Guys, Wakil Kepala BGN baru ngomong sesuatu yang kedengarannya keren banget di podium.
Tapi mari kita bedah satu per satu dengan kepala dingin.
Klaim pertama:
Hampir Rp1 triliun per hari mengalir ke masyarakat."
Rp986 miliar per hari.
Dikali 365 hari = Rp360 triliun per tahun.
Masalahnya:
pagu anggaran MBG 2026 hanya Rp335 triliun.
Jadi kalau benar Rp986 miliar keluar setiap hari tanpa henti angkanya sudah jebol pagu anggaran sebelum Desember datang.
Ini bukan opini.
Ini matematika kelas 5 SD.
Dari mana selisihnya ditutup?
Tidak dijelaskan.
Tidak ada angka.
Tidak ada dokumen.
Hanya klaim lisan di depan kamera.
Klaim kedua: 70 persen untuk bahan pokok — langsung ke petani lokal.
Rp600 miliar lebih per hari diklaim langsung mengalir ke petani beras, sayur, ikan, telur, daging, buah.
Pertanyaannya sederhana:
mana buktinya?
Bukan minta laporan setebal ensiklopedia.
Cukup satu hal:
publikasikan data transaksi virtual account yang katanya sudah terstruktur rapi itu.
Kalau memang uang mengalir langsung ke petani tanpa mampir ke mana-mana seharusnya datanya ada dan bisa ditunjukkan.
Tapi sampai hari ini yang ada hanya pernyataan. Bukan dokumen.
Dan ironisnya di saat yang sama masih ada laporan bahan makanan MBG yang kualitasnya dipertanyakan.
Masih ada sekolah yang terima porsi tidak lengkap.
Masih ada daerah yang jadwal penerimaan MBG-nya tidak konsisten.
Kalau Rp600 miliar per hari benar-benar masuk ke rantai pasok pangan lokal hasilnya harusnya kelihatan.
Tapi yang kelihatan justru masih banyak masalah di lapangan.
Klaim ketiga: Ada dua otorisasi account maker dan account approval jadi uang tidak bisa keluar sembarangan.
Ini klaim yang paling bikin gue berhenti sebentar.
Karena kalau sistem double otorisasi ini sudah berjalan dengan baik bagaimana menjelaskan puluhan kasus keracunan massal yang masih terus terjadi?
72 siswa keracunan di Duren Sawit April 2026. 80 siswa dan guru keracunan di Bantul April 2026.
Ini bukan insiden pertama.
Sudah belasan kasus sejak MBG berjalan.
Kalau sistem pengawasan keuangannya sudah ketat sampai butuh dua otorisasi untuk keluarkan uang kenapa standar pengawasan kualitas pangannya masih bisa selolos ini?
Atau jangan-jangan double otorisasi itu hanya menjaga uang tidak keluar ke tempat yang salah tapi tidak menjamin makanan yang dibeli dengan uang itu aman dimakan?
Kalau iya maka sistemnya baru setengah jadi.
Yang tidak dikatakan Sony tapi harusnya dikatakan:
Berapa penerima manfaat aktual per hari bukan target, tapi yang benar-benar menerima?
Berapa SPPG yang aktif beroperasi versus yang terdaftar tapi tidak jalan?
Bagaimana mekanisme audit atas 1,2 juta relawan yang diklaim menerima Rp100.000 per hari? Ada verifikasi kehadirannya tidak?
Apa tindakan konkret atas puluhan kasus keracunan bukan pernyataan "sudah kami ingatkan berkali-kali" tapi siapa yang dihukum, SPPG mana yang dicabut izinnya?
Tidak ada satu pun dari pertanyaan ini yang dijawab dalam pernyataan Sony.
Yang ada hanya angka yang terdengar besar Rp986 miliar, 1,2 juta relawan, 70 persen ke petani lokal — tanpa satu pun dokumen yang bisa diverifikasi publik.
Dan ini yang paling mengkhawatirkan:
Pernyataan ini disampaikan di acara peringatan satu tahun MBG.
Satu tahun.
Dan yang dipamerkan masih klaim lisan.
Bukan laporan audit.
Bukan data penerima yang terverifikasi.
Bukan angka keracunan yang turun karena sistem diperbaiki.
Satu tahun program yang menghabiskan hampir Rp1 triliun per hari dan yang bisa ditunjukkan ke publik masih sebatas pidato di podium.
Di konteks fiskal yang sedang darurat defisit APBN 0,93% dalam tiga bulan, rupiah tertekan, cadangan devisa BI sudah terkuras miliaran dolar program yang mengonsumsi anggaran sebesar ini dengan transparansi serendah ini adalah masalah yang sangat serius.
Kesimpulan yang tidak bisa dihindari:
Kalau sistem virtualaccount-nya sudah rapi tunjukkan datanya.
Kalau 70 persen benar mengalir ke petani lokal publikasikan laporannya.
Kalau double otorisasi benar berjalan jelaskan kenapa keracunan massal masih terus terjadi.
Kalau tidak bisa menjawab satu pun dari ini dengan dokumen maka Rp986 miliar per hari itu bukan angka yang bisa dibanggakan di podium.
Itu angka yang harusnya bikin semua orang bertanya lebih keras.