An Engineer and Procurement Specialist, a husband and father of three

Joined November 2010
349 Photos and videos
Ika Kurnia Mustika retweeted
Mahkamah Konstitusi (MK), Senin (15/6). Iman menyebut seluruh jenis guru terdampak, mulai dari guru PPPK hingga honorer. Ia menyoroti pemutusan kontrak terhadap 39 guru PPPK di Tuban serta kasus serupa yang disebut terjadi di sejumlah daerah lain seperti Cianjur, Lombok Timur,
11
449
625
12,460
Ika Kurnia Mustika retweeted
Dosen Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia, Eko Riyadi, menegaskan bahwa penggunaan anggaran pendidikan untuk Makan Bergizi Gratis (MBG) inkonstitusional jika kerugian di sektor pendidikan lebih besar dari klaim gizinya. Senada dengannya, Pemerhati Pendidikan, Darmaningtyas, menolak MBG menggunakan dana pendidikan karena berisiko menjadi proyek swasta yang rawan korupsi. (1/2)
7
124
161
8,063
Ika Kurnia Mustika retweeted
Buat yang senin nanti mau hadir di MK. Hari senin nanti adalah kesaksian terakhir sebelum MK memutuskan apakah MBG tetap bisa menggunakan anggaran pendidikan atau tidak. Hadir ya!
1
210
368
4,936
Ika Kurnia Mustika retweeted
Pesan saya yang udah 40an ke generasi yang usianya di bawah saya: Cari kesempatan fellowship, workshop, atau kursus sebanyak terutama yang biaya ditanggung penyelenggara alias beasiswa. Mau dalam negeri atau luar negeri, online atau terbang ke benua lain, selama cocok dengan interest kalian, lakukan. Pelajari syaratnya, coba lalu kalau tidak berhasil persiapkan selama setahun atau lebih demi mendapatkannya di tahun berikutnya. Siap-siap untuk long game demi dapet pengalaman seperti ini. Jika harus menyisihkan waktu dan melakukan volunteer demi nambah portfolio, do it! Jika harus nulis artikel atau paper yang serius, do it! Jika perlu rintis komunitas, jalankan! Jika kalian sudah pede mau jadi pembicara pun lakukan. Susah? Ya pasti, tapi mungkin ini salah satu cara untuk mendapatkan motivasi. Demi ke negara X, kita siapkan sekian bulan bikin event atau workshop Y. Informasi soal ini bertebaran, situs seperti Opportunities Corner atau Full Opportunities bisa jadi referensi. Di usia masih muda, kesempatannya banyak, apalagi kalau kalian punya bisa melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi publik.
16
1,060
3,958
247,793
Ika Kurnia Mustika retweeted
Replying to @worksfess
Nih nder, hafalin semuaaa sampe berbuih docs.google.com/spreadsheets… belajar excel bukan sekedar menghafal, tp memahami. ~ Hafal bikin cepat, paham bikin hebat (wanjay quotes)
19
458
2,564
64,775
Ika Kurnia Mustika retweeted
Demo mahasiswa dan buruh menghasilkan: 1) Jam kerja 8 jam sehari, lebih dari itu wajib dihitung lembur. 2) Ada upah minimum, UMR, buat buruh atau karyawan perusahaan. 3) UMR juga tiap tahun disesuaikan dengan inflasi dan kebutuhan hidup. Mau kaya gaji pokok PNS yang gak berubah dari tiga puluh tahun lalu? Kaya tunjangan fungsional dosen yang nominalnya gak berubah dari 2007? Tuh kalau gak pernah demo, suka-suka mereka. 4) THR juga hasil demo tahun 1960an. Kita masih nikmatin sampai hari ini. 5) BPJS ketenagakerjaan. 6) Cuti tahunan minimum 12 hari. 7) Reformasi. Suharto turun. Kalau nggak mungkin hari ini semua sosmed diblokir sama "Departemen Penerangan". Mungkin semua berita di TV cuma datang dari "Berita Malam" sama "Dunia Dalam Berita" punya TVRI dan direlay semua TV swasta. Pidato Presiden selalu live. Mau kalian dengerin "nyenyenye" live? *** Semua itu kita nikmati hari ini. Gitu banyak yang nyinyirin rakyat demo. Macet paling berapa jam sih?
144
6,734
13,611
198,334
Diskusi para ortu yg mencoba memasukkan anaknya lewat jalur prestasi nilai raport, nilai 93,8 tenyata udah gak bisa masuk. Bener2 terlalu dah sekolah2 yg inflasi nilai.
1
30
Diagram yg menarik. Gak ada kelas menengah karena sebenarnya kelas menengah juga berada di bawah.
When your government tells you; "we're all in the same boat!"
24
knp gw gak bisa ngebales twit orang ya?
14
Kenapa ya dosen yg suka mendikte dan bagi2 diktat gak disebut diktator?
