Filter
Exclude
Time range
-
Near
Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis menjadi bukti keseriusan Presiden Prabowo dalam memastikan program berjalan transparan, akuntabel, dan tepat sasaran #MakanBergiziGratis #MBG #PrabowoSubianto #ProgramPrioritas
14
16
295
Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis menjadi bukti keseriusan Presiden Prabowo dalam memastikan program berjalan transparan, akuntabel, dan tepat sasaran #MakanBergiziGratis #MBG #PrabowoSubianto #ProgramPrioritas
14
17
164
Baca di sini: money.kompas.com/read/2026/0… Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menyiapkan anggaran jumbo hingga Rp 1.896 triliun untuk mendanai berbagai program prioritas nasional pada 2027. Dana tersebut akan digunakan untuk membiayai 60 program kerja yang tersebar dalam delapan klaster utama. ~KQ #Prabowo #programprioritas
61
28
93
18,190
Smart Integrated Farming hadir untuk mewujudkan pertanian Kota Batu yang lebih cerdas, produktif, dan berkelanjutan melalui integrasi teknologi & pertanian. Bangun pertanian hari ini, untuk masa depan. #SmartIntegratedFarming #KotaBatu #mBatuSAE #ProgramPrioritas
6
Evaluasi menunjukkan keberhasilan MBG tidak hanya bergantung pada anggaran dan jumlah penerima, tetapi juga pada kualitas pengelolaan, pengawasan, dan koordinasi. #MakanBergiziGratis #ProgramPrioritas #PenguatanTatakelola #KoordinasiLintasSektor #IndonesiaMaju
3
13
Program Makan Bergizi Gratis tahun 2026 tetap menjadi prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. #MakanBergiziGratis #ProgramPrioritas #EfisiensiAnggaran #GenerasiSehat #IndonesiaHebat
4
54
Program Makan Bergizi Gratis tahun 2026 tetap menjadi prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. #MakanBergiziGratis #ProgramPrioritas #EfisiensiAnggaran #GenerasiSehat #IndonesiaHebat
4
47
Program Makan Bergizi Gratis tahun 2026 tetap menjadi prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. #MakanBergiziGratis #ProgramPrioritas #EfisiensiAnggaran #GenerasiSehat #IndonesiaHebat
4
56
Dampak Nyata Program MBG: Permudah Akses Makanan Bergizi hingga Kurangi Pengeluaran Masyarakat Jakarta — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan dampak nyata bagi masyarakat, mulai dari meningkatnya akses terhadap makanan bergizi hingga membantu meringankan pengeluaran rumah tangga sehari-hari. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI, Muhammad Qodari, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (13/5). “MBG bukan sekadar program makan siang. Ada dampak nyata yang sudah dan akan terus dirasakan masyarakat,” ujarnya. Qodari menjelaskan, pada Januari 2026, Badan Pusat Statistik (BPS) telah menerbitkan Laporan Hasil Survei Monitoring dan Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis. Hasil survei menunjukkan peningkatan pada sejumlah indikator utama terkait manfaat program bagi masyarakat. Berdasarkan laporan BPS, kemudahan masyarakat dalam memperoleh makanan bergizi meningkat dari 81,4 persen menjadi 84,1 persen. Selain itu, perilaku konsumsi makanan bergizi juga mengalami peningkatan, dari 80,3 persen menjadi 84,1 persen. Tak hanya itu, program tersebut dinilai membantu masyarakat menghemat waktu dan biaya kebutuhan harian. Persentase masyarakat yang merasa terbantu dalam menyiapkan makan siang meningkat dari 75,4 persen menjadi 78,3 persen. Lebih lanjut, data BPS menunjukkan persentase masyarakat yang merasakan pengeluaran sehari-hari menjadi lebih ringan naik dari 73,6 persen menjadi 75,9 persen. Pada kesempatan yang sama, Qodari menyebut pemerintah juga mencatat peningkatan kualitas pelaksanaan program, terutama dari sisi menu makanan yang diberikan kepada siswa. Hal itu tercermin dari meningkatnya persentase siswa yang menghabiskan seluruh porsi makanan MBG. “Persentase siswa yang menghabiskan seluruh porsi MBG meningkat dari 66,9 persen pada Juli 2025 