Joined July 2010
2,398 Photos and videos
Manifesting bangun karir diluar negeri
4
1,429
Bahlil Fernando Lahadalia García retweeted
Podcast ini IELTSnya mungkin di bawah 6.0 tapi saling mengerti dan diskusinya enak. Ini tuh gambaran kenyataan penggunaan bahasa inggris sehari-hari. Jadi kalau ada yang grammar nazi di kehidupan sehari-hari. Getok aja. Hahaha
Raúl González: “Ini pertama kalinya saya di Indonesia. Saya menerima banyak cinta dari penggemar. Saya tahu ada banyak penggemar Real Madrid di Indonesia.” Tonton SPORTCAST77 dengan Raúl selengkapnya di sini 👉 youtu.be/6wblt1In_c4?si=2fWR… 🫡 @MamatAlkatiri & @riphanpradipta
56
572
2,890
102,481
Bahlil Fernando Lahadalia García retweeted
Ga sedikit pula politikus pasca reformasi yang menjalin hubungan hingga ke taraf seksual dengan anak sma🤪
Bookmail ❤️ Akhirnya WL aku kecoret lagi hehehehehe udah lama carinya. Beli di @EfekRumahBuku (@tb_bebasari)
5
6
28
4,668
Bahlil Fernando Lahadalia García retweeted
Gini guys, apa yang kita dapat ini bukan taken for granted. Bukan serta merta ada. - Alhamdulillah tata kelola MBG dievaluasi total selama liburan sekolah, setelah korupsinya terbongkar dan protes-protes tata kelola dari awal program ini - Pemerintah anggarkan revitalisasi 71ribu sekolah karena kita protes terus kenapa gak dapur MBG lebih bagus dari sekolah. Prioritas harusnya perbaikan sekolah dulu. - IHSG hijau, Rupiah menguat karena kita konsisten menujukan kekhawatiran kita terhadap situasi dan potensi krisis. Akhirnya banyak intervensi2 moneter dan fiskal, termasuk perbaikan komunikasi publik. Capaian ini bukan hadir karena kita diam, tapi konsisten BERISIK. Ada ribuan mahasiswa yang berdemo, guru-guru berteriak, sampai netizen kayak kita yang konsisten menyuarakan keresahan. Resah itu hak kita sebagai pembayar pajak. Ingat, Pemerintahan bekerja itu BARE MINIMUM. Kalau butuh diapreasiasi; ya lewat pajak yang kita bayarkan.
13
140
339
7,142
Bahlil Fernando Lahadalia García retweeted
It's over 😭
164
2,971
27,878
373,457
Bahlil Fernando Lahadalia García retweeted
Terkait kereta cepat ini menarik. Ibarat kata beli Ferrari buat ke minimarket depan komplek Jarak Jakarta-Bandung itu cuma 142,3 km, tapi dipaksain pakai kereta kecepatan di atas 300 km/jam. Secara teknis dan hitungan ekonomi, ini investasi yang redundant abis. Keretanya baru kelar akselerasi ngegas, eh udah harus persiapan ngerem lagi. Cost raksasa untuk manfaat yang kepotong jarak tempuh. Dan disini ada ketimpangan juga loh. Dana yang tumpah ruah plus pembengkakan biaya sampai 1,2 miliar dolar AS itu ujung-ujungnya jadi beban fiskal negara. Ironis banget karena di saat yang sama, masyarakat di Kalimantan, Sulawesi, atau Papua jangankan naik kereta cepat, lihat bentuk rel kereta api biasa saja belum pernah. Skala prioritas pembangunannya bener-bener timpang sih 😅😅
Guys, ada satu cerita yang menurut gue paling menggambarkan ironi proyek infrastruktur Indonesia. Bukan teori di atas kertas tapi cerita nyata seorang menteri yang sudah menolak proyek ini sejak awal, dengan alasan yang jelas dan sangat masuk akal, tapi tetap dipaksa jalan. Dan sekarang sembilan tahun kemudian semua yang dia khawatirkan terbukti benar. Ignasius Jonan, eks Menteri Perhubungan, sudah menolak proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung sejak 2015. 21 Januari 2015, dalam rapat bersama DPR, Jonan bicara dengan sangat tegas: jangan ada pembangunan kereta cepat di Jawa, walaupun menggunakan pinjaman luar negeri. Alasannya logis. Proyek itu akan membebani anggaran negara, sementara banyak daerah lain di Indonesia bahkan belum pernah punya akses kereta sama sekali. Dia bilang sendiri waktu itu: banyak di daerah yang lihat kereta saja tidak pernah. Jonan justru mendorong agar fokus pembangunan kereta diarahkan ke Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua daerah yang benar-benar membutuhkan akses transportasi dasar, bukan Jakarta-Bandung yang sudah punya banyak pilihan moda