Jun 10
Silver lining kelakuan rezim hari ini adalah robohnya argumen bahwa "Indonesia butuh diktator". Lah: >otoriter >kepastian bisnis tambah jelek >perencanaan semakin gaada >kriminalitas semakin banyak
27
Ika Kurnia Mustika retweeted
gara-gara ini bu Sherly
-Para gubernur mengeluh dana kurang -Para pppk terancam gak di gaji -Para pemilik MBG udh protes ngk dibayar - PNS mengeluh efisiensi dimana2 - Pasar saham kehilangan uang - Masyarakat ngeluh ekonomi susah - Pedagang ngeluh pasar lesu - UMKM mulai meredup Serius ini duit se-Indonesia kemana dah? Kok kayak semuanya merasa kurang, Padahal M2 Money BI makin banyak...
3
207
455
15,076
Selama bertahun2 cuma 2 trader saham Indo yg sering gw liat di timeline. Tapi bbrp minggu ini banyak banget berseliweran di X. Mungkin mereka lagi libur pas IHSG merah menyala. Kalo hari2 lain sibuk mantengin chart sampe biji mata nempel di layar, gak sempat maen medsos.
Kejatuhan pasar saham IHSG tahun 2026 ternyata lebih parah dari anjlok pas Covid tahun 2020 • 2020: High 6693 Low 3911 turun -41,57% • 2026: High 9174 Low 5317 turun -42,04% (data low pada 8 Juni). Sementara, mungkin masih bisa lebih dalem lagi Padahal situasi lebih mencekam & fundamental ekonomi juga lebih parah saat Covid 2020: Ekonomi sempat kontraksi -2.07% (resesi pertama dalam 20 tahun akibat lockdown, pembatasan mobilitas, dan penurunan konsumsi/investasi parah). Q2 bahkan minus ~5.3% 2026: Ekonomi growth 5,61% di Q1 YOY Tapi 2026 anjloknya lebih dalem Memang pasar saham ≠ ekonomi. Bursa saham bisa bergerak berlawanan arah dengan kondisi ekonomi Tapi tetep aja ngeselin 😅
69
Itu harga belum termasuk bayar parkirnya🙄 Sekarang ini beli gorengan pinggir jalan aja ditungguin tukang parkir.
Baca selengkapnya: megapolitan.kompas.com/read/… Ketua Komunitas Warung Tegal Nusantara Mukroni menyebut anggaran makan pelanggan warteg kini hanya Rp 15.000-Rp 20.000 per porsi. Kenaikan harga bahan baku membuat pedagang sulit menaikkan harga, sehingga sejumlah menu andalan terpaksa dihapus dari etalase. ~RK #warteg #menu
1
123
Ika Kurnia Mustika retweeted
Nih Dadan, gara-gara anggaran pendidikan diambil MBG, masih menyisakan 3,78 juta anak-anak tidak sekolah. Ini bukan angka semata, ini anak-anak yang hilang hak bersekolahnya. Anggaran pendidikan harusnya bisa menyekolahkan mereka.
2
316
607
7,409
This make me wonder why some batteries are made in the shape of a tube, it's not space efficient for the electronic device.
至急!!!これなんだっけが!!?昔使ってた記憶有るけど何に使ったのかが思い出せない
469
Ika Kurnia Mustika retweeted
Keluhan seperti ini cukup banyak muncul dari orang tua dan guru. Tapi apakah hilangnya ranking dan UN benar-benar menjadi penyebab anak kehilangan motivasi belajar? Berbagai penelitian dalam bidang pendidikan justru menunjukkan fenomena yang agak kompleks. Anak biasanya termotivasi oleh tiga hal: 1. Kompetensi -> merasa dirinya makin mampu. 2. Otonomi -> merasa punya kendali atas proses belajar. 3. Keterhubungan -> merasa dihargai dan menjadi bagian dari kelompok. Ranking dan ujian nasional memang bisa menambah motivasi, tetapi melalui kompetisi eksternal. Masalahnya, efeknya tidak bisaa sama untuk semua anak. Sebagian anak jadi lebih semangat. Sebagian lagi justru merasa "saya memang bodoh" lalu menyerah. Yang berada di peringkat bawah terus-menerus sering kehilangan kepercayaan diri. Di sisi lain, menghapus ranking saja juga tidak akan otomatis membuat anak menjadi termotivasi. Karena motivasi belajar tidak bisa hidup hanya dengan slogan "belajarlah untuk masa depan", namun, anak perlu: -> target yang jelas, -> tantangan yang pas, -> umpan balik yang cepat dan mudah dimengerti serta ditindaklanjuti, -> rasa kemajuan (sense of progress) yang terlihat. Menariknya, game memang sangat jago melakukan itu semua. Di game ada level, ada progress bar, ada badge, ada leaderboard, ada misi harian, ada tantangan yang meningkat sedikit demi sedikit, dan pernak-pernik game lainnya. Sekolah sering menghapus leaderboard, tetapi lupa menggantinya dengan sistem kemajuan yang sama menariknya. Menurut saya, perkaranya bukan apakah kita perlu mengembalikan UN dan ranking, tapi > "Bagaimana membuat siswa merasakan kemajuan, tantangan, dan pencapaian setiap hari seperti saat mereka bermain game?" Anak-anak zaman sekarang bukan anti-kompetisi. Buktinya mereka rela begadang demi naik rank di mobile legend. Mungkin mereka kurang bisa melihat progress dalam belajar.
