Type 23 dan Maestrale Class, Kapal Perang yang Harusnya Didapat Indonesia Selain Asagiri Class
Indonesia sangat dekat mendapatkan Asagiri class.
Tapi tahukah kalian sebelum adanya rencana hibah Asagiri class, Indonesia mendapat tawaran dari Italia untuk Maestrale class sebagai hibah karena pembelian FREMM (diganti korvet PPA) lalu kini mendapat kapal induk Giuseppe Garibaldi.
Lalu, Type 23 dari Inggris karena pembelian Fregat Merah Putih.
Secara spesifikasi, kedua kapal perang bekas itu lebih cocok dengan sistem tempur armada Indonesia yang condong ke Eropa.
Meski bekas, nyatanya Type 23 dan Maestrale class masih berotot untuk diajak adu banteng melawan kapal perang modern.
Berikut spesifikasi singkatnya.
Maestrale class
Frigat multiguna dengan fokus utama peperangan antikapal selam (ASW), namun juga mampu menjalankan misi antikapal permukaan (ASuW) dan pertahanan udara (AAW).
Dibangun oleh galangan kapal Italia Fincantieri dan mulai memasuki dinas Angkatan Laut Italia pada periode 1982–1985.
Mengusung konfigurasi CODOG (Combined Diesel or Gas) yang menggabungkan mesin diesel untuk pelayaran ekonomis dan turbin gas untuk kecepatan tinggi.
Mampu melaju hingga sekitar 32 knot.
Dibekali meriam utama, rudal antikapal, rudal pertahanan udara, tabung torpedo antikapal selam, serta dek dan hanggar yang dapat mengoperasikan dua helikopter untuk memperluas jangkauan peperangan laut.
Dirancang sebagai kapal pengawal yang fleksibel untuk mengawal armada, memburu kapal selam, melindungi kapal permukaan, serta mendukung operasi maritim di berbagai kawasan.
Type 23 frigate
Frigat multiguna yang awalnya dirancang untuk peperangan antikapal selam (ASW), kemudian dikembangkan agar mampu menjalankan misi antikapal permukaan dan pertahanan udara.
Memiliki panjang sekitar 133 meter dengan bobot benaman sekitar 4.900 ton, sehingga mampu beroperasi dalam berbagai misi di laut lepas.
Menggunakan sistem propulsi CODLAG (Combined Diesel-Electric and Gas) yang menawarkan operasi senyap saat memburu kapal selam, dengan kecepatan maksimum lebih dari 28 knot dan jangkauan sekitar 7.800 mil laut.
Dipersenjatai rudal pertahanan udara, rudal antikapal, meriam kaliber 114 mm, torpedo antikapal selam, serta dilengkapi dek penerbangan dan hanggar untuk mengoperasikan helikopter maritim.
Dirancang sebagai kapal pengawal armada yang mampu melaksanakan peperangan antikapal selam, perlindungan konvoi, pengamanan gugus tempur kapal induk, hingga operasi keamanan maritim di perairan internasional.
Jadi, apakah Asagiri class pilihan yang tepat bagi Indonesia?
timemoments.com/teknologi/11…