menjadi 69,8 persen pada November 2025. Hal ini mengindikasikan adanya perbaikan kualitas menu dan cita rasa secara berkala,” ungkapnya. Selain berdampak pada penerima manfaat, Qodari menyampaikan bahwa program MBG turut memberikan efek positif terhadap pelaku usaha yang terlibat dalam rantai pasok penyediaan makanan bergizi. Pemerintah mencatat mayoritas pemasok (supplier) program mengalami kenaikan penjualan selama periode pelaksanaan. “Selama periode Januari–Oktober 2025, sebanyak 85,6 persen supplier MBG mencatat kenaikan nilai penjualan,” katanya. Capaian data BPS tersebut menunjukkan bahwa program MBG tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menjadi stimulus ekonomi yang mendukung pertumbuhan usaha lokal dan sektor pangan nasional. #MBG #MakanBergiziGratis #Prabowo #MuhammadQodari #BGN #GiziNasional #AnakIndonesia #SPPG #IndonesiaSehat @prabowo #ProgramPrioritas #BakomRI
236
Pemerintah Jalankan 4 Langkah Penguatan Tata Kelola MBG, dari Kualitas hingga Pengawasan Jakarta – Pemerintah terus memperkuat tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna memastikan pelaksanaan berjalan aman, konsisten, tepat sasaran, dan akuntabel. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari dalam konferensi pers mingguan di kantor Badan Komunikasi RI, Jakarta, Rabu (13/5), menyampaikan bahwa terdapat empat langkah penguatan tata kelola program prioritas nasional yang menyasar 82,9 juta penerima manfaat, mulai dari siswa PAUD, SD, SMP, SMA, santri, ibu hamil, ibu menyusui, hingga anak balita di seluruh Indonesia. Pertama, penguatan verifikasi dan validasi penerima manfaat. Berdasarkan Keputusan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nomor 401.1 Tahun 2025, pendataan penerima manfaat bersumber dari Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Kementerian Agama untuk peserta didik, serta data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita. Verifikasi dan validasi dilakukan masing-masing Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melalui koordinasi dengan dinas kesehatan, puskesmas/posyandu, kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), serta bidan desa. Kedua, standardisasi kualitas dan nilai gizi menu. Seluruh SPPG diwajibkan mengacu pada angka kecukupan gizi (AKG) harian sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2019, yakni 20–25 persen AKG untuk makan pagi atau 30–35 persen AKG untuk makan siang. Menu MBG harus terdiri atas makanan pokok, sayuran, lauk-pauk, dan buah. Selain itu, setiap SPPG wajib memeriksa mutu secara fisik melalui uji organoleptik yang mencakup warna, rasa, aroma, dan tekstur sebelum makanan dikonsumsi penerima manfaat. Ketiga, penguatan pengawasan dan akuntabilitas SPPG. BGN melakukan inspeksi terhadap SPPG sebagai bentuk pengawasan tata kelola distribusi MBG. Berdasarkan data per 12 Mei 2026, terdapat 1.738 SPPG yang diberhentikan sementara karena tidak memenuhi standar. Keempat, penguatan mekanisme pengaduan publik. BGN mengoperasikan Call Center Sentra Aduan Gizi Interaktif (SAGI) 127 sebagai kanal pengaduan masyarakat terkait pelaksanaan MBG. Sepanjang 2026, jumlah aduan yang masuk tercatat sebanyak 3.615 laporan. “Dalam penguatan tata kelola ini, pemerintah memegang tiga prinsip yang sederhana namun tegas, yaitu akurasi sasaran, mutu layanan, dan akuntabilitas. Artinya, penerima manfaat harus tepat, menu harus memenuhi standar gizi, dan setiap SPPG harus bisa diawasi serta dievaluasi secara terbuka,” kata Qodari. Tak hanya itu, Qodari juga menegaskan pemerintah akan memperkuat tata kelola di bidang perencanaan dan standar menu, seleksi dan pengawasan mitra SPPG, prosedur operasi standar (SOP) higienitas dan distribusi, mekanisme pelaporan dan penanganan insiden, hingga transparansi serta akuntabilitas pengawasan. Menurut Qodari, penguatan tata kelola menjadi penting mengingat MBG