ANAK SEKOLAH sekarang belajar tanpa nyawa bgt ah!! Habis nemenin belajar, capek jiwa raga. Gak ada dorongan, gak ada jiwa kompetisinya loh. Apa gara2 sistem ranking dihapus, UN dihilangkan? Game aja ada push rank. Gmn Pak Menteri? Bikin sistem kompetisi lagi gak si? 😤😤
28
121
388
28,403
Ika Kurnia Mustika retweeted
May 30
BREAKING: Israel is dropping white phosphorus bombs on civilian areas in the village of Arnoun, Nabatieh, South Lebanon. These are internationally banned munitions — and Israel is unleashing them against civilians.
1,931
42,660
85,473
11,282,970
Ika Kurnia Mustika retweeted
Boleh. Salah satu hal yang sering tidak disadari orang tua adalah bahwa banyak anak tidak takut pada matematika, tetapi justru takut pada pengalaman belajar matematika yang mereka alami. Beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan: 1. Kurangi pertanyaan "berapa hasilnya?" Dan lebih sering tanyakan: - "Kamu dapat jawaban itu dari mana?" - "Menurutmu kenapa begitu?" - "Ada cara lain nggak?" Tujuannya agar anak melihat matematika sebagai proses berpikir, bukan lomba cepat menjawab. 2. Biasakan membahas perkiraan (estimasi) Misalnya: - "Menurutmu antrean ini sekitar berapa menit?" - "Kalau kita jalan kaki ke sana kira-kira berapa langkah?" - "Menurutmu ada berapa permen di toples itu?" Estimasi adalah salah satu bentuk nalar matematis yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari. 3. Jangan buru-buru memperbaiki jawaban salah Saat anak salah, coba tanyakan: "Boleh ceritakan cara berpikirmu hingga sampai pada jawaban ini?" Sering kali kesalahan justru memperlihatkan bagaimana logika anak bekerja. Yang seperti itu jauh lebih berharga daripada sekadar mengetahui jawaban benar. Kita juga jadi bisa mengoreksi/meluruskan logika yang kurang pas. 4. Mainkan permainan yang melibatkan strategi seperti catur, congklak, Uno, Sudoku, puzzle, permainan kartu, bahkan tebak-tebakan logika. Banyak konsep matematika tumbuh dari kebiasaan mencari pola dan membuat keputusan, bukan dari lembar latihan. 5. Tunjukkan bahwa orang dewasa juga menggunakan matematika. Misalnya saat berbelanja: - membandingkan harga, - menghitung diskon, - memperkirakan waktu tempuh, - membagi makanan. Anak perlu melihat bahwa matematika adalah alat berpikir orang dewasa, bukan sekadar mata pelajaran sekolah. 6. Rayakan cara berpikir, bukan hanya jawaban benar Daripada bilang, "Pintar, jawabannya benar." Cobalah pernyataan seperti, "Aku suka cara kamu mencoba tiga strategi berbeda sebelum menemukan jawabannya." Hal ini membantu anak mengaitkan matematika dengan usaha dan penalaran. 7. Kenalkan pola sebelum rumus Misalnya sebelum menghafal perkalian, kenalkan pola bilangan: 2, 4, 6, 8, ... 5, 10, 15, 20, ... Biarkan anak menemukan polanya sendiri. Rumus akan lebih masuk akal jika lahir dari pola yang sudah mereka lihat. Yang paling penting adalah bahwa matematika awalnya bukan tentang angka. Matematika adalah kebiasaan bertanya "kenapa?", "bagaimana?", dan "apakah selalu begitu?" Kalau anak sering diajak berpikir seperti itu sejak kecil, saat bertemu pecahan, aljabar, atau kalkulus nanti, mereka tidak melihat matematika sebagai monster dan akan melihatnya sebagai bahasa untuk menjelaskan pola yang sudah lama mereka kenal.
Replying to @listyantidewi
kakk boleh share tips gimana kita mengenalkan biar anak2 kita nanti familiar sama matematika sebagai bentuk nalar bukan malah momok 😭
19
442
1,600
67,125
Bikin kopi sachetan, terus kelupaan minum, 4 jam kemudian pas gw cobain rasanya cuma air gula doang, gak ada lagi aroma kopinya.
1
85
Di sebuah dinas pas rapat iseng nanyain DAK mereka, tanggapannya: "tahun kemaren efisiensi, tahun ini di-nol-kan, buat tahun depan emang gak diundang". 😢
2
80