Usai mencermati dokumen “Tabayun Rais Aam”, dengan niat menjaga keutuhan jam’iyah, saya merasa perlu menyampaikan sikap.
Saya mengajak semua pihak—termasuk diri saya sendiri—untuk saling memaafkan dan membuka lembaran baru dalam semangat ukhuwah.
Mari kita tempuh jalan musyawarah dengan menyiapkan Muktamar yang sah, legitimate, dan sesuai AD/ART sebagai ikhtiar terhormat dan konstitusional untuk menyelesaikan persoalan bersama, serta menuntun NU melangkah ke masa depan yang lebih baik.
Semoga Allah swt. memberi petunjuk dan meridhai ikhtiar kita bersama.