Dua bulan terakhir lagi sering diundang untuk tech talk. To name a few: dosen tamu di ITB, panel di IDSW, keynote di PyconID, rapid talk di BRI, dan Amartha
Tapi post ini bukan bertujuan untuk pamer accomplishment sebagai public speaker. Karena seorang Gogo tidak perlu pengakuan kalau dia jago β semua orang sudah tau
Aku mau bahas tentang seorang deadliner yang kerjaannya banyak, dan harus bikin slide last minute
Ketika aku bikin tech talk, aku terbiasa bekerja dengan 4 langkah ini:
π¬ Message apa yang mau aku berikan pada audience (contoh: Private Branding is important. You need to get good at your job to do that)
π£οΈ Story tellingnya seperti apa? Mau kronologis? Mau ngasih contoh? Mau jenaka? Mau serius? Emang Gogo pernah serius?
π Bikin talking points yang eventually berubah jadi slide
πΌοΈ Bikin slidenya
Biasanya step 4 ni aku paling lama ngerjainnya, karena aku ga jago bikin slide dan ga paham soal estetik. Padahal sebenernya yang penting adalah story tellingnya! Yang penting audience engaged dan menerima pesan dan emosi yang mau aku sampaikan. Slide biasanya aku gunakan sebagai pengingat story telling points aja
Gara2 sering terpaksa bikin slide last minute ini aku pun jadi memaksakan diri untuk membuat workflow biar bisa ngebut bikin slide. Sehingga ada 2 hal baru yang aku lakukan:
1. Mengubah talking points jadi slide outline (title dan content) pake ChatGPT
2. Mengubah title dan content jadi slides pake Nano Banana. Pro-tips: Nano Banana di Google Slide blom ada limitnya
Aku bikin tutorial untuk ngubah talking points jadi Google Slide pake Nano Banana di sini:
adeptly.app/skills/create-prβ¦. Simple and save me hours of work (dari 4 jam jadi 20 menit)
Ada tips2 lain buat bikin slide ngebutz?