Di satu sisi banyak pengangguran, di satu sisi pejabat pejabat rangkap jabatan.
Padahal (menurut logika saya yg ga seberapa ini), kalo meritokrasi jalan, posisi diatas bisa diisi dari bawah. Kemudian jawaban bawahnya diisi bawahnya lagi dan seterusnya.