dijalankan dalam skala besar dan menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Ia pun menegaskan pemerintah terbuka terhadap masukan dari berbagai elemen masyarakat demi penyempurnaan program. Berdasarkan data BGN per 12 Mei 2026, jumlah penerima manfaat MBG yang terdata mencapai 61.991.412 orang atau 74,8 persen dari total target 82,9 juta penerima manfaat. Sementara itu, jumlah SPPG yang terdata sebanyak 28.390 unit, dengan 15.735 SPPG atau 55,42 persen di antaranya telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Qodari menambahkan pemerintah akan terus melaporkan perkembangan perbaikan tata kelola MBG secara berkala kepada publik. “Pemerintah berkomitmen melaporkan perkembangan perbaikan tata kelola ini secara berkala kepada publik, sebagai wujud akuntabilitas atas program yang dibiayai oleh anggaran negara” ujarnya. #MBG #MakanBergiziGratis #Prabowo #MuhammadQodari #BGN #GiziNasional #AnakIndonesia #SPPG #IndonesiaSehat @prabowo #ProgramPrioritas #BakomRI
255
Penerima Manfaat MBG Capai 61,99 Juta Orang Per 12 Mei 2026 Jakarta — Pemerintah mencatat jumlah penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah mencapai 61,99 juta orang. Angka tersebut setara dengan 74,8 persen dari target 82,9 juta penerima manfaat hingga akhir tahun ini. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari mengatakan capaian tersebut didasarkan pada data Badan Gizi Nasional (BGN) per 12 Mei 2026 dan mencerminkan upaya konkret pemerintah dalam memenuhi kebutuhan gizi anak-anak Indonesia. "Ini mencerminkan kerja nyata yang sedang dilakukan oleh pemerintahan Presiden Prabowo yaitu jutaan anak Indonesia sudah terlayani MBG," jelas Qodari dalam konferensi pers Bakom, Rabu (13/5). Selain itu, ia menjelaskan bahwa seluruh penerima manfaat kini dilayani oleh 28.390 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia, dengan 15.735 di antaranya, atau sekitar 55,42 persen, telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Lebih lanjut, Qodari mengatakan bahwa pengelolaan program MBG dengan target 82,9 juta penerima manfaat memang tidak mudah. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola MBG dari hulu ke hilir. Penguatan itu mencakup perencanaan dan standar menu, seleksi dan pengawasan mitra SPPG, SOP higienitas dan distribusi, mekanisme pelaporan dan penanganan insiden, hingga transparansi serta akuntabilitas pengawasan. Seluruh langkah tersebut dilakukan agar manfaat program benar-benar sampai ke penerima secara aman, layak, dan konsisten. "Pemerintah memahami bahwa program sebesar MBG membutuhkan penyempurnaan secara terus-menerus. Karena itu, setiap masukan dari berbagai elemen masyarakat menjadi perhatian pemerintah," pungkas dia. #MBG #MakanBergiziGratis #Prabowo #MuhammadQodari #BGN #GiziNasional #AnakIndonesia #SPPG #IndonesiaSehat #ProgramPrioritas #BakomRI @prabowo
1
389
Penerima Manfaat MBG Capai 61,99 Juta Orang Per 12 Mei 2026 Jakarta — Pemerintah mencatat jumlah penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah mencapai 61,99 juta orang. Angka tersebut setara dengan 74,8 persen dari target 82,9 juta penerima manfaat hingga akhir tahun ini. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari mengatakan capaian tersebut didasarkan pada data Badan Gizi Nasional (BGN) per 12 Mei 2026 dan mencerminkan upaya konkret pemerintah dalam memenuhi kebutuhan gizi anak-anak Indonesia. "Ini mencerminkan kerja nyata yang sedang dilakukan oleh pemerintahan Presiden Prabowo yaitu jutaan anak Indonesia sudah terlayani MBG," jelas Qodari dalam konferensi pers Bakom, Rabu (13/5). Selain itu, ia menjelaskan bahwa seluruh penerima manfaat kini dilayani oleh 28.390 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia, dengan 15.735 di antaranya, atau sekitar 55,42 persen, telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Lebih lanjut, Qodari mengatakan bahwa pengelolaan program MBG dengan target 82,9 juta penerima manfaat memang tidak mudah. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola MBG dari hulu ke hilir. Penguatan itu mencakup perencanaan dan standar menu, seleksi dan pengawasan mitra SPPG, SOP higienitas dan distribusi, mekanisme pelaporan dan penanganan insiden, hingga transparansi serta akuntabilitas pengawasan. Seluruh langkah tersebut dilakukan agar manfaat program benar-benar sampai ke penerima secara aman, layak, dan konsisten. "Pemerintah memahami bahwa program sebesar MBG membutuhkan penyempurnaan secara terus-menerus. Karena itu, setiap masukan dari berbagai elemen masyarakat menjadi perhatian pemerintah," pungkas dia. #MakanBergiziGratis #MBG #Prabowo #GiziAnak #BGN #SPPG #GenerasiSehat #IndonesiaMaju #PemenuhanGizi #BakomRI #ProgramPrioritas @prabowo
1
275
Gizi merata, masa depan kuat. Program MBG terus diperkuat untuk seluruh Indonesia #ProgramMBG #ProgramPrioritas #PemerataanGizi #GiziNasional #InvestasiMasaDepan
4
34
Gizi merata, masa depan kuat. Program MBG terus diperkuat untuk seluruh Indonesia #ProgramMBG #ProgramPrioritas #PemerataanGizi #GiziNasional #InvestasiMasaDepan
4
25
Gizi merata, masa depan kuat. Program MBG terus diperkuat untuk seluruh Indonesia #ProgramMBG #ProgramPrioritas #PemerataanGizi #GiziNasional #InvestasiMasaDepan
4
16
Prabowo Janji Bangun Daycare hingga 1 Juta Rumah Terjangkau untuk Pekerja Jakarta, 1 Mei 2026 - Presiden RI Prabowo Subianto menerima masukan dari para pekerja di peringatan Hari Buruh Internasional (May Day). Ia berjanji akan menyediakan layanan daycare atau penitipan anak bagi pekerja yang dapat diakses secara mudah dan terjangkau. “Tadi disampaikan bahwa buruh perlu tempat penitipan anak, daycare. Ini saran yang baik, ini akan kita perjuangkan. Ini akan kita laksanakan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya,” kata Prabowo di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Jumat (1/5). Selain itu, sesuai program strategis yang telah dimulai, Prabowo bakal mengakomodasi kebutuhan rumah terjangkau bagi pekerja. Ia memaparkan tahun ini pemerintah telah membangun 350 ribu unit rumah dan akan terus dikebut hingga memenuhi target 1 juta rumah. “Kita sudah membangun cukup banyak tahun ini, sudah sampai 350 ribu rumah. Tapi sasaran kita adalah minimal 1 juta rumah. Kita akan mulai tahun ini juga 1 juta rumah,” ucap dia. Rumah yang dibangun pun terletak di dekat kawasan industri, sehingga dekat dengan tempat bekerja. Selain itu, Prabowo juga berencana membuat kota-kota baru yang terdiri dari 100 ribu rumah susun dengan dilengkapi fasilitas sekolah, sarana olahraga, rumah sakit, _daycare_, hingga transportasi umum. “Dan saya sudah rencanakan, kita akan bikin kota-kota baru. Kota-kota baru, tiap kota mungkin terdiri dari 100 ribu rumah, rumah susun 100 ribu,” kata Prabowo. “Saya perintahkan harus ada sekolah, harus ada fasilitas olahraga, harus ada daycare, harus ada rumah sakit, dan yang paling penting harus ada transportasi, entah kereta api ringan, bus, supaya pekerja bisa masuk ke pekerjaan dengan lancar dan baik,” tegasnya. #PrabowoSubianto #MayDay2026 #HariBuruhInternasional #DaycareUntukPekerja #RumahUntukRakyat #SatuJutaRumah #KesejahteraanBuruh #HunianTerjangkau #ProgramPrioritas #IndonesiaMaju #PekerjaSejahtera @prabowo
1
328