transportasi lain. September 2015, Jonan kembali menegaskan posisinya. Dia bilang kereta cepat Jakarta-Bandung itu tidak begitu diperlukan karena jaraknya cuma 142,3 kilometer. Terlalu pendek untuk kereta dengan kecepatan di atas 300 km per jam. Secara teknis ini sangat masuk akal. Kereta secepat itu butuh jarak panjang untuk benar-benar mencapai kecepatan maksimalnya. Kalau jaraknya terlalu pendek, keretanya baru sempat akselerasi, sudah harus mulai perlambatan lagi untuk berhenti. Manfaat kecepatan tingginya jadi tidak optimal. Ini investasi besar untuk manfaat yang tidak maksimal di rute sependek itu. Tapi proyek ini tetap dipaksa jalan. Dan inilah bagian yang paling menyakitkan dari cerita ini. 12 Januari 2016, Jonan akhirnya menandatangani izin trase kereta cepat. Tapi dia bahkan tidak hadir di acara peletakan batu pertama proyek ini. Ketidakhadirannya di seremoni besar itu sulit untuk tidak dibaca sebagai sinyal. Seorang menteri yang sudah menolak proyek ini sejak awal, dipaksa menandatangani izinnya, tapi tidak mau ikut merayakan peresmiannya. Bahkan ketika akhirnya melunak, Jonan tetap memasang batasan yang ketat. Tahun 2016 dia meminta masa konsesi maksimal 50 tahun, dan setelah itu kereta cepat harus diserahkan kembali ke negara dalam kondisi bebas dari utang dan layak operasi. Itu batas yang dia perjuangkan supaya negara tidak terus-terusan menanggung beban proyek ini selamanya. Sekarang bandingkan dengan kenyataan yang terjadi. Konsesi yang disepakati sekarang bukan 50 tahun seperti yang diperjuangkan Jonan. Tapi 80 tahun. Tiga puluh tahun lebih panjang dari batas yang dia tetapkan. Pembengkakan biaya proyek ini mencapai 1,2 miliar dolar Amerika Serikat. Dan sampai pertengahan 2026, Menteri Keuangan sendiri mengungkap bahwa penyelesaian utang proyek kereta cepat ini bahkan belum dibahas tuntas dengan istana. Semua kekhawatiran yang disampaikan Jonan sejak 2015 soal beban anggaran, soal rute yang terlalu pendek, soal risiko utang jangka panjang semuanya terbukti benar. Bukan dalam hitungan bulan, tapi dalam hitungan tahun yang konsisten. Dan ini yang paling ironis dari semua cerita ini: orang yang paling teliti, paling berhati-hati, dan paling berani menolak proyek berisiko tinggi terhadap keuangan negara, justru bukan orang yang akhirnya dipuji karena kehati-hatiannya. Track record Jonan sendiri sudah terbukti di KAI. Di bawah kepemimpinannya, KAI berubah dari kondisi merugi Rp83 miliar di tahun 2009 menjadi perusahaan yang untung. Dia juga yang menertibkan puluhan ribu kepala keluarga yang menempati jalur ganda lintas utara tanpa keributan berarti, dengan solusi konkret seperti membuka kesempatan kerja di KAI untuk anggota keluarga yang terdampak. Orang dengan track record manajemen sebaik itu, yang juga sudah benar dalam memprediksi risiko proyek kereta cepat sejak awal, pada akhirnya tetap mengalami pergeseran posisi dalam karir politiknya. Setelah periode itu, Jonan tidak lagi dipertahankan di posisi strategis yang sama seperti sebelumnya. kisah Jonan dan kereta cepat ini adalah pelajaran pahit tentang bagaimana keputusan besar negara seringkali tidak ditentukan oleh siapa yang paling benar secara teknis dan paling berhati-hati soal keuangan negara, tapi oleh siapa yang punya kekuatan politik untuk memaksakan agenda. Jonan benar soal jaraknya yang terlalu pendek. Benar soal beban anggaran yang akan membengkak. Benar soal pentingnya batasan konsesi yang ketat supaya negara tidak terus menanggung beban. Dan sekarang, sembilan tahun kemudian, semua yang dia khawatirkan itu menjadi kenyataan yang harus ditanggung rakyat lewat APBN. Pelajaran yang seharusnya diambil: ketika seorang ahli di bidangnya dengan tegas dan berulang kali memperingatkan risiko sebuah proyek besar, itu bukan sikap pesimis atau anti-pembangunan. Itu adalah kehati-hatian yang seharusnya didengar, bukan dilangkahi demi kepentingan yang lebih besar dari sekadar efisiensi dan kepentingan rakyat.
