naik KRL mungkin paham bahwa sering ada gangguan sinyal yang bikin kereta "mandek" di Manggarai, misalnya. Selama ga ada insiden, masih ada backup plan.
Begitu ada "trigger" kecelakaan taksi ijo, gangguan sinyal jadi fatal akibatnya.
UTAS :
Liat harga USD skrng, teringat era Krismon 98 Rupiah = babak belur. Tapi sang Insinyur pesawat begitu sakti bisa memperbaiki nilai tukar dari 16.800 turun sampai 6.900 hanya dalam waktu 5 bulan.
Bagaimana cara Eyang Habibie selamatkan rupiah? yuk sepil secara singkat 👇
5/5 KONTROL KETAT STOP SPEKULAN 🔒JEGAL USD
a. Batasi transaksi valas, BUMN wajib jual USD hasil ekspor ke BI
b. Gebuk Spekulan BI Intervensi pasar, jual USD pas Rp diserang
c. Transparansi, Habibie tiap pekan pidato ekonomi & kasih data jujur wlw pahit
6/6 TAPI DARI SEMUA ITU ADA HARGA YG DIBAYAR
1. Resesi -13,1%, Ekonomi 98 Hancur, PHK 15 Jt
2. BBM Naik 70% => Demo
3. Bunga 70% UMKM mati, kredit macet
Quote Habibie : Ekonomi bisa hancur, tapi kalau negara hancur, ekonomi tidak ada artinya
Thread 1/9
2015: TITIK NOL BONCOS WASKITA
Tahun ini pemerintah target 1.000 km tol baru. Waskita dkk dapet "penugasan": Bangun Invest tol. Masalah: Modal gak ada. Solusi: Ngutang. Rp 30-40 T Obligasi/MTN terbit. Di sini "tembok utang" dimulai. 👇
TEMBOK UTANG 833T
2026, pemerintah hadapi jatuh tempo utang Rp 833,96 T
Angka terbesar dalam siklus 2025-2036.
Ekonom nyebutnya "debt wall". Awam nyebutnya "tagihan numpuk"
Ini bukan utang baru. Ini cicilan lama yg waktunya bayar bareng.
Kenapa bisa setinggi ini? Breakdown👇
7. KESIMPULAN
Tembok Utang 833T bukan kiamat, tapi lampu kuning yg udah kedip-kedip dari 2021.
Ini konsekuensi kebijakan fiskal ekspansif waktu Covid. Wajar, tapi harus dikelola dgn bijak & jgn ngawur
8. Solusi jangka panjang cuma 2:
1. Naikin tax ratio. Bukan naikin tarif, tapi basisi pajak & kepatuhan. PR 10 tahun gak kelar-kelar.
2. Belanja lebih berkualitas. Setiap Rp 1 utang harus hasilin return > bunga.
Kalo dua ini gak jalan, 2030 kita ketemu "tembok" lagi.