Dilantik Jadi Kepala KSP, Dudung Pastikan Program Prioritas Prabowo Tuntas dan Cepat Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) yang baru dilantik, Dudung Abdurachman, memastikan akan mengawal percepatan program strategis nasional yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto agar berjalan tuntas dan cepat. Selain itu, Dudung yang juga menjabat sebagai penasihat khusus Presiden menegaskan akan membuka ruang komunikasi langsung antara masyarakat dan pemerintah selama 24 jam non stop. Hal tersebut disampaikannya usai pelantikan di Istana Negara, Senin (27/4). “Yang pertama, tentunya bersyukur kepada Allah SWT. Kedua terima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia atas penunjukan saya sebagai Kepala Staf Presidenan, tentunya tugas-tugas ke depan bagaimana menyukseskan program strategis nasional dan untuk memastikan program unggulan Bapak Presiden sehingga bisa secara tuntas dan cepat,” ujarnya. Ia menegaskan, peran Kantor Staf Presiden akan difokuskan sebagai penghubung antara masyarakat dengan pemerintah, termasuk menampung berbagai keluhan publik secara terbuka. “Selanjutnya juga, sebagai KSP tentunya nanti saya sebagai penghubung antara masyarakat dengan pemerintah sehingga apa yang menjadi keluhan-keluhan ini saya akan buka 24 jam laporan-laporan dari masyarakat,” katanya. Lebih lanjut, Dudung menekankan pentingnya fungsi pengawasan terhadap jalannya program kementerian dan lembaga, termasuk koordinasi dengan pemerintah daerah agar tidak terjadi hambatan birokrasi yang dapat menghambat program prioritas Presiden. “Termasuk mengevaluasi dan memonitor program-program kementerian dan lembaga, termasuk bekerjasama dengan kementerian dan pemerintah-pemerintah daerah sehingga jangan sampai ada hal-hal yang menjadi prioritas Presiden kemudian terjadi masalah-masalah birokrasi nanti kita pangkas birokrasi,” tuturnya. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mengawasi kinerja lembaga pemerintahan, termasuk melalui inspeksi mendadak (sidak), serta siap mengambil tindakan tegas apabila ditemukan program yang tidak berjalan sesuai target. “Dan sekali lagi saya mohon bantuan untuk kerjasama dengan seluruh masyarakat dan seluruh kelembagaan apabila ada hal-hal yang program-program KSP yang tidak berjalan dengan semestinya nanti kita akan sidak dan kita tuntaskan dengan lain,” tegasnya. #KepalaKSP #DudungAbdurachman #ProgramPrioritas #PemerintahanPrabowo #KSPRI #ReformasiBirokrasi #PelayananPublik #PengawasanProgram #KoordinasiNasional #AspirasiMasyarakat #IndonesiaMaju @prabowo
3
3
1,858
Kepala Bakom RI: Buku Saku 0% adalah Semangat Besar Prabowo Hilangkan Kemiskinan di Indonesia Jakarta — Pemerintah meluncurkan buku saku berjudul _0%: Manfaat dan Penerima Dukungan Kesejahteraan Tahun 2026_. Buku setelah 82 halaman ini berisi data komprehensif cara Presiden RI Prabowo Subianto memberantas atau menekan angka kemiskinan hingga 0 persen. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Angga Raka Prabowo mengatakan buku saku ini diambil dari semangat besar Prabowo untuk menyejahterakan masyarakat dan mengangkat mereka dari jurang kemiskinan. “Sesuai dengan semangat Bapak Presiden yang ingin mengentaskan atau menghilangkan kemiskinan dari Republik Indonesia. Semangat yang dilakukan Bapak Presiden ini adalah semangat yang berlandaskan konstitusi,” kata Angga dalam peluncuran buku saku 0% di Kantor Staf Kepresidenan,Jakarta, Rabu (8/4). Angga mengatakan buku ini bisa menjadi sarana bagi pemerintah, terutama Bakom RI, untuk menyampaikan informasi secara utuh dan komprehensif terkait program prioritas Prabowo. Buku ini menjelaskan bagaimana pemerintah mendukung kesejahteraan sepanjang hayat. Mulai dari kandungan, usia balita, usia sekolah, usia kerja, hingga lansia. “Ini sebagai sebuah panduan buat kami bagaimana negara hadir untuk seluruh rakyat sepanjang hayatnya. Dari mulai kandungan hingga akhir hayatnya,” kata Angga. Melalui buku ini, Bakom RI juga ingin menyajikan informasi yang tepat terkait program-program pemerintah. Seberapa berdampaknya program-program pemerintah untuk masyarakat. Terpenting, kata Angga, buku ini juga ingin memastikan program-program pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. “Kami harus memastikan bahwa setiap informasi, setiap kebijakan, setiap langkah pemerintah yang diambil, khususnya untuk kesejahteraan