21
52
170
18,106
Biasanya beli ini paket “bundling” diluar kebutuhan pertahanan. Kita liat bakalan apa lagi yg masuk
Indonesia disebut sepakat untuk membeli kapal perusak Jepang Asagiri. ~RS
13
Sebagian dari kita mungkin kesal, muak atau menanggap dia lagi cari panggung di luar riakan yg terjadi di beberapa hari belakang. Tapi gue melihatnya, orang ini konsisten bicara soal AI dan problemnya. Engga perlu terjun ke riakkan cukup main dikolamnya sendiri
video terbaru dari wapres kita btw knp doi mangku kucing ya
28
Bahlil Fernando Lahadalia García retweeted
Gus Dur kalo di kalangan tarbiyah dan urbanis Muhammadiyah itu dibilang "The best of the worsts"
Mengapa Gus Dur bisa menang? - Amien Rais kuat di massa Muhammadiyah & urban muslim. - Sri Bintang tak punya basis massa - Yusril berdelusi nama Masyumi masih punya pengaruh. - Didin relatif tak dikenal di luar kelompok tarbiyah - Mega overconfident - Gus Dur punya NU & populer
3
12
109
7,749
Anies mah cuma rame di socmed aja, beda sama ganjar. Kalo pemilu kemarin dua ronde, maka finalnya GP MMD vs Pragib. Makanya kemarin GP MMD dihajar habis-habisan di jateng dan jatim 😂😂
Pak Ganjar tuh kok aman banget ya dari serangan buzzer , beda dengan pak anies
2
2
34
Coba kalian ingat kebelakang pas era jokowi mendekati akhir-akhir masa jabatan (mendekati pilpres). Semua narasi dibanting buat bikin citra PDIP makin jelek (walaupun jokowi kena tapi efek besarnya dipengurus dan kader yg lagi pegang jabatan). Imbasnya ke hasil vote GP dan MMD 😂
1
24
Bahlil Fernando Lahadalia García retweeted
Karena Ganjar basis massanya bukan di sosmed. Jadi dibikin babak belurnya langsung di lapangan. Anies ga dianggap kompetitor sama Jokowi. Makanya cuma dilawan pake Buzzer. Ganjar langsung dihantem pake bansos APBN di lokasi dia kampanye😂
Pak Ganjar tuh kok aman banget ya dari serangan buzzer , beda dengan pak anies
52
510
3,728
197,799
Bahlil Fernando Lahadalia García retweeted
dor, nama gibran naek, yerusolo menang lagi......edan taktik yahudi
perwakilan mahasiswa sepertinya sempat ditawarin makan malam oleh wapres tapi ditolak
13
105
842
21,651
Bahlil Fernando Lahadalia García retweeted
15h
Gua akan tetap menyarankan nonton Total Politik bahkan untuk oposisi progresif sekalipun. Know your enemy better, read between the lines. You might find it unsettling or even disgusting based on your moral value, but they provide you subtle informations about your enemy.
Emang podcast bau. Sok asiknya minta ampun. Bagus lah kalo diusir sama mahasiswa yang melawan.
28
187
870
56,832
Bahlil Fernando Lahadalia García retweeted
Barusan dapat info, Gibran menerima 15 perwakilan mahasiswa yang demo. Seperti yang gue bilang sebelum-sebelumnya.. Gibran itu ga bisa disepelekan.. Gibran akan selalu riding the wave isu-isu kontroversi.. Membranding dirinya sebagai orang yang berusaha menyelesaikan masalah, tanpa harus banyak bicara. Dan membranding dirinya sebagai orang yang terbuka untuk dialog.. Untuk dijual ke voters-voters polos. Adek-adek mahasiswa, Kalian jangan sampai masuk angin dan Memberikan panggung gratis untuk Gibran. Cukup sampaikan aspirasi secara damai.. Dan tolak segala dialog, sampai pemerintah memenuhi tuntutan kalian. Source foto: (Kompas-Dian Erika)
15 perwakilan mahasiswa dari Universitas Bung Karno dan Universitas M.H. Thamrin diterima Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Wakil Presiden, Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2026). Pertemuan ini berlangsung setelah aksi mahasiswa yang membawa sejumlah tuntutan terkait pendidikan, ekonomi, hingga kebijakan publik. Content Creator: Dian Reinis Produser: Akhdi Martin #gibran #demo #mahasiswa #review
77
622
2,043
398,871
Bahlil Fernando Lahadalia García retweeted
Day 1 latian militer manajer kopdes merah putih
JUST IN: Calon Manajer Koperasi Merah Putih Wajib Latihan Militer
95
2,522
5,338
181,893
Bahlil Fernando Lahadalia García retweeted
53
300
5,378
119,554
Bahlil Fernando Lahadalia García retweeted
How it feels supporting Japan because I'm an Ado fan
29
800
7,537
51,695
Bahlil Fernando Lahadalia García retweeted
Me finally leaving my room after 22 hours of World Cup this weekend

149
1,055
14,418
321,124
Bahlil Fernando Lahadalia García retweeted
Kenshi Yonezu performing "IRIS OUT" from 'CHAINSAW MAN the Movie: Reze Arc' at the MUSIC AWARDS JAPAN 2026!
15
813
5,535
141,687