masyarakat, sampai kepada telinga masyarakat, sampai kepada menerima manfaat,” kata Angga. Angga juga berharap buku saku ini bisa memunculkan rasa empati terhadap sesama. Bisa menggugah masyarakat untuk saling mengingatkan bahwa di sekitar mereka masih ada orang yang perlu dibantu. Dengan buku ini, Angga juga berharap bantuan bisa tepat sasaran. Apalagi pemerintah saat ini telah menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis data dalam menyalurkan program prioritas. “Kita berupaya semaksimal mungkin agar penerima manfaat adalah orang-orang yang memang berhak,” jelas Angga. #BukuSaku0Persen #HapusKemiskinan #IndonesiaSejahtera #ProgramPrioritas #PrabowoUntukRakyat #NegaraHadir #BantuanTepatSasaran #EkonomiInklusif #IndonesiaMaju @prabowo
3
2
637
Antusiasme Relawan SPPG di Hari Pertama Operasional Kembali MBG Jakarta - Hari pertama kembali beroperasinya program Makan Bergizi Gratis (MBG) disambut antusias oleh relawan dan petugas di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Setelah hampir dua pekan libur Lebaran, dapur kembali hidup dengan aktivitas yang penuh semangat dan kebersamaan. Sejak dini hari, para relawan telah mulai beraktivitas, mulai dari menyiapkan bahan, memasak, hingga melakukan pemorsian makanan. Suasana dapur yang sempat sepi kini kembali ramai, diwarnai canda dan kerja sama tim yang solid. Chef Gunadi, salah satu tim Pengolahan di SPPG Harapan Mulia I, Kemayoran, Jakarta Pusat mengaku senang dapat kembali beraktivitas di dapur MBG. Ia menyebut, bekerja tidak hanya menghadirkan rutinitas, tetapi juga kebersamaan dan semangat baru. “Senang sih, karena ada kegiatan. Kalau libur di rumah cuma diam saja, jadi bosan. Di sini ada aktivitas, badan juga bergerak. Kalau libur jangan lama-lama, tapi kalau kerja enak seperti ini, ada kegiatan. Memang hari pertama masih terbawa suasana libur, tapi biasanya dua atau tiga hari sudah kembali normal,” ujarnya ditemui di SPPG Harapan Mulia I, Selasa (31/3). Ia juga mengungkapkan bahwa yang paling dirindukan selama libur adalah aktivitas bersama tim. “Kegiatan seperti ini, Pak. Kegiatan untuk adik-adik sekolah. Kalau di rumah hanya diam saja, jadi bosan. Yang paling dikangenin itu kumpul sama teman-teman sambil kerja,” tambahnya. Menurutnya, suasana kerja yang hangat menjadi salah satu faktor utama yang memotivasi dirinya dan rekan-rekan untuk tetap semangat. “Yang pertama karena banyak teman, bisa bercanda dan ngobrol. Selain itu juga terbantu dari sisi penghasilan. Teman-teman yang sebelumnya menganggur juga jadi terbantu karena bisa bekerja di MBG ini,” jelasnya. Ia pun menyampaikan apresiasi atas program MBG yang dinilai memberikan manfaat luas, baik untuk anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui dan balita, serta lapangan kerja bagi relawan dapur. “Terima kasih kepada Pak Presiden Prabowo karena sudah membuat program MBG. Kami merasa terbantu,” tuturnya. Hal senada disampaikan oleh Sutini, relawan di divisi pemorsian. Ia mengaku merindukan suasana dapur selama masa libur, termasuk aktivitas sederhana yang justru menjadi penyemangat. “Senang sih, Bang. Setelah libur bisa kerja lagi. Soalnya kangen sama suara ompreng,” katanya. Menurutnya, kembali bekerja justru menambah semangat setelah masa libur. “Bisa kumpul sama teman-teman lagi, terus asik dengan kegiatan seperti ini. Suara ompreng juga seru, jadi lebih semangat,” lanjutnya. Bagi Sutini, keterlibatannya dalam program MBG memiliki makna yang lebih dari sekadar aktivitas harian. “Karena anak-anak bisa dapat makan bergizi lagi. Senang saja melihat anak-anak bisa menerima MBG kembali,” ujarnya. “Enakan kerja. Kalau di rumah bete. Kalau kerja, selain bikin anak-anak senang, kita juga jadi semangat,” tutup Sutini. #MBG #MakanBergiziGratis #SPPG #RelawanMBG #IndonesiaSehat #GiziAnakBangsa #PrabowoSubianto #ProgramPrioritas #SemangatRelawan @prabowo
492